Penulis : Melta Vatmala Sari
Hari berganti hari, tahun berganti tahun, serangan zionis ke tanah kaum muslimin di palestina tak henti henti. Setiap hari ummat kaum muslimin di palestina merasakan kepahitan hidup, kemalangan, kehilangan nyawa, dan kehilangan harta benda. Ummat muslim di palestina tidak pernah merasakan kesenangan hidup kenyamanan saat beribadah, bahkan mereka saat beribadah kepada allah mereka ditembak dan dibantai oleh zionis lakntullah.
Seperti dikutip di cnnindonesia.com. Israel ini tidak henti hentinya menyerang jejak negara islam di negeri syam, pada tanggal (25/10/2024) zionis melangsungkan serangannya di negara Lebanon, palestina, iran dibeberapa jam terkahir ini. Mereka menewaskan nyawa anak-anak, dan warga sipil dengan senjata Bom atom nuklir. Serangan militer Israel ke Khan Younis juga menghancurkan kawasan pemukiman dan rumah sakit, membuat banyak perempuan dan anak menjadi korban, menurut Reuters. Pada Jumat pagi, anak-anak mencari mainan mereka, dan beberapa warga kembali ke tempat kejadian untuk mengambil pakaian dan dokumen mereka.
Dunia terlena dengan nasionalisme
Dunia Hanya menjadi penonton tidak dapat berkutik karena dunia telah dikuasai oleh negara yang mengembangkan ide nasionalisme ditengah tengah masyarakat terutama ummat kaum muslimin, maka dari itu tentara dari kaum muslimin atau tentara dari belahan negara pun yang ingin ikut berkecumbung di negeri syam tidak dapat karena tidak ada kekuatan yang ampuh untuk mengalahkan negara Israel. Sebab Israel dibawah kaki negara adidaya yaitu amerika serikat. Nasionalisme adalah sikap cinta tanah air jika tanah airnya aman berarti tidak ada hak bagi mereka untuk ikut campur terhadap negara yang di serang.
Nasionalisme juga menyebabkan individualis dan menganggap konflik di Palestina sebagai masalah kecil antar wilayah. Namun, masalah Palestina adalah masalah Islam karena Palestina adalah bagian penting dari sejarah Islam, terutama ketika Allah SWT mengaitkan Masjid Suci dengan Makkah, yaitu ketika Dia membawa Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Q.S. Al Isra: 1).
Seperti negara yang dipimpin oleh sistem kapitalisme saat ini tidak bisa menghentikan dan mengirimkan tentara mereka ke negeri syam untuk menghentikan serangan zionis laknatullah semakin kejam dan tidak berkeprimanusiaan sedikitpun. 3 negara di hancurkan oleh zionis, iran, Lebanon, dan palestina tanah yang suci tempat kiblat pertama ummat kaum muslimin.
Ini menunjukkan bahwa kaum Zionis benar-benar kehilangan empati dan rasa kemanusiaan. Mereka bahkan lebih kejam daripada hewan. Tragedi ini tidak hanya menyayat hati karena apa yang terjadi dan dialami oleh kaum muslim Palestina; sikap para penguasa Arab dan Muslim juga membuat geram karena mereka tidak pernah bertindak untuk membela kaum muslim Palestina. Mereka tidak memiliki pilihan selain mengecam penderitaan yang terjadi di Palestina.
Meskipun mereka sebenarnya mengirimkan bantuan kemanusiaan, seperti makanan dan pakaian, itu hanyalah citra dan bukan solusi karena para penguasa Arab dan Muslim terus berkolaborasi dengan para penjajah untuk kepentingan mereka sendiri.
Pada dasarnya, pembentukan kaum Zionis adalah hasil dari kebijakan kapitalis yang bertujuan untuk mencuri sumber daya alam (SDA) kaum muslim, mencegah mereka bersatu, dan membuat mereka tetap berada di bawah kekuasaan Barat, sehingga mereka harus bergantung pada Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Inggris, atau Prancis untuk mencari solusi. Karena pada kenyataannya, kaum Zionis hanyalah kelompok kecil yang digunakan oleh Barat untuk menghancurkan umat Islam dan menjauhkan mereka dari agama mereka sendiri. Para penguasa di negara-negara muslim, Amerika Serikat dan Inggris telah membeli mereka untuk menerapkan kebijakan.
Diam ummat kaum muslimin yang membahayakan
Sudah seharusnya ketidakberdayaan para pemimpin dunia dan lembaga internasional menunjukkan bahwa kapitalisme dan demokrasi tidak berhasil menciptakan dunia yang aman dan berkeadilan. Sebaliknya, Barat terus menggunakan demokrasi sebagai alat penjajahan Karena mereka tidak mengikuti perintah Allah, diamnya para penguasa muslim juga menyebabkan keadaan saat ini semakin rusak dan hancur. Dalam Surat Al Anfal ayat 73, Allah berkata, “Jika kalian tidak melaksanakan perintah Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.”
Akibatnya, masyarakat harus meninggalkan demokrasi dan menyadari betapa pentingnya menegakkan Khilafah sebagai solusi alternatif, yang akan memobilisir semua kekuatan, termasuk tentara, untuk membebaskan Palestina. Untuk tujuan ini, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi dalam perjuangan kelompok dakwah yang berfokus pada penegakkan Khilafah dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah, yaitu tanpa kekerasan, politik, dan pemikiran.
Penguasa muslim yang tetap diam berarti mereka mengakui kekejaman Zionis dan membiarkan mereka menyerang Palestina terus menerus. Ini adalah sifat dasar penguasa: egois dan pengkhianat. Meskipun negara-negara Arab memiliki kekuatan militer yang tidak kalah kuat, mereka memilih untuk tetap diam dan tidak mengerahkan tentara untuk membela kehormatan umat.
Jika kita bergantung pada para penguasa,penderitaan Palestina tidak akan pernah selesai karena penguasa kapitalis pada dasarnya tidak akan membantu jika itu tidak menguntungkan mereka. Perdamaian juga tidak akan berhasil, karena satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik yang berkelanjutan adalah melalui jihad, yang akan menghapus dan mengusir para penjajah demi kepentingan Islam dan umat.
Apalagi “solusi dua negara”, itu jelas sebuah pengkhianatan, karena sejatinya tanah Palestina merupakan milik kaum muslim dan tidak akan pernah jatuh ke tangan orang-orang kafir. Jihad menjadi satu-satunya solusi untuk melawan kaum agresor yang ingin memerangi kaum muslim dan merampas wilayah kaum muslim, seperti Zionis dan antek-anteknya. Berdasarkan firman Allah :
“Perangilah mereka oleh kalian di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian” (TQS Al Baqarah : 191)
No comments:
Post a Comment