Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaduh UKT Naik, Penguasa Abaikan Hak Anak

Thursday, May 30, 2024 | Thursday, May 30, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:36Z

 

Oleh Herra

Aktivis Muslimah

 

50 Orang Camaba Unri Mundur

Sekitar 50 orang calon mahasiswa baru (Camaba) Universitas Riau (Unri) yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) memutuskan mundur dari Universitas Riau karena merasa tidak sanggup untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT). Hal itu diungkapkan Presiden Mahasiswa Unri Muhammad Ravi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Komisi X DPR, Kamis (16/5/2024).

 

Merespons hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof. Abdul Haris mengatakan, sebenarnya calon mahasiswa bisa mengajukan keringanan UKT ke pihak kampus.

 

Menurut Prof. Haris orang tua seharusnya mengkomunikasikan kendalanya dalam membayar UKT ke pihak kampus supaya dicarikan solusinya. (media online Kompas.com 20 mei 2024)

 

Solusinya adalah seharusnya penguasa menyediakan biaya pendidikan yang murah. Karena mahalnya UKT jelas bertentangan dengan konsep pendidikan hak setiap rakyat. Karena pada akhirnya hanya masyarakat yang mampu saja yang bisa mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Mirisnya lagi, sekolah yang siswanya lolos SNBP, tetapi tidak mengambilnya, sekolah bisa di blacklist.

 

Ini jelas-jelas merugikan pihak sekolah. Kondisi seperti ini akhirnya merugikan semua pihak baik murid maupun pihak sekolah. Ini membuktikan penguasa berfungsi hanya sebagai regulator antara pihak sekolah dan orang tua, penguasa pun tidak hadir untuk mendukung dan memastikan calon generasi penerus bangsanya mendapatkan pendidikan. Ini adalah potret kapitalis pendidikan dalam bangunan negara kapitalis dan abainya negara atas hak pendidikan atas rakyat miskin.

 

Islam memandang bahwa pendidikan adalah sesuatu yang penting sehingga menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan pokok rakyat, yang disediakan negara dan diberikan dengan biaya murah bahkan bisa jadi gratis. Selain itu, semua mendapat kesempatan yang sama.

 

Negara Islam mampu menyediakan pendidikan gratis karena memiliki sumber pendapatan negara yang cukup banyak yang berasal dari sumber daya alam. Ini sudah terbukti ketika Islam mampu mencetak para ilmuwan, seperti Al Khawarizmi (ahli matematika penemu aljabbar), Ibnu Sina (ilmuwan bidang kesehatan), Ibnu al khaitam (fisikawan penemu optik), Ibnu Khaldun (ahli sosiologi dan sejarah) dan masih banyak lagi.

 

Tentu semua itu akan terlaksanakan ketika Islam sebagai landasan sebuah negara yang berfungsi sesuai perintah Allah yaitu sebagai wadah yang mengurusi rakyat seperti yang sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. sampai kekhilafahan di Turki Utsmaniy.

Wallahualam bissawab.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update