Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HANYA DENGAN SYARI'AT ISLAM LAH PENULARAN DBD BISA DIATASI

Thursday, May 02, 2024 | Thursday, May 02, 2024 WIB


Oleh: Emy
 (ibu rumah tangga).



Kementrian kesehatan (kemankes) menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit Hand foot and moth discase ( HPMD), selama arus mudik dan balik lebaran 1445 H/2024 M, terlebih penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat.


dr. Syahril menghimbau pemudik untuk tetap menjaga kebersihan dikampung halamannya untuk mengurangi resiko Demam berdarah dangue "sekalian lakukan pemberantasan sarang nyamuk dikampung halaman, mengerjakan kebiasaan baik supaya terhindar dari penyakit Demam berdarah" apalagi demam berdarah diwilayah khususnya angkanya sangat tinggi, sebab hingga pekan ke-14 tahun 2024 atau April ini tercatat sebanyak 60.296 kasus Demam berdarah di Indonesia, dengan angka kematian sebanyak 455, jumlahnya terus bertambah dari pekan-pekan sebelumnya.


Lima kabupaten/kota dengan kasus Demam berdarah tertinggi tahun ini diantaranya, kabupaten Tanggerang dengan 2.540 kasus, sementara itu kabupaten/kota dengan kematian tertinggi pada 2024 diantaranya kabupaten Bandung dengan 25 kematian.


Hal ini sangat perlu diedukasikan kepada masyarakat tentang salah satu faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit DBD yaitu manusia itu sendiri, mereka harus tahu cara mencegah dan mengatasinya, terutama masalah kebersihan lingkungan, sampah dan saluran air yang menggenang harus diperhatikan karena itu salah satu penyebab dari DBD, dalam hal ini tentulah peranan negara sangatlah penting mengenai tata kota yang baik sehingga tidak tercapai lingkungan yang bersih dan sehat.


Kalau dalam Islam bahwa negara menjadi penanggung jawab rakyatnya dalam segala hal termasuk masalah kesehatan, dalam negara Islam masyarakat bisa menikmati fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh negara tanpa dipungut biaya sedikitpun, tidak seperti pada masa sekarang ini sepertinya orang miskin dilarang sakit karena terbentur biaya pengobatan diRumah sakit yang begitu mahal dan tidak terjangkau oleh rakyat menengah kebawah, khususnya rakyat miskin, walaupun ada BPJS tetapi harus ada ketentuan- ketentuan yang harus dipenuhi yaitu membayar iuran tiap bulannya, yang jelas hal ini menjadi beban bagi rakyat miskin karena belum tentu mampu untuk membayarnya.


Situasi seperti ini sangat sejalan dengan sistem kapitalis sekuler yang segala sesuatu hanya disandarkan pada keuntungan belaka, rakyat hanya dijadikan regulator saja, yang berkuasa hanyalah penguasa dan pengusaha para pemilik modal saja, sampai- sampai hal yang terkait dengan kesehatan bahkan menyangkut keselamatan nyawa rakyatpun mereka jadikan ladang untuk berbisnis, untuk mendapatkan keuntungan yang besar tak peduli rakyat kecil menjerit karena kebijakan itu.


Dalam kehidupan bagi manusia yang berfikir cemerlang tentu tidak akan puas dengan segala kebijakan yang diterapkan di sistem sekarang ini, tentunya pasti akan mencari solusi tuntas sesuai dengan syariat Islam, karena Islam sebagai agama yang dirahmati Allah SWT dan Islam mempunyai solusi atas segala masalah kehidupan.


Dalam Islam negara menjadi penanggung seluruh rakyatnya, termasuk masalah penyakit DBD, dalam Islam negara akan mengontrol media penyebaran dan berupaya mencegah penyakit ini, sehingga rakyat tidak panik dalam menghadapi masalah DBD ini, semua itu menjadi tanggung jawab negara dan tidak menjadikan ladang bisnis.


Dengan ini Masyarakat akan menikmati fasilitas yang disediakan oleh negara sepenuhnya sehingga kesehatan rakyat akan terjamin, maka dari itu sudah saatnya umat Islam beralih kepada yang memberikan segala solusi dari segala permasalahan umat yaitu sistem Syariat Islam.


Wallahu alam Bisshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update