Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

All Eyes on Rafah: Akhiri Penderitaan Palestina dengan Jihad dan Khilafah

Saturday, June 15, 2024 | Saturday, June 15, 2024 WIB

Oleh: Hamsina Halisi
(Pegiat Literasi)

 

Berbagai aksi seruan untuk bebaskan Palestina dari genosida Israel terus menggema. Tak hanya di wilayah Asia, tetapi sampai ke wilayah Eropa dan AS. Tak terkecuali di Indonesia, seruan aksi menggema du berbagai daerah, seperti Surabaya, Yogyakarta, Kendari, dan beberapa daerah lainnya. Seruan aksi ini sebagai bentuk solidaritas kaum muslim di seluruh dunia yang turut merasakan penderitaan muslim Palestina yang terus-menerus dibombardir oleh zionis Yahudi

Diketahui, serangan Zionis Israel ke daerah Rafah terus dilancarkan sejak Senin (6/5/2024). Hal ini kian memperpanjang kebrutalan Israel atas Palestina. Otoritas kesehatan Gaza mengatakan 45 orang tewas ketika kobaran api melanda sebuah kamp pengungsi akibat serangan Israel pada Minggu (26/5/2024) termasuk 23 wanita, anak-anak, dan orang lanjut usia. (CNNindonesia.com,30/5/2024)

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 36.171 orang telah tewas di wilayah tersebut selama lebih dari tujuh bulan perang antara Israel dan militan Palestina. Melihat kebrutalan zionis Israel tersebut, gelombang demonstrasi pun terus bermunculan di sejumlah kedutaan Israel di berbagai negara untuk meminta perang dihentikan. Bahkan, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyindir PBB sebagai lembaga kemanusiaan yang telah “mati”.

Maraknya aksi pro Palestina yang menggema di seluruh penjuru dunia adalah potret rasa kemanusiaan yang menggerakkan rasa keprihatinan terhadap warga Palestina. Namun, satu hal yang paling utama untuk melepaskan Palestina dari belenggu penjajahan zionis Israel ialah dengan membangun kesadaran umat. Dalam hal ini, umat haruslah sadar bahwa solusi hakiki untuk Palestina tak lain hanyalah dengan jihad dan tegaknya Khilafah.

Karenanya, pro atau dukungan terhadap Palestina bukan hanya sekadar melakukan pemboikotan terhadap produk-produk buatan Israel dan Amerika ataupun produk-produk yang terafiliasi keduanya. Melainkan, kesadaran umat ini adalah dengan terus mendakwahkan Khilafah sebagai solusi atas permasalahan umat. Sementara untuk jihad, umat hanya menunggu komando dari seorang pemimpin yang tak lain adalah Khalifah.

Hanya saja, umat belum menyadari bahwa produk paling berbahaya dari zionis Yahudi saat ini yakni demokrasi kapitalisme. Umat masih dininabobokan dengan sistem kufur tersebut sehingga pemikiran-pemikiran rusak terus merasuk ke dalam akal dan jiwa mereka. Seoerti, moderasi beragama, kesetaraan gender, feminisme, dsb.

Oleh karena itu, untuk membangun penyadaran umat secara hakiki terkait permasalahan Palestina maupun problematika umat lainnya, haruslah dibangun secara terstruktur, sistematis,dan massif. Dimulai dengan perubahan yang dibangun atas landasan akidah Islam. Umat Islam harus memahami bahwa seluruh kaum muslim terikat atas dasar ikatan akidah Islam bukan ikatan nasionalisme. Bahwa kaum.muslim itu bersaudara. Sehingga, setiap muslim pun akan merasakan sakit tatkala melihat muslim lainnya tersakiti dan tertindas. Inilah hakikat kaum muslim ibarat satu tubuh.

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam membangun akidah Islam ditengah-tengah umat, bisa dimulai dari pembinaan jama’i dan melakukan berbagai aktivitas politik. Akidah yang lurus dan kesiapan ini akan membentuk umat yang kuat, taat dan sigap melakukan amar makruf nahi munkar. Sehingga, umat siap meninggalkan pemahaman serta pemikiran-pemikiran kufur. Hal ini harus dilakukan secara massif ditengah-tengah umat, dengan berbagai uslub yang tentunya tidak menyalahi syari’at Islam. Bisa dengan memanfaatkan media sosial, yakni dengan membongkar kerusakan sistem demokrasi kapitalisme.

Apa yang terjadi pada muslim Palestina saat ini adalah akibat ketiadaan sistem Islam dan Khilafah. Kaum muslim bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Itulah yang dirasakan muslim Palestina dan seluruh muslim di dunia saat ini. Tak ada tempat untuk mengadu apalagi berlindung. Hingga saat ini, muslim Palestina di Rafah masih luntang-lantung tanpa arah tujuan di negeri mereka sendiri, bahkan sekadar mencari tempat berteduh yang aman dari serangan zionis Israel.

Seluruh kaum muslim yang turut sakit atas penderitaan Palestina, begitu berharap bahwa pemimpin-pemimpin yang ada di seluruh negeri muslim bergerak untuk membebaskan Palestina. Namun, sayang, lagi-lagi sekat nasionalisme menjadi jurang dan benteng pemisah yang kokoh. Pemimpin-pemimpin muslim di seluruh negeri hanya mampu mengecam tanpa memberikan pembelaan nyata, yakni dengan mengirimkan pasukan militer mereka.

Karena itu, umat muslim wajib memiliki pemahaman yang sahih agar terus mendakwahkan syari’ah dan Khilafah. Sebab, inilah tameng atau perlindungan hakiki umat atas seluruh problematika yang terjadi saat ini. Umat wajib mendakwahkannya sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah Swt., dengan tujuan yang sama, yakni tegaknya Khilafah Islamiah, agar penderitaan umat ini segera berakhir. Hasbunallah wanikmal wakil. Nikmal maula wanikman nasir.

Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update