Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tanpa Junnah Umat Islam Lemah

Saturday, August 31, 2024 | Saturday, August 31, 2024 WIB

Oleh : Rara Andita Rumaisha

Kebiadaban terhadap umat Islam masih terus terjadi hingga hari ini. Muslim Rohingya yang kembali diburu dan dianiaya serta Muslim Palestina yang masih terus menjadi sasaran penjajah dengan kesulitan hidup yang luar biasa. Bagaimana islam menyikapi ini ?

Tentu kita masih ingat dengan kasus pengungsi rohingya yang singgah di aceh beberapa tahun yang lalu, sehingga beragam tuduhan miring bahkan cacian keluar dari para warga pribumi yang kontra dengan kondisi pengungsi rohingya di aceh. Statement yang mereka keluarkan pun di dominasi oleh pernyataan negatif seperti rohingya adalah Israel 2.0 yang kelak akan merebut tanah indonesia layaknya kasus Israel-Palestina, jadi beban anggaran negara, jorok dan kotor, kerap buang air besar sembarangan, membuang makanan, imigran gelap dan lain sebagainya.

Derita muslim rohingya seperti tidak ada hentinya. Diusir dari negeri Arakan negeri mereka sendiri. Menderita ditempat pengungsian mereka di bangladesh, terapung-apung dilautan dengan makan dan minum yang terbatas, menjadi sasaran narasi kebencian pula yang seolah di rekayasa. Dan saat ini kabar terbaru tentang kasus penghuni rohingya yaitu 200 Orang Rohingya Tewas dalam Serangan Pesawat Nirawak di Myanmar.
dikutip dari mediaindonesia.com (13/08/2024)

Warga Rohingya, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan artileri dan drone yang menargetkan warga sipil ketika mereka mencoba melarikan diri dari Myanmar pekan lalu. Warga sipil berusaha menghindari kekerasan di kota Maungdaw, negara bagian Rakhine, dengan menyeberangi Sungai Naf ke Bangladesh.

Empat saksi mata, aktivis, dan seorang diplomat menggambarkan serangan pesawat nirawak pada Senin yang menghantam keluarga yang menunggu untuk menyeberangi perbatasan ke negara tetangga Bangladesh.

Salah satu pendiri Koalisi Rohingya Merdeka, yang berbicara dengan para penyintas, Nay San Lwin, mengatakan para korban telah melakukan perjalanan dari desa-desa termasuk Maung Ni, Myoma Taung, dan Myoma Kayin Dan untuk mencoba melintasi perbatasan.
Setidaknya tiga hingga empat lusin, bom drone dijatuhkan di sana. Mereka mengatakan setidaknya lebih dari 200 orang tewas dan sekitar 300 orang terluka.

Loyalitas penguasa Muslim pada Barat

Sebagaimana kita ketahui Umat muslim jelas bukan minoritas di dunia ini. Namun, jumlah yang banyak itu tidak bisa menahan berbagai tekanan dan intimidasi.
Apa yang terjadi pada Muslim Rohingya sama persis dengan Palestina. Akar persoalannya adalah penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang kafir di bumi kaum Muslim. Palestina dijajah zionis-yahudi. Bumi Arakan tempat Muslim Rohingya dijajah musyrik Budha Myanmar. Semua penjajahan ini berlangsung tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kolonial Inggris. Merekalah yang memberikan jalan orang-orang yahudi dan musyrik untuk menjajah negeri islam.

Para penjahat dan pembantai umat ini tahu persis, para penguasa negeri islam tidak akan menggerakkan jutaan tentara-tentaranya untuk membebaskan Muslim dunia. Mereka tahu para penguasa negeri islam merupakan boneka-boneka barat. Baratlah yang melanggengkan pembantaian terhadap negeri islam.

Selain daripada penjajahan, akar masalah dari semua kedzholiman yang terjadi pada kaum muslim saat ini baik di Rohingya maupun palestina adalah tingginya rasa nasionalisme. Sehingga kita menemui banyak dari negeri-negeri muslim hanya menjadi penonton dari semua bencana yang terjadi pada umat muslim ini. Mereka tidak bisa keluar dari sarangnya, bahkan ada diantara mereka yang hanya mengecam dibalik podium tanpa ada gerakan apapun untuk melawan dan membela saudara sesama muslim mereka, itu disebabkan karena mereka merasa harus menjaga negara mereka dari kasus yang serupa, mereka merasa negara mereka akan ikut terancam jika mereka membantu saudara sesama muslim, Padahal Allah sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat Ayat 10 bahwa Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.
Layaknya saudara yang rela mengorbankan apapun untuk saudaranya, harta, bahkan jiwa. tapi kita tidak bisa menemukan definisi saudara dalam keadaan umat saat ini bahkan mereka memposisikan dirinya terkesan layaknya orang asing.
Sebaliknya mereka sangat friendly dengan para penguasa kafir, mereka melayani apa saja kepentingan Barat, baik pemerintahannya maupun korporasinya begitulah pengkhianatan para penguasa muslim saat ini.

Urgensi Junnah Bagi Umat

Pembantaian yang terjadi di Rohingya maupun palestina adalah salah satu dari bencana umat saat ini, tentu masih banyak muslim dibelahan dunia lain yang juga bernasib sama baik itu di intimidasi, dipersekusi, bahkan di eksekusi. Kehidupan kaum muslim saat ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Besar jumlahnya, tetapi tercerai berai dalam sekat-sekat nasionalisme warisan penjajah hingga dilecehkan kehormatannya oleh kaum yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, dibantai dan diusir oleh kaum kafir tiran dari tanah kelahirannya. Dan saat ini umat membutuhkan junnah/perisai inilah yang berfungsi melindungi dan menjaga baik sebagai individu untuk melaksanakan ibadah individualnya maupun dalam melaksanakan ibadah sebagai umat, yaitu bermuamalah, berdakwah, dan berjihad. Maka sungguh keberadaan junnah pemimpin ini adalah sangat penting dan Urgent.

Sungguh Rosulullah telah mencontohkan fungsi junnah dari khalifah ini. Ketika saat itu, ada seorang muslimah yang dilecehkan kehormatannya oleh irang yahudi dari Bani Qainuqa’ di madinah, Rosulullah salallahu ‘alayhi wasallam pun melindunginya dengan menyatakan perang kepada mereka dan mengusir mereka dari madinah. Fungsi imam sebagai junnah inipun tak hanya dilakukan oleh Rosulullah, akan tetapi juga para khalifah setelah beliau sebutlah khalifah Al-mu’thasimbillah di era khilafah ‘Abbasiyyah yang telah memmenuhi jeritan wanita muslimah yang telah dinodai kehormatannya oleh tentara romawi. Khalifah Al-Mu’thasimbillah pun menggempur Amuriah, dan menghabisi 9000 tentara romawi dan juga menawan 9000 lainnya. Sungguh ini adalah bentuk nyata fungsi junnah para khilafah.

Maka, Sudah cukup penderitaan umat ini, sudah saatnya kita bangkit.
Sudah cukup tangisan umat ini tanpa pemimpin, sudah saatnya kita mempunyai satu Komando. Agar kemuliaan umat islam bisa kembali sebagai umat terbaik sepanjang masa.

Wallahualam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update