Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bercanda berujung Maut, salah Siapa?

Thursday, July 18, 2024 | Thursday, July 18, 2024 WIB

Oleh: Winnarti Amd.AFM

Generasi gen z hari ini sangat memprihatikan, ditengah kecanggihan ilmu dan teknologi justru melakukan hal-hal yang jauh dari kata bermanfaat, alih-alih inovatif dan kreatif justru yang terlihat adalah konyol.

Fajar Nugroho siswa SMA negeri 1 Cawas Kabupaten Klaten, yang diketahui sebagai ketua OSIS itu meninggal dunia usai diceburkan ke kolam oleh teman-temannya saat merayakan ulang tahun Senin (08/07/2024) Kompas.TV
Peristiwa ini jelas sangat disayangkan, sikap bercanda yang pada akhirnya berujung maut. Merayakan ulang tahun dengan kejutan menjadi tren bagi remaja, bisa jadi merupakan bentuk eksistensi diri.

Eksistensi diri ini ada pada setiap manusia yaitu berupa naluri ( gorizah baqo), naluri ingin terlihat hebat, terkenal, eksis dan populer. Ini wajar dan perlu pengelolaan khusus terkait naluri ini bagaimana cara pemenuhan nya.
Disisi lain prilaku remaja seringkali sepontan tanpa disertai pemikiran mendalam karena ketidak pahaman terhadap kaidah berpikir dan beramal serta adanya pertanggung jawaban atas setiap perbuatan.

Demikian pula abainya atas resiko yang mungkin terjadi. Sering kali perbuatan dilakukan sekedar untuk bersenang- senang, seru seruan, happy fun, dan iseng iseng aja, jauh dari perbuatan produktif.

Inilah buah dari Sistem pendidikan sekuler kapitalis yang menghasilkan generasi instan, spontan, berpikir pragmatis, Paktis gak mau ribet dan takut susah. Didukung juga dengan sistem pergaulan yang bebas, sehingga generasi sekarang berpikir, berbuat dan berekspresi semaunya dan sebebasnya. Ditambah lagi dengan pengaruh sosial media yang menampilkan conten conten Ng-prank. Sehingga nyawa jadi bahan prank an.

Belum lagi di lingkungan keluarga yang ibu dan ayah bekerja berkarir dan tak punya waktu banyak mendampingi remaja remajanya sehingga kurang nya nasihat atau batasan benar salah nya perbuatan. Negara juga harusnya memiliki andil dalam penjagaan generasi, karna mereka lah calon calon pengukir peradaban.
Lahir disistem kapitalis sekuler sungguh menjadi tantangan besar untuk gen z, tak pandai pandai membawa diri, memilih memilah aktivitas, bergaul yang cerdas membentengi diri dengan ilmu dan iman, berkumpul dengan orang orang soleh, belajar Islam kaffah, maka jurang kemaksiatan menganga lebar siap menggelincirkan kapan saja.

Sudah saatnya pemuda bangkit dengan Islam yang kaffah mengembalikan lagi peradaban yang mulia, goreskan lagi tinta tinta emas peradaban, mengembalikan lagi kehidupan Islam. Islam memiliki sistem pendidikan yang mengajarkan kaidah berpikir benar yang akan menghasilkan amal produktif yang dihasilkan dari berpikir mendalam dan cemerlang. Menghasilkan karya karya yang hebat untuk memudahkan umat dalam beribadah kepada Allah SWT.
Allahua’lam bishawwab …

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update