Oleh: Sarinah (Komunitas Literasi Islam Bungo)
Dua kapal keruk (diredger) berbendera Singapura kedapatan mencuri pasir laut diwilayah Indonesia. Yakni didaerah Batam Kepulauan Riau. Dua kapal ini ternyata mampu menyedot pasir sekitar 10 ribu Meter kubik pasir dalam waktu sembilan jam atau 100.000 dalam satu bulan. Pencurian ini berhasil digagalkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPK) CNB Indonesia 13 oktober 2024.
Kasus berhasilnya pencurian ini, menunjukkan negara lemah dalam menjaga wilayahnya, khususnya wilayah perbatasan. Negara seharusnya mempersiapkan kekuatan untuk menjaga keamanan wilayahnya. Memanglah persiapan tersebut membutuhkan dana maupun kekuatan. Hanya saja, negara yang tunduk dibawah idiologi kapitalisme seringkali tersandera dengan kepentingan politik pihak tertentu, orientasi ideologi kapitalisme yang berasas materi membuat negara tidak berkutik melawan perusahaan atau negara lain yang lebih kuat.
Bahkan prinsip kebebasan kepemilikan dalam ekonomi kapitalisme membuat Sumber Daya Alam negara dikuasai oleh perusahaan. Jadi tidak aneh jika kasusu pencurian pasir terus berulang di daerah perbatasan.
Penjagaan ini bukan sekedar untuk mencegah kerugian ekonomi semata, membahayakan kedaulatan negara, resiko kerusakan ekologi namunjuga karena dorongan aqidah. Perbatasan menjadi persoalan serius jika dikaitkan dengan negara lain. Apalagi jika kehadiran kapal pengeruk pasir tidak diketahui
Perbatasan adalah wilayah strategis yang harus dijaga termasuk semua potensi yang ada diwilayah tersebut.
Dalam Islam daerah perbatasan memiliki posisi penting dalam fikih, penjaga wilayah perbatasan disebut ar-ribath artinya menempatkan pasukan tentara Islam lengkap dengan senjata dan peralatan lainnya.
Dalam kancah politik pertahanan Islam, menjaga perbatasan negeri amatlah penting bahkan menjaganya termasuk amal yang bersifat Fardu kifayah.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-imran ayat 200
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetap bersikap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.
Islam memerintahkan menjaga wilayah perbatasan. Dalam pandangan Islam Sumber Daya Alam termasuk harta kepemilikan ummat, sehingga haram dikuasai pihak tertentu atau dicuri. Hanya saja pemerintah tersebut membutuhkan posisi negara yang kuat agar dapat menjaga Sumber Daya Alam dengannya baik.
Satu-satunya negara yang mengambil Islam sebagai ideologi yang sesuai dengan kualifikasi tersebut hanyalah negara khilafah. Dalam perbatasan, Khalifah (pemimpin) menempatkan para jaisy( tentara) terbaik disana. Khalifah memerintahkan para panglima militer komandan dan pihak terkait untuk menentukan strategi jitu dan memastikan stok persenjataan dan perlengkapan perang di wilayah perbatasan, sehingga tidak akan ada yang berani menganggu wilayah kaum muslim.
Begitulah gambaran keamanan yang akan tercipta jika kita menggunakan sistem islam.
Allahu a’lam bishawwab.
No comments:
Post a Comment