Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perselingkuhan Marak, Pergaulan Bebas Tanpa Batas

Sunday, June 02, 2024 | Sunday, June 02, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:24Z

Oleh Nurlina

(Praktisi Pendidikan)

 

Persoalan kekerasan perempuan seakan tidak pernah sepi dari pemberitaan, kekerasan yang terjadi bukan hanya di kalangan masyarakat umum. Namun ini terjadi dikalangan aparatur sipil negara (ASN ).Hal tersebut diungkapkan oleh Perwakilan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita ( BKOW ) Kaltim, Marliana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DKP3A ) Kaltim Noryan Sorayalita menyebut Pemprov Kaltim telah melaksanakan program pencegahan perselingkuhan di lingkungan ASN. Salah satunya dengan mewajibkan memasang foto keluarga di tempat kerja.

Terlepas dari program yang ingin diterapkan, nyatanya kasus perselingkuhan kembali terjadi . Data Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) selama periode 2020 – 2023 terdapat 172 pelanggaran terkait permasalah yang diantaranya perselingkuhan. Kasus yang terbaru yaitu perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu anggota Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur berinisial ( AE ). Kasus perselingkuhan antara AE dan IR terungkap setelah suami dari IR berhasil mendapatkan bukti chat mesra antara AE dan istrinya IR (29/2/2024).

Hal tersebut membuktikan bahwa kasus perselingkuhan yang terjadi terus berulang, Lantas apa akar masalah dari maraknya perselingkuhan, efektifkah memasang foto keluarga di lingkungan kerja?

Pergaulan Bebas Tanpa Batas

Sejatinya banyak faktor yang menjadi penyebab maraknya perselingkuhan. Adanya rasa ketidakpuasan terhadap salah satu pasangan, entah karena fisik yang mulai menua, kurangnya komunikasi , rasa bosan dan ekspektasi yang tinggi terhadap pasangan masing – masing.

Perselingkuhan yang marak terjadi tidak hanya melibatkan yang lajang saja tapi juga pasangan yang sudah menikah. Seperti kasus perselingkuhan yang melibatkan ASN, ini disebabkan karena interaksi dan komunikasi yang terjalin setiap hari menyebabkan kedekatan yang semakin erat antar teman sekantor.

Menanggapi program pencegahan perselingkuhan yang diusung oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DKP3A) yang mewajibkan memasang foto keluarga ditempat kerja. Perselingkuhan yang banyak menimpa ASN tidak bisa dicegah dengan memasang foto pasangan atau keluarga. Pergaulan bebas tanpa batas mewarnai lingkungan kerja. Belum lagi stimulus pakaian( pakaian yang membuka aurat/ pakaian dinas kantor ) , media on line dan dinas luar yang mengharuskan ikhtilat atau campur baur.

Berbagai imbauan terus digaungkan agar memasang foto keluarga, dengan dalih agar setiap PNS selalu teringat kepada keluarga demi menghindari perselingkuhan. Tapi faktanya perselingkuhan tetap saja terjadi, ini karena faham kebebasan yang diadopsi menjadikan individu – individu tumbuh menjadi pribadi tanpa aturan. Oleh karena itu memasang foto bukanlah solusi, harusnya segala perbuatan rujukannya kepada hukum syara’ ( Wajib, sunnah , mubah , makruh dan harom ).

Faktor lain yang mewarnai banyaknya perselingkuhan karena kesibukan masing – masing pasangan . Komunikasi yang kurang terjalin diantara suami dan istri , disamping kesibukan istri dengan urusan anak dan rumah, sedangkan suami sibuk dengan aktivitas mencari nafkah. Belum lagi jika terpaksa seorang istri ikut membantu dalam hal memenuhi kebutuhan keluarga dimana peluang komunikasi semakin sulit.

Tak hanya soal komunikasi , arus sekularisme yaitu faham yang memisahkan agama dari kehidupan. Menganggap aturan agama hanya untuk mengatur ibadah ritual saja. Minimnya ilmu agama tentang batasan interaksi antara laki – laki dan perempuan , larangan bercampur baur. Aurat seorang muslimah yang diumbar juga turut andil dalam banyaknya kasus perselingkuhan yang terjadi.

Faham sekularis liberalisme ( faham yang memisahkan agama dari kehidupan dan mengagungkan kebebasan ), yang saat ini diadopsi oleh negara kita telah berhasil merubah pemikiran generasi. Melahirkan generasi bebas tanpa batas , manusia diberi ruang untuk berbuat apa saja tanpa takut dosa dan bahaya.

Islam Solusi Tuntas

Begitu kompleks masalah yang dihadapi oleh negara ini, masalah perselingkuhan khususnya dimana faktor utama dimulai dari sistem pendidikan yang jauh dari memahamkan aqidah, komunikasi, hingga pergaulan bebas.

Berkaca dari problem diatas, dengan segala bentuk permasalahan yang kompleks maka kita butuh suatu solusi yang mampu memecahkan persoalan sampai ke akarnya. Islam adalah agama yang sempurna yang Allah turunkan dengan seperangkat aturan untuk mengatur disemua sendi kehidupan manusia.

Dalam Islam, pergaulan antara laki – laki dan perempuan diatur. Ada 3 perkara dimana interaksi itu boleh terjadi yaitu pertama di tempat – tempat umum ( Pasar, halte dll), kedua di lingkungan pendidikan dan ketiga dalam dunia kesehatan.

Setiap pasangan sebelum memasuki sebuah pernikahan, hendaknya faham dan punya visi misi yang sama selama menjalani sebuah pernikahan. Termasuk disini bagaimana menghadapi masalah dalam dunia pernikahan, sehingga tujuan yang sakinah mawaddah warahma dapat diwujudkan.

Dalam kasus perselingkuhan, hendaknya setiap muslim harus faham bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang diharamkan dan dibenci oleh SWT. Perselingkuhan bukan hanya menghianati pasangan dan anak, tapi yang terpenting melanggar janji pada saat mengucapkan akad nikah yang sekaligus penjanjian langsung kepada Allah SWT.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Anas bin malik ra mengatakan ” ketika khianat terjadi dalam suatu rumah, akan hilanglah keberkahan” ( makrimal akhlak, karya Al khara’ hal 155).
Dalam ayat Alquran juga disebutkan ” Wahai orang – orang yang beriman! Janganlah menghianati Allah dan Rasul dan ( juga ) janganlah kau menghianati amanah yang dipercaya kepadamu, sedangkan ku mengetahui” ( Q.S An – Anfal : 27 ).

Selain itu kita butuh support sistem dari semua pihak , Individu yang faham akan posisinya sebagai hamba yang senantiasa taat dan tunduk atas segala yang Allah perintahkan. Ada konsekuensi atas segala perbuatan yang kita lakukan, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.

Ada kontrol masyarakat yang senantiasa saling mengingatkan, massif dalam aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar. Dan yang tidak kalah penting negara yang punya wewenang tertinggi dan tanggung jawab yang penuh terhadap masyarakat.
Negara dalam hal ini wajib menerapkan sistem Islam , dimana sistem ini mempunyai perisai yang kokoh untuk membela, mempertahankan dan menjaga kemuliaan umat.
Disamping itu, Negara akan menerapkan sanksi tegas kepada para pelaku kemaksiatan yang pastinya akan membuat efek jera kepada para pelakunya.

Demikianlah ketika Islam diterapkan secara sempurna, dimana Allah menurunkan Islam bukan hanya sebatas aturan dalam hal ibadah ritual saja. Tapi Islam sempurna mengatur seluruh aktifitas manusia termasuk dalam hal pergaulan. Pergaulan yang bersih senantiasa berada dalam koridor hukum syara sehingga terwujud rumah tangga yang sakina mawaddah dan warahmah yang akan melahirkan generasi peradaban.

Wallahu a’lam bisowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update