Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puluhan Siswa SMP Negeri 1 Mangunjaya Tidak Bisa Membaca, Miris

Sunday, August 11, 2024 | Sunday, August 11, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:13Z

Oleh : Nina Iryani S.Pd

Gerakan Indonesia emas yang telah lama diharapkan, menuai beragam dilema. Mulai dari kenakalan remaja seperti judi online, tawuran antar pelajar, perzinaan, bunuh diri hingga tidak bisa membaca huruf.

Miris, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, pelajar SMP negeri 1 Mangunjaya, kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ada sekitar 29 pelajar yang belum bisa membaca dengan rincian 11 siswa kelas 7, 16 siswa kelas 8, dan 2 siswa kelas 9. Hal ini disampaikan oleh guru SMP Negeri 1 Mangunjaya. Sekaligus koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Dian Eka Purnamasari.

Disisi lain, Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Maman menjelaskan, ada beberapa pertimbangan mengapa 29 pelajar tersebut diluluskan dari SD, diantaranya alasan usia, fisik dan karakter siswa. Alasan lainnya karena tidak ada guru yang memiliki kompetensi mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di tingkat SD dan SMP. ABK bukan hanya tampak dari fisik. Tetapi juga respon murid saat proses belajar mengajar. Misalnya linguistik, bisa langsung pusing saat melihat huruf atau bacaan dan ada yang tidak harus diarahkan ke SLB.

Ironis kejadian ini bisa timbul. Sebanyak itu anak-anak belum bisa membaca padahal sudah SMP, salah satu sebab diantaranya kurang perhatiannya pemerintah, guru dan orangtua terhadap anak-anak tersebut.

Guru mengajar di era kapitalis hanya sebatas mengerjakan tuntutan profesi. Sedangkan murid belajar hanya sebatas mengisi waktu luang tanpa kesadaran pentingnya pendidikan, ibadah dan bekal hidup di masa depan.

Pemerintah sendiri sampai sekarang masih kurang perhatian baik terhadap minat baca anak-anak, membangkitkan akhlak yang baik bagi generasi muda hingga solusi tuntas kenakalan remaja.

Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(TQS. An-Nahl ayat 97).

Allah SWT berfirman:

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(TQS. Al-Mujadilah ayat 11).

Allah juga berfirman:

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(TQS. Az-Zumar ayat 9).

Rasulullah SAW bersabda:

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”
(H.R Ibnu Majah nomor 224).

Demikian Islam mengatur pendidikan, dimana pemerintah harusnya mengutamakan seluruh keperluan pendidikan dan kesehatan, bahkan harusnya gratis. Dengan tata kelola SDA yang baik, dikelola mandiri oleh negara 100 persen digunakan untuk pendidikan dan kesehatan. Setelah itu pengawasan dan kinerja serta kesejahteraan guru diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Siswa pun dikenakan target belajar dengan pengawasan terbaik serta para orangtua dimudahkan meraih pekerjakan, sejahtera dalam sandang, pangan dan papan. Sehingga perhatian untuk pendidikan terfokus dengan baik. Hingga pendidikan berbasis Islam kaffah diterapkan dengan baik. Niscaya sejahtera indonesia dan dunia.

Sayangnya negeri ini dan dunia masih mengemban sistem sekuler yang memberatkan hajat hidup orang banyak, mulai dari kesulitan ekonomi anak, orangtua, guru dan menurunnya nilai tukar rupiah. Ditambah lagi kejahatan remaja dan masyarakat serta pemimpin yang tidak diatasi tuntas hingga abainya akhlak, minimnya minat baca anak, minimnya giat guru mengajar hingga abainya pemerintah terhadap kemudahan pendidikan diberbagai lini, mulai dari mahalnya pendidikan, ribetnya laporan dana bantuan pemerintah, orangtua yang abai terhadap anak karena sulitnya mendapat pekerjaan dan sebagainya.

Saatnya kembali menuju Islam kaffah, bangkit nya negri sejahtera seluruh umat dan alam jagad raya ini.

Wallahu’alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update