Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ilusi Keadilan dalam Sistem Demokrasi

Friday, August 09, 2024 | Friday, August 09, 2024 WIB

Oleh: Kursiyah Azis

(Penulis dan Aktivis Muslimah)

Mencari keadilan di Negeri sendiri laksana mencari jarum di dalam tumpukan jerami, sulit dan mustahil akan kita temukan. Hukum buatan manusia senantiasa tajam kebawah dan tumpul ke atas. Kalimat Alinea ke empat dari Pancasila yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, Nyatanya hanya ilusi belaka.
Nyaris seluruh kasus kriminal yang pernah terjadi di negri ini, tak satupun yang di selesaikan dengan adil. Diantaranya, sebut saja kasus tindakan Asusila yang dilakukan oleh ketua KPU Hasyim Asy’ari dan kasus pembunuhan yang di lakukan oleh Ronald Tannur baru-baru ini.

Kedua kasus tersebut sama-sama melibatkan orang-orang yang punya kekuasaan dan keuangan yang terbilang cukup banyak, sehingga dengan demikian maka membuat hukum menjadi tumpul adalah sesuatu yang mudah bagi mereka. Tak peduli seberapa besar kerugian maupun kerusakan masa depan para korbannya.

*Sistem Demokrasi, Hukum diperjual belikan*

Dalam sistem demokrasi, tak ada keadilan yang sejati. Siapa yang berduit, maka dia bebas dari sanksi yang sulit. Meskipun seluruh dunia menilai tak wajar, namun demikianlah praktek yang kerapkali dipertontonkan oleh para pembuat kebijakan di negeri ini. Tak heran, karena hukum buatan manusia memang tidak akan pernah mampu memuaskan akal manusia itu sendiri. Tak ada sanksi tegas, apalagi sampai menghasilkan efek jera bagi para pelakunya, sebab ketika pelaku adalah mereka yang punya kuasa, maka kejahatan apapun bentuknya tetap akan di anggap selesai tanpa perlu di adili dengan sanksi yang sepadan.

*Tersingkapnya harta kekayaan para pelaku*

Efek kasus Asusila yang di lakukan oleh seorang ketua KPU, maka tersingkaplah harta kekayaan yang dimilikinya. Di kutip dari laman jpnn.com(6/8). Alih-alih mengadili sipelaku, yang terjadi justru sibuk menyoroti hartanya yang banyak. Para pembuat kebijakan tentu saja terpana ketika mengetahui bahwa pelaku punya banyak uang untuk sekadar membuat hukum menjadi mandul, kalau sudah begitu maka otomatis ia bisa bebas dari hukuman yang seharusnya ia terima sebagai akibat dari perbuatannya

Begitupun kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ronald Tannur. Iya tiba-tiba dibebaskan dari hukuman dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal seluruh bukti telah disodorkan dengan sangat lengkap, namun para hakim menilai seluruh bukti nyata itu tidak sah. Menanggapi keputusan tak adil itu, masyarakat setempat berencana akan menggelar aksi protes sebagai wujud pembelaan dan tuntutan keadilan bagi keluarga korban yang telah dibunuh.dikutip laman jpnn.com (6/8)

*Keadilan ilusi ala demokrasi*

Demikianlah. Ketika manusia di biarkan membuat hukum sendiri untuk mengatur kehidupannya, maka yang terjadi tentu saja kerusakan di segala arah. Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan punya banyak keterbatasan , sehingga rawan terjabak oleh konflik kepentingan lalu terjadilah ketidakadilan dalam menjalankan hukum buatannya itu.

*Islam menegakkan keadilan*

Jika dalam sistem demokrasi kerapkali menciderai rasa keadilan. Dalam sistem Islam justru sebaliknya. Islam memandang bahwa Allah SWT adalah Pencipta Manusia berikut Hukum yang mengatur kehidupannya. Manusia di tuntut untuk menjalankan Hukum tersebut dengan menegakkan dan di terapkan dengan seadil-adilnya. Tak memandang si pelaku punya kuasa ataupun ia hanyalah rakyat biasa, jika terbukti bersalah maka hukuman yang setimpal patut ia dapatkan, sehingga dengan demikian maka angka kriminal akan senantiasa berkurang bahkan bisa diminimalisir sebagai efek jera yang di rasakan para pelaku.

Namun sayangnya, negeri ini masih menerapkan sistem demokrasi sehingga hukum-hukum buatan manusia pun masih menjadi alat pengatur kehidupan, sehingga wajar jika keadilan semakin sulit di ditegakkan. Alhasil rakyat biasa yang selalu menjadi korban kejahatan mereka pula yang menjadi korban ketidakadilan tatkala mencoba mengadu kepada para pemangku kebijakan di negeri sendiri.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita beralih pada sistem Islam, dimana hanya Allah SWT yang punya kuasa mutlak untuk membuat hukum yang mengatur kehidupan seluruh manusia di muka bumi ini, sebab hanya Sang Pencipta yang Maha mengetahui apa-apa yang terbaik dan paling adil bagi Manusia. Namun semua itu butuh peran Negara sebagai sarana berjalannya suatu sistem itu sendiri, yakni dalam naungan daulah Islam. Wallahu alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update