Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mampukah merdeka belajar mewujudkan generasi berkualitas?

Tuesday, May 14, 2024 | Tuesday, May 14, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:47:02Z

Oleh: Feby Arfanti

(Mahasiswa STAI)

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum nasional 2024. Hal ini di ungkap dalam rangka menyambut hari pendidikan Nasional (Herdiknas) pada tanggal 2 mei 2024 dengan tema “Bergerak bersama lanjutkan merdeka belajar”. Kurikulum yang dianggap dapat mengubah paradigma pendidikan sekaligus kurikulum ini sebagai jawaban dari tantangan perkembangan zaman.

Namun di anggap belum memberikan kejelasan sebagai kurikulum. Menurut Direktur Eksekutif Bajik Dhita Puti Sarasvati, Kurikulum Merdeka masih compang camping. Maka dari itu, banyak kelemahan yang harus diperbaiki.

Bagaimana tidak, pasalnya peserta didik di arahkan kepada kompetensi/daya saing atas sesuatu yang bersifat materi, namun melupakan aspek pembinaan agama/mental. Apalagi faktanya makin hari banyak potret buram pendidikan dalam semuanya aspek baik guru maupun siswa yang melakukan berbagai kemaksiatan dan kejahatan serta pelanggaran hukum. Keduanya banyak di sibukaan dengan berbagai kegiatan yang bersifat materi, gurunya sibuk dengan berbagai administrasi, sehingga ketika berada di ruangan kelas hanya sekedar menjadi penyampai dalam artiannya tidak profesional dalam menjalankan tugasnya ,sementara siswa di patok untuk selalu memenuhi tuntutan kurikulum yang serba terbatas, padahal kurikulum yang sebelumnya, belum mampu di kuasai nya.

Oleh karena itu, kurikulum Merdeka justru akan menguatkan sekularisme dan kapitalisme dalam kehidupan melahirkan generasi yang buruk kepribadian nya dan menjadikan generasi terjajah oleh budaya Barat yang rusak dan merusak. Hal ini sudah terjadi di ranah pendidikan di mana kita jumpai seorang guru mencabuli siswanya, juga adanya perundungan di lingkungan sekolah antara pelajar dan lain sebagainya. Bukti tingginya tindak kriminalitas di lingkungan sekolah, apakah Kurikulum Merdeka mampu menuntaskan problematik yang pelik ini? Lalu bagaimana dengan Islam?

Islam, masa depan pendidikan

Pendidikan adalah salah satu aspek yang menentukan generasi masa depan. Islam menargetkan terbentuknya generasi, berkualitas, beriman, bertakwa, terampil dan berjiwa pemimpin serta menjadi problem solver.

Adapun mengenai kurikulumnya, pendidikan Islam dibangun berdasarkan akidah Islam. Pelajaran dan metodologinya diselaraskan dengan asas tersebut. Guru harus memiliki kepribadian dan akhlak yang baik, menjadi uswah bagi para siswa. Bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi ia juga pembimbing yang baik. Agar guru melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, mereka diberi fasilitas pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, sarana dan prasarana yang menunjang metode dan strategi belajar, serta jaminan kesejahteraan sebagai tenaga profesional, yakni gaji yang memadai.

Tentunya hal ini tidak luput dari peran negara sebagai penyelenggara utama pendidikan.Negara berkewajiban mengatur segala aspek terkait pendidikan, mulai dari kurikulum hingga hak mendapat pendidikan yang layak bagi setiap warga negara. Sarana dan prasarana sekolah hingga kesejahteraan guru pun dijamin oleh negara. Hal-hal pokok seperti ini tidak akan pernah kita jumpai di negara yang mengadopsi sistem sekuler kapitalisme sebagai ideologinya.

Adapun Kurikulum Merdeka hari ini, hanyalah sebagai pengutaraan masalah pendidikan yang sebenarnya belum mampu menjawab berbagai problem karakter generasi.Sudah berganti kurikulum, berpindah metode, hingga dikomandoi bermacam menteri, toh problem pendidikan masih saja berkelindan dan tidak pernah tuntas terselesaikan. Oleh karenanya, untuk memecahkan kebuntuan dan kebekuan problem pendidikan, negeri ini semestinya mengambil Islam sebagai solusi fundamental.

Tidak ada satu sistem pendidikan mana pun selain Islam yang mampu membawa peradaban emas yang cemerlang, baik dari pendidikan sumber daya manusianya maupun ilmu yang dicapainya. Saatnya berbenah secara fundamental, yakni menerapkan sistem pendidikan Islam secara kafah rahmatan lil alamin.
Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update