Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Semakin Liberal, Bonus Demografi Kian Amburadul

Monday, October 14, 2024 | Monday, October 14, 2024 WIB

 

Oleh : Ummu Mujahid

(Aktivis Dakwah Muslimah)

 

Melihat kasus yang marak terjadi dikalangan pemuda harapan bonus demografi sepertinya jauh panggang dari api. Pasalnya, pemuda yang merupakan tongkat estafet bangsa, justru kian hanyut dalam pusaran liberalisasi. Bahkan, pemerintah seperti kelabakan mencari jalan untuk terus berupaya menyeimbangkan harapan bonus demografi yang memang dititik beratkan kepada pemuda.

 

Salah satu upayanya adalah mencegah pernikahan usia dini, karena dianggap menjadi salah satu penyebab lemahnya SDM yang berkualitas. Tak tanggung-tanggung Kementerian Agama (Kemenag) turut memberi edukasi tentang bahaya praktik perkawinan anak kepada ratusan pelajar madrasah dan sekolah. Mereka berasal dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Semarang, MAN 2 Semarang, dan sejumlah SMA di Semarang. Edukasi tersebut dilakukan melalui Seminar Cegah Kawin Anak, Kamis (19/9/2024).

 

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan pentingnya kualitas remaja dalam mencapai bonus demografi. Pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama untuk mewujudkan generasi yang berkualitas. “Kita bisa mencapai bonus demografi jika kita benar-benar memperhatikan pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang terjamin bagi remaja kita,” kata Woro dalam Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Semarang, Kamis (19/9/24).

 

Lantas benarkah pernikahan dini menjadi penyebab lemahnya SDM generasi? Jika dilihat dari sisi usia, mereka bukan lagi anak- anak sehingga pernikahannya adalah sah secara hukum syara. Hendaknya pemerintah fokus mengedukasi agar tercipta manusia-manusia yang berkualitas dengan cara membekali ilmu pranikah, menyiapkan lapangan kerja sehingga menikah adalah pilihan untuk menjadikan manusia lebih berkulitas.

 

Sayangnya, alih-alih mengalihkan kenakalan remaja untuk pencapaian bonus demografi, menciptakan manusia unggul yang berkualitas. Kebijakan pemerintah melarang menikah sementara akses kemaksiatan seperti situs porno online, pornografi, judi online tidak serta dibekukan, alhasil kaum remaja semakin jauh dari harapan. Maka, tidak aneh jika publik menilai kebijakan itu seolah nikah dini dihalangi gaul bebas difasilitasi. Melarang yang halal sementara yang salah diberi jalan.

 

Semua ini tak lain adalah cara pandang demokrasi kapitalisme yang mengambil acuan sekulerisme sebagai pegangan hidup. Pernikahan sebagai ibadah dianggap masalah padahal sudah jelas dengan menikah akan timbul ketentraman apalagi jika dibekali dengan kesiapan yang matang. Olehnya pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi yang tepat bukan malah menambah runyam kerusakan yang ada ditengah remaja.

 

Lain halnya dalam islam, pemerintah dalam menjalankan hukum syara akan memelihara manusia memudahkan untuk menyalurkan fitrahnya seperti menikah, maka pemrintah akan menyediakan sarana dan prasarana pembekalan ilmu, kesiapan mental, matang secara ekonomi paham akan tanggung jawab dalam pernikahan. Dengan demikian akan tercipta manusia yang berdaya tanpa menjadi beban negara. Akan menciptakan masyarakat harmonis yng berawal dari dinding pernikahan yang diberkahi. Allah SWT menjelaskan dalam ayat Quran Surat An-nisa ayat :9 yang artinya “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa’ ayat 9)

 

Pun, juga diketemukan dalam hadits “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk menikah dan melarang dari hidup membujang (tabattul) dengan larangan yang keras. Beliau bersabda, “Menikahlah dengan wanita yang al-wadud (penyayang) dan al-walud (subur atau banyak anak). Karena sesungguhnya aku akan membanggakan diri dengan sebab (banyaknya jumlah) kalian di depan para Nabi pada hari kiamat.” Oleh karena itu hanya islamlah yang mampu menentukan ketentraman secara fitrah lahir dan batin. Menciptakan generasi penerus yang unggul dan mulia.

Wallahu alam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update