Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Abainya Pemerintah, SMP Negeri di Tengah Kota Bandung Tidak Memiliki Gedung

Monday, October 14, 2024 | Monday, October 14, 2024 WIB

Oleh : Gustira

 

Bulan lalu tepatnya di Bulan September 2024 dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa berseragam SMP melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan beralaskan terpal plastik berwarna biru.

Di lansir dari laman DetikJabar, Video siswa melakukan KBM beralaskan terpal plastik itu disebutkan ada di salah satu SMP negeri yang ada di Kota Bandung yakni SMPN 60 Bandung.

Diketahui sejak berdiri tahun 2018, SMPN 60 Bandung harus menumpang di gedung SDN 192 Ciburuy, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak sekitar 288 siswa. Sekolah ini memiliki sembilan rombongan belajar, tetapi di gedung tersebut hanya terdapat tujuh ruang kelas yang tersedia.

Kondisi tersebut memaksa dua rombongan belajar lainnya melakukan KBM di luar ruangan, baik di teras sekolah dengan beralaskan terpal plastik maupun di bawah pohon yang sering disebut ‘DPR’ (di bawah pohon rindang).

Setelah video tersebut viral barulah ada tanggapan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Plt. Kadisdik Kota Bandung, Tantan Syurya Santana, mengatakan SMPN tersebut diinisiasi sejak tahun 2017. Tujuannya menutupi kurangnya sekolah tingkat menengah di sejumlah kecamatan di Kota Bandung.

Tantan menjanjikan Disdik Kota Bandung akan mempercepat proses pembangunan. Katanya, ada dua sekolah yang ditargetkan selesai dibangun setiap tahunnya. Gedung sekolah untuk SMPN 60 Bandung sendiri, disiapkan pada tahun 2025.

Sekelas SMP Negeri di Kota Bandung tidak memiliki Gedung adalah perihal yang sangat miris. Apalagi kondisi tersebut sudah berlangsung selama 6 tahun. Padahal pendidikan adalah salah satu bidang penting dalam menentukan masa depan bangsa, dan merupakan kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Sayangnya dalam sistem kapitalisme, negara tidak berpihak penuh pada rakyat. Hal ini makin jelas ketika sekolah berdiri karena kebutuhan rakyat, namun negara tidak memfasilitasi ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

Negara memang sudah mengalokasikan anggaran Pendidikan. Namun sayangnya dana yang diberikan sebenarnya sangatlah sedikit. Selain itu banyak hal yang membuat dana tersebut tidak dapat terserap sempurna, salah kelola, bahkan juga menjadi ajang korupsi.

Dalam sistem Islam tidak akan ada sekolah-sekolah yang diabaikan. Seluruhnya akan terpenuhinya sarana & prasarana yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan Islam memandang dan menjadikan Pendidikan sebagai salah satu bidang strategis untuk membangun peradaban yang maju dan mulia.

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok rakyat yang wajib disediakan negara dengan anggaran yang bersifat mutlak. Negara dalam islam adalah raain sehingga negara akan mengurusnya dengan cara terbaik sesuai tuntunan syara. Negara mampu memenuhi kebutuhan anggaran, karena syara sudah menetapkan sumber-sumber pendapatan negara sesuai dengan sistem ekonomi Islam. (IM)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update