Oleh Yulia Rosmiati
Ibu
Pendidik Generasi
"Manusia
yang sibuk dengan kesalahan dan aib orang lain akan sulit untuk dapat
memperbaiki dirinya."
Hal
ini sejalan dengan kondisi yang ada saat ini, betapa orang sibuk dengan aib
orang lain. Seperti banyaknya nilai kejahatan meningkat di bulan Ramadan tanpa
kita tau hal yang mendasari perbuatan tersebut.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security
and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai bahwa meningkatnya
tren kejahatan pada bulan Ramadan hingga jelang Lebaran disebabkan oleh adanya
peningkatan kebutuhan di masyarakat yang tinggi.
Menurut
Bambang, dengan adanya peningkatan kebutuhan, maka pengeluaran dari masyarakat
juga pasti akan meningkat. Sementara, bagi sebagian masyarakat peningkatan
pengeluaran biaya tersebut tidak diiringi dengan peningkatan penghasilan.
"Makanya
ada masyarakat yang mencari jalan pintas untuk mendapatkan peningkatan
pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama Ramadan hingga jelang
Lebaran dengan melakukan kejahatan," kata Bambang saat dihubungi, Kamis
(27/3).
Sungguh
miris dan menodai bulan Ramadan yang suci ini dengan maraknya kejahatan di
tengah masyarakat. Kejahatan ini terjadi akibat kemiskinan yang melanda
masyarakat serta lemahnya iman di dada. Semua akibat penerapan sistem kapitalis
sekuler yang menciptakan kemiskinan yang terstruktur serta lemahnya iman.
secara
sederhana iman bisa diartikan sebagai percaya atau yakin. Iman atau keyakinan
ini harus dimiliki oleh setiap orang yang beragama. Kita harus mengimani agama
dan Tuhan kita dengan sungguh-sungguh, yaitu kita tidak hanya memercayai saja, tetapi juga mewujudkannya dalam ucapan dan perbuatan kita.
Iman
bisa naik dan turun seiring dengan kondisi hidup kita. Jika iman kita sedang
baik dan kuat, maka hal tersebut baik untuk hidup kita. Namun sebaliknya, jika
iman kita turun dan menjadi lemah, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan kita.
Berikut
ini adalah 4 dampak atau akibat yang bisa disebabkan oleh iman yang menurun atau
lemah.
1.
Malas Beribadah
Rasa
percaya dan yakin kita akan Allah, mulai dari keberadaan, sifat, hingga
kekuasaan-Nya, akan membuat kita sebagai manusia menjadi hamba yang patuh dan
tunduk sepenuhnya. Oleh sebab itu, kita akan selalu bersemangat dalam menjalani
segala ibadah yang diperintahkan oleh Allah.
Namun
sebaliknya, jika iman kita kepada Allah lemah, maka kita jadi ragu atau tidak
peduli dengan kekuasaan Allah. Akibatnya, kita jadi lalai atas perintah yang
diberikan oleh Allah. Hal ini akan membuat kita menjadi malas dalam beribadah.
2.
Meragukan Kekuasaan Allah
Jika
iman kita kuat, maka kita akan meyakini keberadaan Allah beserta kekuasaan yang
dimiliki oleh-Nya. Namun jika kita lemah iman, maka kita bisa meragukan
kekuasaan yang dimiliki oleh Allah. Rasa ragu ini bisa membuat kita menjadi
hamba yang tidak patuh.
3.
Tidak Tenang dalam Hidup
Selain
bisa membuat kita tidak patuh terhadap perintah Allah, rasa ragu kepada Allah
akibat lemahnya iman juga bisa membuat hidup kita menjadi tidak tenang. Hal ini
karena kita tidak lagi memiliki sandaran atau pedoman hidup yang bisa
menghindarkan kita dari rasa khawatir.
Jika
kita yakin akan kekuasaan Tuhan, maka ketika kita mendapat masalah, kita yakin
bahwa Allah bisa membuat kita mampu mengatasi masalah tersebut. Namun jika kita
ragu, kita tidak tahu lagi harus bersandar kepada siapa.
4.
Merasa Sombong atas Hal yang Dicapai
Jika
iman kita kuat, maka kita percaya bahwa setiap pengetahuan, kemampuan, hingga
kekuatan kita adalah pemberian dari Allah. Akibatnya, kita jadi tidak sombong
atas segala pencapaian kita. Namun jika iman kita lemah, kita bisa menjadi
takabur atau sombong dengan menganggap semua pencapaian kita adalah hasil kerja
keras kita sendiri.
Sistem kapitalis yang mereka agung-agungkan kini berdampak kepada kesadaran yang minim
akan sekitar, ia sibuk dengan keuntungan yang sebanyak-banyaknya tanpa ingin
tau halal dan haram. Akibatnya kejomplangan yang terjadi, yaitu yang kaya
semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. Adapun sistem sekuler yang
memisahkan agama dari kehidupan, di mana seharusnya agama ini menjadi hal yang
paling mendasar dalam dada, kini terhempas begitu saja karena dijauhkan. Bahkan
karena sistem ini sudah mendarah daging banyak yang tidak tau dengan agamanya sendiri.
Sistem kapitalis sekuler menyebabkan manusia bisa berprilaku seenaknya, tanpa
melihat apakah hal tersebut dilarang oleh agama atau tidak. Hal ini menyebabkan
meningkatnya tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena tidak
ada peran negara yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berbeda
dengan sistem Islam. Di mana negara akan hadir untuk memastikan bahwa setiap
individu rakyatnya terpenuhi setiap kebutuhan primernya. Negara juga akan
membuat lingkungan yang meningkatkan dan menjaga suasana keimanan. Menjalankan
salah satu fungsi masyarakat untuk amar
ma’ruf nahi munkar. Selain itu negara pun akan membuat sistem sanksi yang
dapat membuat jera dan mencegah tindak kriminal yang sama terulang kembali. hal
ini akan membuat kasus kriminalitas bisa diminimalisir.
Islam
membangun kehidupan yang aman, tentram dengan kekuatan tiga pilar yaitu, ketakwaan
individu, masyarakat yang peduli, dan negara yang menerapkan aturan Islam
termasuk sanksi tegas bagi pelaku kejahatan.
Sudah
jelas hanya sistem Islam yang mampu menjadikan negara sebagai ra'in yang
menjamin kebutuhan rakyatnya dengan cara memenuhi kebutuhan pokok rakyat oleh
negara. Juga adanya jaminan keamanan yang dirasakan oleh rakyat. Wallahualam
bissawab

No comments:
Post a Comment