Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengangguran! Bukti Gagalnya Negara Memenuhi Lapangan Pekerjaan

Sunday, June 02, 2024 | Sunday, June 02, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:23Z

Oleh : Tutik Indayani
Pejuang Pena Pembebasan

 

Pengangguran adalah kata yang sangat ditakuti oleh sebagian masyarakat terutama bagi para gen-z yang telah menyelesaikan pendidikannya ditingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan maupun Perguruan Tinggi.

Mengutip dari Kompas..com, Badan Pusat Statistik (BPS), mengungkapkan bahwa hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi-z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in Employment, education and training/NEET).

Bila dirinci lebih lanjut, anak muda yang paling banyak masuk dalam kategori NEET justru ada di daerah perkotaan yakni sebanyak 5,2 juta orang dan 4,6 juta di pedesaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengungkapkan banyak dari pengangguran berusia muda tersebut tercatat baru lulus SMA sederajat dan perguruan tinggi.Usia mereka rata-rata 18-24 tahun, yang selesai lulus SMA, SMK atau mereka lulus perguruan tinggi, jumat (24/5/2024)

Penyebab Gen-Z Banyak yang Menganggur

Menurut pemerintah faktor utamanya adalah kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja dan faktor yang lain adalah turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

Sebenarnya semua itu disebabkan karena diterapkannya sistem kapitalis.
Sistem kapitalis merupakan sistem buatan manusia yang menghilangkan peran negara sebagai pengatur urusan rakyat.

Rakyat dibiarkan memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri tanpa ada jaminan dari negara, seperti penyediaan lapangan pekerjaan yang luas, pemberian pendidikan terbaik, pelatihan kemampuan bekerja secara gratis dan lain-lain.

Sistem ini menjadikan negara hanya bertindak sebagai regulator yang menjadikan hampir seluruh aspek kehidupan dikuasai para korporat (pemilik modal). Apalagi bila dikelola pemodal asing, selain berinvestasi mereka juga akan membawa tenaga kerja dari negaranya sendiri. Akibatnya walau banyak lahan pekerjaan, masih banyak pengangguran, karena lahan yang tersedia hanya untuk tenaga kerja asing. Seandainya tersediapun hanya sebagai buruh atau pekerja kasar dengan gaji minimum.

Semakin banyaknya pengangguran bukti kegagalan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan. Dan juga menunjukkan lemahnya industrialisasi karena industri yang ada bukan berdasarkan kebutuhan namun berdasarkan keinginan investor.

Bila umat masih menerapkan sistem sekularisme kapitalis, maka umat akan terus mengalami keterpurukan dan masalah pengangguran bukan semakin berkurang, malah semakin bertambah, bukan itu saja masalah-masalah sosial yang lain akan bermunculan seperti meningkatnya angka kemiskinan, angka kriminalitas.

Islam Solusi Pengangguran

Hanya dengan penerapan sistem pemerintahan Islam dalam naungan khilafah, negara memiliki visi menjamin semua kebutuhan primer warga negaranya.

Negara akan menjalankan mekanisme praktis dalam upaya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan hingga menghapus pengangguran dengan menerapkan sistem ekonomi Islam.

Dalam ekonomi Islam memiliki prinsip kepemilikan yang khas, yang membagi antara kepemilikan negara, kepemikian umum dan kepemilikan individu.
Sumber daya alam yang melimpah dan tidak terbatas jumlahnya, ditetapkan sebagai kepemilikan umum. Karena itu diharamkan untuk dikuasai individu, bahkan oleh negara seperti yang terjadi pada sistem kapitalisme.

Negara diperintah syariat hanya untuk mengelola sumber daya alam dan menggunakan hasilnya sebagai modal untuk mensejahterakan rakyat. Khususnya melalui jaminan pemenuhan hak kolektif rakyat, seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, layanan infrastruktur dan fasilitas umum lain sehingga tercipta kehidupan yang layak, kondusif dan lain-lain.

Dengan sumber daya alam dikelolah oleh negara, dapat dipastikan memiliki sumber pemasukan keuangan yang luar biasa besarnya. Belum lagi sumber kekayaan milik umum yang berupa padang gembalaan dan perairan yang potensi pengembangannya juga sangat besar.

Negara juga akan meningkatkan etos kerja dan produktivitas kerja masyarakatnya yang mampu bekerja dengan pemberian pendidikan keterampilan kerja sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Sehingga negara menjamin setiap ayah atau para wali mendapatkan pekerjaan yang layak yang memungkinkan bagi mereka memperoleh harta untuk menafkahi keluarga yang ditanggungnya.

Lapangan pekerjaan dibuka seluas-luasnya oleh negara. Pengelolaan sumber daya alam secara mandiri oleh negara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan dibanyak lini, mulai tenaga ahli sampai tenaga terampil.

Bila semua masalah negara dikelola dengan baik dan benar dengan didasari atas dasar tanggungjawab dan keimanan di hadapan Allah SWT, maka akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi, meminimalisir munculnya banyak masalah. Rakyat dapat hidup tenang dalam menjalani kehidupan.

Aturan seperti inilah yang sejatinya dirindukan rakyat dan yang harus gencar disuarakan oleh para pendemo untuk mengganti sistem kapitalis menjadi sistem Islam.

Wallahua’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update