Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejahatan Terus Terjadi, di Mana Peran Negara?

Saturday, April 13, 2024 | Saturday, April 13, 2024 WIB


Oleh: Hasriyana, S. Pd

(Pemerhati Sosial Asal Konawe)


Kasus kejahatan saat ramadan tahun ini memang mengalami peningkatan. Mirisnya berbagai motif kejahatan pun berbeda-beda. Ada yang karena memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, dan ada pula yang hanya memenuhi kebutuhan sekundernya. Di sisi lain beban hidup terus bertambah dan meningkat pula, sehingga tidak jarang kita temukan kejahatan motifnya karena kebutuhan. 


Sebagaimana yang dikutip dari Radarbogor, 14-03-2024, Polresta Bogor Kota sebelumnya mengimbau warga Kota Bogor untuk mewaspadai kerawanan kejahatan selama Ramadan. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, Jajaran Polresta Bogor Kota sebenarnya sudah mengantisipasi terkait dengan kerawanan kejahatan selama Ramadan.


Salah satunya, dengan menyiapkan enam pos penjagaan untuk mengantisipasi adanya kerawanan mulai dari pukul 21.00 sampai 06.00 WIB. Ia pun menyampaikan bahwa mereka membutuhkan adanya partisipasi langsung dari masyarakat untuk memberikan informasi secara cepat, kepada kami yang ada di 6 pos ini untuk segera bisa merespon dengan cepat juga dan mencegah adanya tindak pidana.


Adapun, selama tiga pekan terakhir Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayahnya. 


Kesucian bulan ramadan ternodai dengan maraknya kejahatan di tengah masyarakat. Menjelang masuknya bulan ramahan bulan lalu memang harga-harga kebutuhan pokok naik, misalnya saja beras premium yang tembus 1 juta per 50 kg di daerah wakatobi. Hal ini justru menambah beban hidup masyarakat kelas menengah ke bawah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ketika harga masih cenderung normal sudah susah, apalagi saat harga sudah naik. Sehingga tidak heran ini memicu kejahatan karena desakan ekonomi.


Pun pada bulan ramadan kebutuhan masyarakat cenderung meningkat dari biasanya mulai dari makanan ketika berbuka dengan berbagai menu yang berbeda, membeli aneka kue, hingga pembelian pakaian (baju baru) menjelang Idulfitri yang menjadi budaya di nusantara. Hal ini justru menjadi beban dan tidak jarang seseorang pendek akal melakukan pencurian. 


Hal tersebut sejalan yang disampaikan oleh pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto yang menilai bahwa meningkatnya tren kejahatan pada bulan ramadan hingga jelang lebaran disebabkan oleh adanya peningkatan kebutuhan di masyarakat yang tinggi.


Menurut Bambang, dengan adanya peningkatan kebutuhan, maka pengeluaran dari masyarakat juga pasti akan meningkat. Sementara, bagi sebagian masyarakat peningkatan pengeluaran biaya tersebut tak diiringi dengan peningkatan penghasilan. Ia pun menambahkan bahwa ada masyarakat yang mencari jalan pintas untuk mendapatkan peningkatan pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama ramadan hingga jelang lebaran dengan melakukan kejahatan (Mediaindonesia, 27-03-2024).


Hal ini justru berbeda dengan sistem Islam, dimana negara akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat dengan baik, jika pun tidak gratis maka harganya bisa dijangkau oleh rakyat. Dengan pemenuhan kebutuhan pokok yang merata serta murah dan mudah, masyarakat tidak akan terbebani dalam memenuhi kebutuhan di bulan ramadan, sehingg mereka akan fokus beribadah dan menghidupkan malam-malamnya.


Selain itu, pemerintahlah yang akan berperan aktif dan terdepan dalam menyelesaikan persoalan pemenuhan perut dan kebutuhan pokok yang lainnya, karena itu merupakan bagian tanggung jawab di hadapan Allah Swt.  Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang artinya, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Di samping itu, dalam sistem Islam masyarakat tidak akan menjadi konsumtif karena aturan mewarnai lingkungan yang ada. 


Oleh karena itu, kita tidak bisa berharap pada sistem buatan manusia yang orientasinya hanya pada manfaat semata. Untuk itu, kita hanya bisa berharap pada sistem Islam yang berasal dari pencipta, yaitu Allah Swt. yang diterapakan dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update