Oleh Erni Apriani
Aktivis Muslimah
Fenomena bullying pada anak remaja masih menjadi kasus yang memprihatinkan. Seperti kasus bullying di daerah Mekar Wangi Bandung. Bandung, IDN Times - Aksi perundungan remaja di Kota Bandung viral di media sosial Instagram. Pelaku melakukan perundungan dengan cara memukul hingga korban menjerit, dan menyiarkannya secara langsung di akun Tiktok. Berdasarkan Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berlangsung di daerah wilayah Mekarwangi, Kota Bandung. Dari video perundungan viral ini terlihat pelaku mengucapkan kalimat tidak seronok dengan menggunakan bahasa Sunda. (https://jabar.idntimes.com/news/indonesia/azzis-zilkhairil/viral-remaja-di-bandung-lakukan-aksi-perundungan-dengan-live-tiktok.)
Aksi bullying para remaja ini makin menjadi dengan bangga secara terang-terangan dalam suatu aplikasi. Seolah merasa hebat dalam berbuat kejahatan. Fakta tersebut menunjukan bahwa pemikiran liberal telah merasuki generasi dan perbuatan dosa menjadi suatu kebanggaan yang disebarluaskan. Sistem kapitalis sekuler telah gagal dalam melindungi akidah umat. Bullying atau perundungan merupakan perilaku menyimpang yang tumbuh subur dalam sistem kapitalis. Adanya kesalahan berpikir dalam generasi saat ini, adalah dampak sistem kapitalis sekularis membuat remaja jauh dari akidah dan akhlak mulia. Mereka hanya mementingkan kepuasan diri, dan telah kehilangan jati diri sebagai individu yang berkepribadian Islam.
Sebagaimana yang telah kita pahami bahwa sistem sekuler yang telah berhasil memisahkan agama dari kehidupan, generasi hanya dijejali dengan ilmu ilmu dunia tanpa pemahaman agama Islam. Kemudian negara sekuler kapitalis sangat abai terhadap pengurusan rakyatnya termasuk dalam membentuk generasi berkepribadian Islam. Aksi bullying saat ini bukan lagi hanya karena lalainya pribadi individu, tetapi juga dalam peranan keluarga dan masyarakat. Buruknya pendidikan dari keluarga memengaruhi kualitas akidah seorang anak, banyaknya orang tua yang minim ilmu agama dalam mendidik anak. Selain itu juga penyebab kasus ini adanya kelalaian negara, negara tidak menjamin sebagai pelindung rakyat. Sistem pendidikan sekuler sangat abai terhadap penataan media informasi. Masyarakat dengan mudah dapat mengakses konten yang tidak baik tanpa batas. Sehingga ribuan kasus kejahatan mencuat sebagai hasil dari media dan informasi buruk, yang dengan mudah diterima oleh masyarakat.
Dengan demikian solusi dalam permasalahan bullying ini dengan menerapkan Islam Kaffah. Yaitu tegaknya negara di bawah naungan khilafah. Selain itu juga kepribadian Islam yang dibentuk sejak dini akan menjauhkan individu dari perbuatan bullying. Dari sisi masyarakat islami dalam sistem khilafah akan menjadi kontrol setiap individu. Setiap individu akan selalu terdorong untuk berbuat amar makruf nahi munkar. Peran negara dalam pendidikan islami tentu akan mampu mencetak generasi yang berkualitas, berkepribadian Islam dan membentuk generasi ilmuwan yang bertakwa. Serta takut akan Allah Swt. Negara khilafah akan menerapkan pendidikan berbasis Islam dan melakukan penataan media informasi, sehingga tontonan atau konten buruk tidak ada cela untuk masuk merusak generasi.
Maka dari itu saat nya untuk menyadarkan masyarakat dengan menerapkan aturan Allah Swt. secara kaffah di tengah kehidupan, agar segala permasalahan termasuk bullying dikalangan generasi akan dapat terselesaikan.
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment