Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Pembegalan, Pelaku Diamuk Warga

Saturday, June 01, 2024 | Saturday, June 01, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:31Z

By : Ina

 

Aksi kriminalitas sudah sangat sering terjadi di negeri ini, di antaranya adalah berupa aksi pembegalan. Salah satu peristiwa pembegalan tersebut terjadi di wilayah Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi , Kabupaten Bandung, yang dilakukan oleh tiga orang. Aksi pembegalan dilancarkan di kawasan Lapangan Trail Cikoneng pada Senin, 20 Mei 2024 malam, sekitar pukul 18.40 WIB.

Ketika hendak menjalankan aksinya, kawanan begal tersebut diketahui oleh warga sekitar, hingga akhirnya satu dari tiga pelaku sempat di hakimi massa. Beruntung, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cibiru Wetan, Aipda Enceng Mulyana serta Serka Eka Sunjaya segera turun tangan  untuk menyelamatkan terduga pelaku dari bulan-bulanan massa yang saat itu ingin meluapkan kekesalan mereka kepada pelaku.

Aksi pembegalan dan kriminalitas lainnya yang semakin marak di tengah masyarakat, tentu dilatarbelakangi oleh banyak faktor penyebab. Selain itu, mengapa acap kali masyarakat melakukan aksi main hakim sendiri kepada pelaku kriminalitas?

Jika kita analisis secara mendalam, ada berbagai faktor yang dapat  melatarbelakangi maraknya aksi pembegalan atau kriminalitas secara umum, diantaranya permasalahan ekonomi, kecemburuan sosial, rendahnya tingkat keamanan di suatu wilayah, serta rendahnya tingkat pendidikan. Namun di antara faktor -faktor tersebut, yang sering menjadi penyebab adalah karena faktor ekonomi.

Apalagi dalam kondisi saat ini yang serba sulit untuk memenuhi berbagai  kebutuhan dan biaya hidup yang semakin mahal, mulai dari mahalnya bahan-bahan kebutuhan pokok, mahalnya biaya pendidikan dan biaya kesehatan, juga biaya kebutuhan lainnya yang terus melonjak tajam, yang diperparah dengan  minimnya lapangan kerja yang mengakibatkan pengangguran. Belum lagi makin banyaknya pekerja yang di-PHK karena perusahan yang pailit, dan berbagai faktor lainnya.

Alhasil, kondisi tersebut membuat sebagian orang yang  keimannya sudah futur dan ditambah beban hidup yang semakin berat, serta  banyaknya tekanan yang dialami, menjadikan tidak sedikit yang mengambil jalan pintas  untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa memandang baik dan buruknya hal tersebut, bahkan dengan menghalalkan segala cara, termasuk melakukan kriminalitas, salah satunya pembegalan yang tidak jarang hingga melukai dan tidak segan untuk menghilangkan nyawa korbanya.

Hukuman yang diberikan oleh negarapun sampai sekarang tidak memberikan efek jera kepada para pelakunya. Hal ini menjadikan masyarakat kurang percayaan terhadap aparatur hukum, untuk menangani tindak kriminalitas ini, yang akhirnya terkadang membuat masyarakat ingin main hakim sendiri, karna merasa  tidak puas dengan sanski yang diberikan kepada para pelaku kejahatan ini.

Hal di atas merupakan sebagian dari portet buruknya sistem sekuler-kapitalis saat ini, khususnya di bidang penegakan hukum, yang menunjukkan gagalnya negara dalam memberikan rasa aman kepada warganya.

Di negri yang menganut sistem sekuler-kapitalis, negara memberikan kebebasan kepada warganya, salah satunya adalah kebebasan berkpribadian (bertingkah laku), yang muncul dari paham sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan). Semua aturan dan kebijakan yang dibuat dan diberlakukan, berasal dari manusia yang lemah, sehingga berpihak kepada kepentingan sebagian manusia, dan mengabaikan kepentingan pihak lain, khususnya rakyat kecil. Mahalnya rasa aman dalam sistem ini, pada akhirnya hanya dapat dinikmati oleh orang-orang kaya. Padahal keamanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia, selain kesehatan dan pendidikan, yang wajib dipenuhi oleh negara. Namun, layaknya sebuah komoditas, keamanan dapat dimiliki ketika dia dapat membelinya dengan harga yang ditawarkan oleh penjual barang atau jasa keamanan, yang notabene dimiliki dan dikelola oleh swasta. Sehingga dalam sistem ini, keamanan menjadi lahan bisnis.

Padahal, di dalam sistem islam sendiri yang memiliki aturan yang sesuai dengan fitrah manusia, negaralah yang diwajibkan menjalankan tugas yang begitu besar, yakni sebagai pelindung (Junnah) dan pengurus rakyatnya (ra’in).
“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).
Negara akan memastikan rakyatnya dapat terpenuhi hak-haknya, mulai dari segi sandang, pangan, papan,kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Melalui penerapan aturan Islam secara komprehensif, negara mempunyai mekanisme jaminan kesejahteraan yang khas melalui sistem ekonomi Islamnya. Masyarakat yang sejahtera akan meminimalisasi kriminalitas. Jikapun terjadi kriminalitas, negara akan menjamin keamanan rakyat dengan memberikan sanski yang tegas bagi para pelaku, yang tentunya dapat memberikan efek jera. Begitu sempurnanya Islam untuk menjadi aturan hidup dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini hanya bisa terwujud apabila Islam diterapkan secara kaffah. Allah SWT telah menjanjikan keberkahan dari langit dan bumi apabila para penduduk negri beriman dan bertakwa.
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-Araf ayat ke 96)

Wallahu a’lam bi ash-shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update