Di dalam Islam, pemimpin itu laksana gembala yang harus mengurusi gembalaannya.
“Di dalam Islam Allah memerintahkan amir (pemimpin) itu laksana gembala, sebagaimana pengembala kepada gembalanya,” ujar Mubalighah Lies Kareema dalam forum Kajian Keluarga Sakinah: Takwa Hakiki, Meraih Ridha Ilahi, Ahad ( 26/05/2024) di Masjid Jami Al-Huda, Depok.
Ia pun menambahkan, maka ia (pemimpin) akan sepenuh hati mengurusinya dengan mencarikan makanan menjaga kebersihan gembalanya sampai mengobati dan merawat ketika gembalnya luka.
“Seperti itulah perumpamaan pemimpin. Dari sisi pribadinya itu layaknya seorang gembala, ia akan berusaha mengatur rakyatnya yang begitu banyak ini, apabila ia seorang yang bertakwa tentu akan menggunakan petunjuk dari Allah dengan sebaik-baiknya,” terangnya.
Dalam Al-Qur’an, lanjutnya, dijelaskan bahwa hidup itu hanya untuk beribadah kepada Allah, hidup itu bukan untuk menumpuk-numpuk harta, bukan pula untuk bermewah-mewah apalagi pamer. Tapi hidup itu untuk beribadah kepada Allah dengan mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hingga ia akan menjadi pemimpin yang bertakwa.
“Kenapa pemimpin saat ini belum seperti itu?” tanyanya kepada puluhan peserta kajian yang hadir.
Berarti, jelasnya caranya saat ini harus mencontoh dari Rasulullah. Seperti apa Rasul mencontohkan, Rasul mendakwahkan Islam di tengah-tengah masyarakat, menasihati pemimpin ketika sudah melanggar syariat.
“Begitulah seharusnya melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar, agar ketakwaan yang hakiki bisa terwujud,” pungkasnya.[]Sari Liswantini
No comments:
Post a Comment