Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kesucian Bulan Ramadan, Ternodai dengan Maraknya Kejahatan

Friday, April 12, 2024 | Friday, April 12, 2024 WIB

 


Oleh Iyar

Aktivis Muslimah

 

Sungguh miris bulan Ramadan yang sejatinya bulan suci harus ternodai  dengan maraknya kejahatan di tengah masyarakat seperti yang dilansir oleh media online Radar Bogor, Rabu (13/03/24), Polresta Bogor kota mengimbau warga kota Bogor untuk mewaspadai kerawanan kejahatan selama Ramadan. Kasat Reskrim Polresta Bogor kota, Kompol Luthfi olot Gigantara mengatakan, jajaran Polresta Bogor Kota sebenarnya sudah mengantisipasi terkait dengan kerawanan kejahatan selama Ramadan. Adapun selama tiga pekan terakhir Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayahnya.

 

Pertama, kasus pencurian kenfaraan bermotor (curanmor) di jalan warung Bandrek, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan pada Jumat (23/2) lalu. Pengamat kepolisian dari Institut for SeCurity and strategic studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai bahwa meningkatnya tren kejahatan pada bulan Ramadan hingga jelang lebaran disebabkan oleh adanya peningkatan kebutuhan di masyarakat yang tinggi.

 

Menurut Bambang dengan adanya peningkatan kebutuhan, maka pengeluaran dari masyarakat juga pasti akan meningkat, sementara bagi sebagian masyarakat peningkatan pengeluaran biaya tersebut tak di iringi dengan peningkatan penghasilan. Selain itu, Bambang juga sangat menyayangkan upaya dari kepolisian untuk mengaantisipasi kejahatan ini. Menurutnya, kegiatan antisipasi kejahatan yang dilakukan kepolisian seperti operasi Kamtibmas hanya sebatas seremonial dan rutinitas tahunan saja tanpa ada evaluasi secara substantif. Padahal lanjut Bambang, siklus kejahatan di bulan Ramadan dan jelang lebaran itu terjadi di setiap tahun. Seharusnya pihak kepolisian bisa mengantisipasi kejahatan-kejahatan tersebut dengan cara yang tepat.

 

Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia dan seharusnya digunakan untuk menahan hawa nafsu dalam hal apapun. Maraknya kejahatan di bulan Ramadan memang tidak lepas dari kemiskinan yang mendera masyarakat dan kriminalitas makin meluas akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis, lemahnya keimanan dan ketakwaan. Makin tinggi kebutuhan ekonomi serta kebijakan kapitalis membuat angka kejahatan makin meningkat meski di bulan suci Ramadan.

 

Inilah bukti sistem sekuler kapitalisme gagal menjaga masyarakat untuk terhindar dari perbuatan kriminal. Inilah yang terjadi ketika sekuler kapitalis sudah mendominasi, nilai agama tidak lagi dijadikan sebagai pegangan hidup, perbuatan maksiat begitu saja dilakukan tanpa takut dosa dan pertanggungjawaban kelak di ahirat. Ditambah dengan kebijakan negara dalam sistem politik demokrasi gagal mengantisipasi lonjakan harga bahan pangan di hari raya besar seperti hari raya idulfitri.

 

Berbeda jika sistem Islam diterapkan. Dengan aturan Islam secara sempurna dan sesuai syariat pada tatanan individu, sistem Islam akan membina kepribadian individu rakyak menjadi sosok yang bertakwa dan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah syariat Islam di tengah masyarakat. Ketakwaan ini yang akan mencegah masyarakat melakukan tindakan kejahatan yang di larang syariat.

 

Dan pada tatanan negara menyejahterakan penduduknya dengan memenuhi kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Jika kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi maka kejahatan tidak mungkin meningkat setiap tahunnya terlebih di bulan Ramadan yang suci.

 

Hanya sistem Islam yang dapat memberikan jaminan kesejahteraan untuk seluruh takyatnya dan mampu menyelesaikan segala permasalahan umat, serta mengayomi, menjaga, menjamin dan melindungi rakyatnya.

 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update