Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pinjol Merambah Ranah Pendidikan, Bukti Pemerintah Lepas Tangan

Saturday, July 13, 2024 | Saturday, July 13, 2024 WIB

Oleh: Astriani Lydia,S.S

 

Baru-baru ini viral berita tentang Menko PMK Muhadjir Effendy yang menyatakan dukungannya tentang wacana student loan atau pinjaman online (pinjol) kepada mahasiswa guna membayar uang kuliah tunggal (UKT). Saat ini, katanya, setidaknya sudah ada 83 perguruan tinggi yang menggunakan mekanisme pembayaran uang kuliah menggunakan pinjol melalui kerja sama resmi.

Menurutnya pula, ini sebenarnya peluang bagus, hanya saja sering kali disalahgunakan. Untuk itu, sebagai catatan, pinjol yang ia setujui adalah yang resmi, legal, bisa dipertanggungjawabkan, transparan, serta dipastikan tidak akan merugikan mahasiswa.

Dengan cukup banyaknya permasalahan generasi muda yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi ataupun mahasiswa yang tidak bisa membayar UKT di berbagai kampus negeri, seharusnya membuat pemerintah berbaik hati untuk tidak menaikkan UKT. Akan tetapi hal tersebut tinggalah harapan belaka. Apalagi berharap pemerintah menggratiskan UKT, agaknya hal itu lebih mustahil lagi.

Pasalnya, pemerintah malah menjadikan pinjol sebagai solusi pembayaran UKT. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, pemerintah bukannya menolong malah menjerumuskan rakyat ke lubang yang lebih dalam. Bukti bahwa pemerintah lepas tangan dari kewajibannya. Apalagi jika berbicara tentang pinjol maka erat kaitannya dengan riba. Rakyat dibiarkan menderita di dunia dan akhirat. Begitulah cara pandang penguasa yang menganut sistem kapitalis. Tak perduli halal haram, yang penting keuntungan diraih sebanyak-banyaknya.

Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba) maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”(QS Al-Baqarah [2]: 275).

Juga terdapat sabda Rasulullah SAW, “Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah.” (HR Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masalah pendidikan generasi. Karena bagaimanapun juga, masa depan bangsa ini ada di tangan generasi. Melakukan yang terbaik demi kemajuan pemikiran generasi adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan bangsa. Karena dari pendidikan yang berkualitas akan terlahir SDM yang unggul. Jika pendidikan generasi mengandung hal yang ribawi, wajar jika generasi yang dihasilkan adalah generasi rusak yang ketika menjadi pemimpin pun akan melakukan kebijakan yang rusak dan zhalim.

Melihat pentingnya pendidikan, Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan pokok (primer) rakyat yang disediakan oleh negara dan diberikan kepada rakyat dengan biaya murah, bahkan sangat mungkin gratis karena negara Islam memiliki sumber pemasukan yang beragam dan besar jumlahnya. Selain itu, semua individu rakyat mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa menikmati pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari prasekolah, dasar, menengah hingga pendidikan tinggi.

Adapun sumber pembiayaannya bisa berasal dari individu warga secara mandiri, infak/donasi/wakaf dari umat untuk keperluan pendidikan, serta pembiayaan dari negara. Bagian pembiayaan dari negara inilah yang porsinya terbesar. Islam tidak akan mengambil dari sumber yang haram. Selain itu, infrastruktur pendidikan, sarana dan prasarana, serta apapun penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan akan diatur sebaik-baiknya sesuai dengan syariat Islam. Dengan begitu akan terlahir generasi yang beriman dan bertakwa yang akan membangun peradaban yang gemilang. Wallahua’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update