Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kolaborasi Budaya Lintas Agama di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar. Toleransi Kebablasan

Sunday, July 21, 2024 | July 21, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:52Z

Oleh : Nina Iryani S.Pd

Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo kota Banjar, Jawa Barat menggelar acara tasyakur hari lahir (Harla) ke 64.

Kegiatan ini juga sekaligus Haul Simbah K.H Abdurrohim ke-27 dan Masyayikh Ma’ad yang berlangsung di aula utama pondok pesantren, Kamis (18/7/2024).

Koordinator umum acara Gus Abdurohman Wahid, mengapresiasi kehadiran saudara-saudari non muslim ke pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo kota Banjar.

Kebhinekaan seni budaya lintas agama dipertontonkan melalui kolaborasi seni budaya Gamelan Ki Pamanah Rasa dan Grup Angklung Silih Asih dari Gereja Katolik Santo Filipus.

Menurut ketua panitia, Gun Gun Gunawan Abdul Jawwad, “pagelaran seni budaya lintas agama ini memberikan pesan tentang penting hidup berdampingan dengan sesama.umat walaupun berbeda keyakinan”

Lesbumi NU, Kiyai Ma’mun Syarif menambahkan:

“Sekat atau perbedaan lintas agama saat seni budaya dikolaborasikan seperti gamelan dan angklung dipadukan itu, menghasilkan harmoni yang indah”

Menurut Pastur Gereja Katolik Santo Filipus, Banjar Romi Gatot:

“Kolaborasi seni budaya lintas agama itu menyajikan semangat bhineka tunggal Ika”

Peristiwa itu mengingatkan kita pada Rasulullah SAW yang telah bersabda:

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, ‘lalu ada yang menanyakan kepada Rasulullah SAW ,’ apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?’ beliau menjawab “selain mereka lantas siapa lagi?.”
(H.R Bukhari nomor 7319).

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta samapi jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, penj) pasti kalian pun akan mengikutinya”, kami (para sahabat) berkata “wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani?’, Beliau menjawab, lantas siapa lagi?.”
(H.R Muslim nomor 2669).

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
(H.R Ahmad 2:50 dan Abu Dawud nomor 4031. Syaikul Islam dalam Iqtidho’ 1:269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyud/bagus. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Ghalil nomor 1269).

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami.”
(H.R Tirmidzi nomor 2695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Hasan).

Keserupaan dalam perkara lahiriyah bisa berpengaruh dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu kita dilarang Tasyabuh dengan orang kafir.

Jika dalam perkara adat (kebiasaan) saja kita dilarang Tasyabuh dengan mereka, bagaimana lagi dalam perkara yang lebih dari itu.

Demikian dalam Islam umat Islam hanya boleh berinteraksi dengan non muslim:
1. Dalam perdagangan halal dan toyyib (baik).
2. Dalam pendidikan umum non akidah.
3. Dalam perkara politik persenjataan namun di bawah naungan Islam (kafir dzimmi).

Sedangkan di dalam Islam dilarang berinteraksi dengan non muslim sekalipun itu kafir dzimmi (kafir yang taat dibawah naungan Islam) :
1. Dilarang dalam hal ibadah dan kebiasaan (adat).
2. Dilarang Tasyabuh (mengikuti kebiasaan dalam ritual agama mereka).
3. Dilarang menjadikan mereka (non muslim) sahabat atau teman dekat.
4. Dilarang menjadikan mereka (non muslim) sebagai pemimpin kaum dan negara.

Demikian Islam menjelaskan seharusnya toleransi seperti apa yang dibolehkan. Dan toleransi apa yang kebablasan bahkan toleransi yang merusak akidah umat Islam.

Saatnya kembali menuju Islam kaffah agar akidah umat muslim terlindungi, tinggalkan sistem sekuler yang membuat bingung orang berilmu, yang membuat orang awam makin tidak tahu harus bertaklid pada yang mana dan yang membuat para ulama diam melihat kejahatan dan kerusakan akidah.

Wallahu’alam bissawab.

×
Berita Terbaru Update