Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mampukan E-Sport Mengembangkan Potensi Pemuda?

Saturday, July 13, 2024 | Saturday, July 13, 2024 WIB

By : Fifi

Kini Kalimantan Timur, tepatnya Kutai Kartanegara memiliki Esport Game Room yang memfasilitasi gamers untuk mengembangkan potensi mereka di dunia esports. Esport Game Room berada di dalam Gedung Bela Diri Kompleks Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dikelola oleh ESI Kutai Kartanegara, selaku organisasi induk cabang olahraga elektronik. Ruang khusus para gamers ini diluncurkan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Esport Game Room ini akan berfungsi sebagai wadah pemenuhan Training Center (TC) bagi para atlet Esport di Kutai Kartanegara.
Tujuannya, untuk melahirkan talenta-talenta pemain game online profesional yang meraih prestasi di kancah nasional dan internasional.

Edi Damansyah juga mengungkapkan bahwa olahraga e-sport ini bisa menjadi profesi pemuda, dengan begitu profesi ini yang nanti akan memberikan kontribusi untuk ekonomi.

Potensi generasi yang memliki puncak demografi memang harus dimaksimalkan. Potensi dalam generasi sangat beragam, bukan hanya sebatas pemenuhan esport, dll. Harusnya fasilitas difasilitasi untuk bisa mengoptimalkan potensinya, contoh pada intelektual, sains, teknologi, bukan gamer. Kebanggaan keliru sebagai pemain game online profesional berprestasi di kancah nasional dan internasional.

Generasi saat ini adalah agen perubahan. Para agen perubahan tidak seharusnya difokuskan dalam mengembangkan potensinya di esport yang nyatanya potensi tersebut mampu diarahkan yang lebih besar lagi.

Mirisnya, pemuda hari ini banyak yang tersesat dari potensi besarnya, khususnya sebagai agen perubahan. Lihat saja, pada era digital, pemuda tidak ubahnya mesin ekonomi, bumper, dan tidak sedikit pula yang bahkan menjadi tumbal sampah peradaban.

Hal ini terjadi dikernakan pemuda tidak memahami jati diri sebenarnya. Tidak mengetahui arah hidup yang sebenarnya. Umat tidak mengetahui hidupnya dikarenakan saat ini sedang hidup di kehidupan kapitalisme sekulerisme.
Pemuda muslim adalah harapan masa depan umat. Apabila kondisi pemuda muslim hari ini penuh ketaatan kepada Allah Taala, menjadi cerahlah masa depan umat Islam. Apabila kondisi kaum mudanya buruk, suramlah nasib umat Islam di kemudian hari.

Pemuda dalam Sejarah islam menjadi pemuda yang menharumkan Namanya karena memuliakan islam. Para ulama mendidik kaum muda agar kelak muncul generasi peneru umat yang melanjutkan estafet peradaban.

Oleh sebab itu banyak sekali didapati ilmuwan-ilmusan muslim yang memiliki trobosan-terobosan baru pada masanya, nyatanya bukan hanya sekedar ilmuwan, tapi mereka juga merupakan seorang ulama yang sangat memahami agamanya.

Saatnya para pemuda muslim bangkit dari dan sadar bahwa di pundaknya kelak akan diletakkan Amanah untuk memimpin umat dan membangun negeri. Generasi yang akan menjadi agen perubahan, agen perbaikan.

Saatnya pemuda melakukan perubahan yang menyeluruh, bukan hanya sekedar perbaikan parsial. Tetapi pemuda yang dapat mengubah pemahaman Masyarakat yang saat ini terjerat dalam penjara kapitelis sekuler liberalis pluralisme, menjadi Masyarakat Islam yang tunduk patuh hanya pada Allah dan Rasul-Nya.

Islam hadir untuk memaksimalkan peran pemuda pada hal positif dengan surport sistem, di antaranya sistem pendidikan Islam. Dalam islam mengatur sistem Pendidikan islam dibawah naungan khilafah Islamiyah. Di dalamnya umat akan mendapatkan Pendidikan yang berasaskan akidah islam yang akan melahirkan pemuda yang kukuh keimanannya dan mendalam pemikiran Islamnya (tafaqquh fiddin).

Oleh karena itu, penguasa wajib ikut andil dan bertanggung jawab secara penuh dalam penyelenggaraan Pendidikan warganya. Penguasa harus mengembangkan potensi pemuda dalam Islam untuk kebangkitan Islam. Hal ini bisa terjadi jika islam diterapkan secara kaffah dalam naungan khilafah islamiyyah. Wallahu a’lam bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update