By : Hidayati Hijjah Nasution, S.Pd, Mahasiswi Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Mabuk kecubung saat ini tengah menjadi fenomena yang menjamur di tengah-tengah masyarakat khususnya wilayah Banjarmasin. Fenomena ini menjadi masalah yang besar dan layak menyita perhatian publik. Tidak tanggung-tanggung, fenomena mabuk kecubung ini telah menelan banyak orang yang berujung pada pengrusakan mental hingga penghilangan nyawa orang yang mengkonsumsinya. Dilansir dari Kompas.com, fenomena mabuk kecubung baru-baru ini telah menyebabkan tewasnya 2 orang warga Banjarmasin dan puluhan orang lainnya harus menerima perawatan di Rumah Sakit Jiwa sebab mengalami gangguan mental setelah mengonsumsi kecubung. Mabuk kecubung yang dilakukan oleh warga yang notabennya adalah generasi muda tersebut diduga dilakukan secara sengaja dengan dibuktikan oleh tindakan mengoplos kecubung dengan obat-obatan dan alkohol. (Kompas.com, 10/7/2024)
Kecubung yang merupakan sejenis tumbuhan yang biasanya tumbuh liar di ladang ternyata mengandung senyawa kimia yang beracun hampir di setiap bagiannya. Sehubungan dengan fakta ini, Zullies Ikawati selaku Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa mengkonsumsi tumbuhan kecubung bisa sangat berbahaya sekalipun hanya dikonsumsi dalam dosis yang kecil dapat mmenimbulkan efek yang serius seperti halnya halusinasi, gangguan mental bahkan kematian. Sangat disayangkan bahwa tumbuhan kecubung yang jelas keberbahayaannya ini ternyata malah digunakan generasi muda untuk mabuk kecubung.
Generasi muda yang merupakan harapan masyarakat untuk melakukan perubahan hakiki atas kondisi yang tidak ideal kini nyatanya justru menjadi beban moral di tengah-tengah masyarakat. Generasi muda yang diharapkan untuk menghadirkan solusi atas masalah masyarakat nyatanya dalam menyelesaikan masalahnya sendiri pun ia tak mampu. Mental kuat dan tangguh tak tampak pada pemuda saat ini dan yang terlihat adalah pemuda yang bermental lemah dibuktikan dengan fenomena mabuk kecubung yang digandrungi oleh pemuda.
Potret generasi muda yang mabuk kecubung ini pun semakin memperjelas gambaran pemuda hasil bentukan sistem pendidikan sekuler di negara kapitalis sekuler. Sistem pendidikan sekuler yang sengaja dipisahkan dari agama (pedoman hidup dari Allah SWT) nyatanya telah melahirkan generasi yang berwatak lemah, pragmatis serta liberal sehingga menjadikannya gamang dan tak tentu arah dalam melangsungkan kehidupannya. Generasi semacam ini pun akan mengalami kesulitan dalam menghadapi realitas kehidupan yang ia temukan hingga akhirnya dengan liberalnya memilih untuk mebuk kecubung untuk menghilangkan kesadarannya tanpa mempertimbangkan keharoman dan bahaya dari tindakan mabuk kecubung tersebut.
Berharap kepada sistem kapitalisme untuk memberi solusi tuntas atas persoalan generasi muda yang ramai-ramai mabuk kecubung ini adalah sebuah ilusi yang yang tidak akan pernah terjadi. Karna sejatinya persoalan pemuda mabuk kecubung ini adalah buah dari penerapan sistem kapitalisme itu sendiri. Menerapkan sistem kapitalisme sekulerisme untuk mengatur kehidupan kita adalah muara dari semua masalah yamg saat ini kita temukan di setiap lini kehidupan baik itu pendidikan, ekonomi, pergaulan, dan sebagainya.
Sejatinya fenomena rusaknya generasi muda tidak akan kita jumpai di negara yang menerapkan sistem Islam kaffah dalam mengatur roda kehidupan. Negara yang mengemban sistem Islam kaffah akan menjalankan setiap lini kehidupan dengan aturan Islam. Begitu pula dengan pendidikan yang diberikan kepada rakyat akan berbasis kepada pendidikan yang diinginkan oleh Syara’ dengan melahirkan generasi lulusan yang berkepribadian Islam sehingga terbentuk pola fikir dan pola sikap yang berlandaskan kepada akidah dan syariat Islam. Atas dasar hal tersebut, akan sangat sulit dijumpai generasi yang melanggar syariat Islam seperti halnya mabuk kecubung.
Sungguh dengan menerapkan Islam secara kaffah (sempurna) dalam naungan khilafah-lah yang akan mampu menuntaskan permasalahan generasi mabuk kecubung ini dan hanya dengan Islam lah generasi muda (pemuda) akan terbentuk menjadi generasi yang berkepribadian Islam dan bermental kuat. Dengan demikian, penerapan sistem Islam secara kaffah merupakan solusi sistemik atas berbagai problematika yang saat ini dihadapi oleh masyarakat termasuk salah satunya fenomena generasi muda mabuk kecubung
Wallahua’lam bish-showab.
No comments:
Post a Comment