Oleh Ria juwita
MUA Syar’i dan Pendidik Generasi
Beberapa waktu lalu, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel menjadi viral lantaran tersebarnya video asusila, yang diduga dilakukan mahasiswa di kampus tersebut. Kejadian tersebut saat ini masih dalam proses investigasi pihak kampus.
“Kalau lihat gedungnya tempatnya, karena itu diambil dari jarak jauh kan, dan gedungnya seperti di Uinsa, di kampus Gunung Anyar,” kata Abdul Muhid. Beliau merupakan rektor UIN Sunan Ampel yang membenarkan adanya video tersebut. Dikutip dari media online CNNIndonesia.com.
Kasus yang terjadi di kampus berbasis keagamaan ini, menunjukkan semakin jauhnya aturan Islam dan semakin nyata liberalisasi pendidikan di Indonesia. Liberalisasi pendidikan ini menyebabkan rusaknya moral dan pemikiran dikalangan mahasiswa, hal ini mengakibatkan hilang arahnya standar kehidupan yang benar.
Banyak faktor yang melatarbelakangi terbentuknya kerusakan pemikiran dan perbuatan para mahasiswa di negeri ini, diantaranya sistem pendidikan dengan kurikulum saat ini yang telah gagal membentuk kepribadian mahasiswa yang berkualitas. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan saat ini terlahir dari sistem kapitalis sekuler yang aturannya di buat oleh manusia.
Selain itu, hilangnya peran keluarga sebagai basis utama didalam mendidik generasi juga menjadi salah satu faktor rusaknya pemikiran generasi. Terutama peran ibu, seharusnya menjadi madrasah pertama bagi setiap anak. Hilangnya peran ibu disebabkan, ibu harus ikut terlibat mencari nafkah. Selain hilangnya peran ibu dalam mendidik anak, ketidakterlibatan ayah pun menjadi faktor hilangnya kualitas generasi. Karena Ayah disibukkan untuk mencari nafkah, guna memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup yang semakin berat di era kapitalisme ini.
Lingkungan masyarakat pun ikut andil dalam menentukan baik dan tidaknya generasi. Masyarakat seharusnya menjadi benteng sosial untuk menjaga moral dan norma. Tetapi masyarakat dalam sistem kapitalis sudah terlalu dilenakan dengan urusannya masing-masing sehingga sifat individualis dalam sistem ini sangat menjamur di masyarakat.
Lemahnya hukum pun ikut menjadi andil dalam rusaknya generasi. Hukum yang lemah dan tidak menjerakan membuat mereka merasa tidak takut akan sanksi yang akan mereka dapatkan. Hal ini membuat semakin banyaknya syariat, kriminalitas, sampai kerusakan moral yang terjadi di masyarakat.
Sudah sangat jelas penyebab kerusakan moral generasi termasuk didalamnya mahasiswa adalah sistem kapitalis sekuler yang masih diterapkan di negeri ini.
Oleh karena itu, umat harus makin sadar, bahwa kapitalisme yang diterapkan di negeri ini sudah sangat jelas, mengakibatkan kerusakan di semua sendi kehidupan termasuk di sistem pendidikan yang melahirkan generasi yang rusak.
Berbeda dengan Islam. Islam memiliki seperangkat aturan yang sempurna yang sudah terbukti mampu melahirkan generasi yang berkualitas. Karena di dalam Islam, sistem pendidikan berlandaskan akidah Islam. Selain itu, di dalam sistem Islam telah diatur sistem pergaulan antara perempuan dan laki-laki, baik itu di lingkungan keluarga, masyarakat ataupun di kampus.
Masyarakat akan berperan sebagai penjaga suasana keimanan sehingga rasa takut kepada Allah SWT., menjadikan mereka terhindar dari praktik asusila ataupun melakukan segala sesuatu yang tidak Allah ridai.
Sudah jelas bahwa sistem Islam melahirkan aturan yang terlahir dari sang pencipta yang sesuai dengan fitrah manusia, sehingga ketika sistem ini di tegakan niscaya generasi-generasi penerus bangsa akan memiliki pola pikir dan berakhlak mulia, hanya dengan sistem Islamlah kejayaan dan peradaban keemasan akan terwujud.
Wallahu’alam bissawab

No comments:
Post a Comment