Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banyaknya Penghargaan dan Kualitas Generasi

Thursday, May 16, 2024 | Thursday, May 16, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:46:47Z

Oleh Ummu Abror
Pengajar

 

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Karena dari sanalah kemajuan suatu peradaban akan ditentukan. Pada hari jadi Kota Bandung ke-383 Kepala sekolah SMA Al-amanah Ciwidey, Drs. Agus Hermawan, M.Si mengungkapkan ucapan selamat atas Hari Jadi Kabupaten Bandung, ia pun menyatakan rasa bangganya sebab di usia tersebut telah berhasil meraih 313 penghargaan. Menurutnya IPM bidang pendidikan pada tahun 2023 memang meningkat. Dilansir dari Mediakasasi.com pada Senin (22/04/2024).

Ia berharap pendidikan di Kabupaten Bandung semakin meningkat, dan semakin BEDAS. Namun sayangnya banyaknya penghargaan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas generasi, pasalnya segudang problematika tengah menimpa kalangan pelajar yang sangat menghawatirkan. Dari buruknya akhlak siswa, pergaulan bebas, narkoba, judi online, kriminalitas, bahkan pinjol dan masih banyak lagi persoalan lainnya, menandakan ada masalah serius dalam sistem pendidikan kita.
Penerapan kurikulum merdeka belajar yang gencar dicanangkan nampaknya tidak memberikan kemajuan berarti, justru kerusakan-kerusakan terus dipertontonkan oleh kalangan pelajar. Pembentukan karakter mulia nyatanya tidak bisa dibentuk hanya dengan penerapan konsep yang berbasis transfer ilmu semata.

Kondisi buruk ini dilahirkan dari penerapan sistem pendidikan yang berasas sekularisme, sehingga moral para pelajar kian merosot. Akibat dari sudut pandang yang hanya berorientasi pada kepentingan materi semata. Sekolah saat ini, seolah hanya menjadi mesin pencetak para pegawai yang siap terjun di industri-industri di bawah arahan telunjuk para kapitalis pemilik modal. Tidak hanya itu mereka dijajah dengan budaya barat yang merusak akidah serta pemikiran yang jauh dari agama.

Hal itu seharusnya menjadi penilaian para praktisi pendidikan bahwa hasil tempaan sekolah seharusnya melahirkan generasi yang mampu membangun negeri khususnya daerah Bandung untuk meningkatkan kemajuan SDM, guna mengelola segala potensi yang ada baik Sumber Daya Alam (SDA), teknologi dan lain sebagainya.

Rusaknya generasi bukanlah masalah dari pribadi anak itu sendiri, melainkan buah dari gagalnya sistem pendidikan yang ada ditambah lingkungan yang buruk seperti, perilaku induvidualis dan liberal pada masyarakat telah membentuk kepribadian yang rusak.
Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan diatur sesuai kehendak penguasa yang mencampakkan syariat Allah membuat kualitas generasi kian terpuruk, padahal di tangan merekalah masa depan umat digantungkan.

Pasti akan berbeda halnya jika kehidupan diatur oleh sistem Islam. Di mana pemisahan antara kehidupan dengan agama sangat dilarang, termasuk dalam sisitem pendidikan. Ia dibangun berdasarkan asas yang kokoh yaitu akidah Islam dengan metode pengajaran talkiyan fikriyan (pendidikan berbasis kepada pembentukan pola pikir dan pola sikap Islam) sehingga mampu mencetak generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah.
Didukung dengan penerapan sistem Islam dalam setiap lini kehidupan akan mendorong adanya ketakwaan individu, juga kontrol dari masyarakat yang senantiasa melakukan amar makruf nahi munkar sehingga generasi yang akan datang bermental kuat dan kokoh sebagai implementasi dari firman Allah Swt:

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)”. (TQS: An-Nisa: 9)

Islam memandang pendidikan sebagai hak bagi setiap warga negara, baik kaya ataupun miskin, muslim maupun nonmuslim semua berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas secara gratis

Pembiayaannya sepenuhnya ditanggung negara melalui Baitul Maal pada pos fa’i dan kharaj juga kepemilikan negara seperti, ghanimah, khumu’us (seperlima harta rampasan perang), jizyah, dan dzaribah (pajak).
Biaya dari Baitul Maal secara garis besar dibelanjakan untuk dua kepentingan yaitu: Pertama, membayar gaji semua pihak yang terkait dengan pelayanan pendidikan seperti, guru, dosen, karyawan, dan lain-lain. Kedua, untuk membiayai segala macam sarana dan prasarana dalam kegiatan belajar dan mengajar, seperti bangunan sekolah, asrama, perpustakaan, buku-buku pegangan dan sebagainya.

Para pemangku kebijakan tidak terlena dengan berbagai penghargaan yang melenakan. Sebab tolok ukur keberhasilan pendidikan, banyak aspek yang harus diperhatikan. Out put nya, keteladanan guru, kelengkapan sarana prasarana, kecukupan tenaga pengajar, kurikulum, dan yang lainnya. Sudah terbukti di masa kejayaan Islam melalui pendidikan gratis, kurikulum berbasis akidah Islam, para pengajar terseleksi, negara bertanggung-jawab dalam seluruh mekanismenya, mampu menghantarkan generasi unggul yang mampu membawa umat Islam pada puncak peradabannya. 13 abad, bukan waktu yang sebentar.

Hanya dengan kembali kepada sistem Islam, generasi bisa diselamatkan dan siap menjadi agen perubahan yang mampu menjadikan negaranya mandiri dan terdepan dalam peradaban.

Wallahu ‘alam bi ashawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update