Oleh : Ratih Ramadani, S.P
(Praktisi Pendidikan)
Generasi muda ialah harapan sebuah bangsa. Generasi yang akan mengisi peradaban. Generasi yang diharapkan mampu melahirkan perubahan ke arah yang lebih baik dan membawa peradaban menjadi peradaban yang gemilang.
Video aksi bullying atau perundungan terhadap anak di bawah umur di Bandung, viral di media sosial TikTok. Video itu viral dan dibagikan ulang melalui media sosial, salah satunya lewat akun X atau Twitter @basebdg, Sabtu (27/4/2024).
Artikel ini telah tayang di Kompas..com dengan judul “Viral di Tiktok, Video Bullying Anak di Bandung Sebut Nama Jenderal TNI, Polisi Buru Pelaku”,
Dalam video yang beredar, tampak pelaku meminta seorang anak laki-laki membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya.
Remaja di Kota Bandung menjadi viral di media sosial Instagram karena melakukan perundungan dengan cara memukul hingga menjerit dan menyiarkannya secara langsung di akun Tiktok. (jabar..idntimes.com, 27/4/2024)
Mengerikan sekali. Generasi saat ini sudah banyak yang berani menampilkan tindak kekerasan kepada khalayak umum. Bahkan, perundungan nya pun ditayangkan secara live. Seolah tidak takut akan konsekuensi yang akan didapatkan setelah kejadian tersebut. Juga, seolah menjadi sebuah kebanggaan berperilaku demikian.
Lalu, apakah yang menyebabkan seseorang dengan tega melakukan perundungan?
Sekularisme dalam Kehidupan
Bullying yang masih ada saat ini merupakan hasil dari kehidupan yang tidak diiringi oleh tuntunan agama. Pemisahan agama dari kehidupan atau biasa disebut sekularisme akan melahirkan kebebasan. Kebebasan inilah yang digunakan banyak individu untuk melakukan tindak kejahatan, salah satunya ialah bullying atau perundungan yang dilakukan oleh remaja.
Tanpa ajaran agama yang dipakai dalam kehidupan, individu akan bertindak semaunya, sebebasnya, tidak memikirkan apakah perbuatan tersebut akan berdosa jika dilakukan. Apalagi bagi remaja yang emosinya masih meledak-ledak, dia akan mudah tersulut. Bisa jadi, dia berpikir masa bodoh terhadap konsekuensinya, baik itu sanksi hukum ataupun dosa.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa agama yang terabaikan perannya dalam kehidupan, memengaruhi berbagai aspek, yaitu ketakwaan individu yang lemah, kurangnya peran keluarga, sistem pendidikan, media massa yang bebas dalam mengaksesnya, lingkungan masyarakat yang individualis, serta penegakkan sanksi yang kurang tegas dan tidak membuat jera. Sehingga, generasi muda kurang mendapat jaminan keamanan. Dan lagi, standar kehidupan generasi kini merupakan hal yang semu. Mereka menjadikan kepuasan duniawi sebagai tolak ukur. Rusaknya kapitalisme telah merusakkan generasi, menjadikan generasi jatuh dalam kemaksiatan. Bullying dilakukan secara terbuka bahkan secara live, menggambarkan kejahatan tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk, bahkan wajar dan keren. Sikap ini menunjukkan adanya kesalahan dalam memandang keburukan, yang mengindikasikan adanya gangguan mental. Di sisi lain, bullying hari ini makin parah dan marak. Bullying merupakan buah buruk banyak hal, diantaranya rusaknya sistem Pendidikan, lemahnya tiga pilar penegak aturan (ketakwaan individu, control Masyarakat dan negara yang menerapkan aturan), bebasnya media massa, termasuk lemahnya sistem sanksi.
Islam Solusi Terbaik
Maraknya perundungan tidak bisa dipisahkan dari peran keluarga dan lingkungan. Akses informasi yang bebas dalam media sosial pun berpengaruh pada aksi perundungan. Dimana setiap orang, termasuk remaja, dapat melihat berbagai tontonan, entah itu yang baik maupun yang menyesatkan.
Akan tetapi, biang masalah dari semua hal ini ialah sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan. Dari sekularisme ini akan muncul liberalisme yang membuat individu serba bebas karena merasa memiliki kebebasan bertingkah laku. Sehingga, aturan Islam pun makin terlupakan.
Begitulah buruknya sistem sekuler kapitalisme. Sistem yang dapat merusak generasi. Sistem ini pula yang mampu menjauhkan generasi dari Islam. Maka dari itu, sudah selayaknya sistem yang rusak dan merusak ini ditinggalkan.
Islam lah yang memberikan jaminan dan standar kehidupan terbaik. Allah Swt. berfirman,
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran [3]: 110).
Sebagai manusia, individu, dan generasi, sangat membutuhkan sistem kehidupan yang jelas halal-haram nya. Sistem tersebut merupakan sistem Islam. Sistem yang mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan hidup. Sistem Islam juga mampu mengatasi kasus perundungan atau bullying.
Untuk mengatasi kasus perundungan, Islam memberikan solusi dalam tiga pilar, yaitu ketakwaan individu, masyarakat Islam yang biasa melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar, dan negara yang tegas dalam menerapkan sanksi agar tercapai keadilan hukum.
Keluarga yang menjadikan akidah Islam sebagai dasar dalam melakukan perbuatan akan melahirkan individu yang bertakwa. Individu yang bertakwa ini tidak akan mau melakukan maksiat, karena kehidupannya bersama keluarga nya terikat dengan syariat Islam secara kafah. Namun, keluarga seperti ini memerlukan lingkungan tempat tinggal bersama masyarakat yang mendukung, sehingga dapat tinggal dengan nyaman.
Lalu, masyarakat pun harus memiliki pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama, yaitu peraturan yang berasal dari syariat Islam. Interaksinya pun sesuai dengan syariat Islam. Masyarakat nya terbiasa melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Masyarakat tidak akan bersikap individualis, tidak akan masa bodoh terhadap setiap kemaksiatan yang terjadi. Sistem pendidikan nya pun berasaskan pada akidah Islam. Sistem pendidikan seperti ini akan menghasilkan generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam.
Selanjutnya adalah aturan Islam kafah yang diterapkan oleh negara. Sehingga, sanksi yang tegas dan membuat jera pun terwujud bagi setiap pelaku kriminal. Sanksi inipun bersifat pencegah dan penebus. Pencegah bagi orang lain agar tidak melakukan tindak kejahatan yang sama. Dan, jika sanksinya diberikan kepada pelaku kejahatan, akan menjadi penebus dosanya.
Sistem Islam inilah yang akan memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Setiap individu akan merasa aman dan nyaman. Generasi pun akan terselamatkan dari berbagai hal yang merusak masa depan. Sehingga, generasi akan siap menjadi generasi tangguh yang membawa peradaban menjadi gemilang dengan Islam.
Allah Swt. berfirman,
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, ‘Mengapa kalian menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?’ Mereka menjawab, ‘Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb kalian dan supaya mereka bertakwa.’ Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya. Kami katakan kepadanya, ‘Jadilah kalian kera yang hina.’”
Wallahualam bisahawab.
No comments:
Post a Comment