Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebutuhan Mencekik, Rakyat Memekik

Friday, April 12, 2024 | Friday, April 12, 2024 WIB

 


Oleh Yulia Rosmiati

Ibu Pendidik Generasi

 

"Manusia yang sibuk dengan kesalahan dan aib orang lain akan sulit untuk dapat memperbaiki dirinya."

Hal ini sejalan dengan kondisi yang ada saat ini, betapa orang sibuk dengan aib orang lain. Seperti banyaknya nilai kejahatan meningkat di bulan Ramadan tanpa kita tau hal yang mendasari perbuatan tersebut.

 

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai bahwa meningkatnya tren kejahatan pada bulan Ramadan hingga jelang Lebaran disebabkan oleh adanya peningkatan kebutuhan di masyarakat yang tinggi.

 

Menurut Bambang, dengan adanya peningkatan kebutuhan, maka pengeluaran dari masyarakat juga pasti akan meningkat. Sementara, bagi sebagian masyarakat peningkatan pengeluaran biaya tersebut tidak diiringi dengan peningkatan penghasilan.

 

"Makanya ada masyarakat yang mencari jalan pintas untuk mendapatkan peningkatan pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama Ramadan hingga jelang Lebaran dengan melakukan kejahatan," kata Bambang saat dihubungi, Kamis (27/3).

 

Sungguh miris dan menodai bulan Ramadan yang suci ini dengan maraknya kejahatan di tengah masyarakat. Kejahatan ini terjadi akibat kemiskinan yang melanda masyarakat serta lemahnya iman di dada. Semua akibat penerapan sistem kapitalis sekuler yang menciptakan kemiskinan yang terstruktur serta lemahnya iman.

 

secara sederhana iman bisa diartikan sebagai percaya atau yakin. Iman atau keyakinan ini harus dimiliki oleh setiap orang yang beragama. Kita harus mengimani agama dan Tuhan kita dengan sungguh-sungguh, yaitu kita tidak hanya memercayai saja, tetapi juga mewujudkannya dalam ucapan dan perbuatan kita.

 

Iman bisa naik dan turun seiring dengan kondisi hidup kita. Jika iman kita sedang baik dan kuat, maka hal tersebut baik untuk hidup kita. Namun sebaliknya, jika iman kita turun dan menjadi lemah, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan kita.

 

Berikut ini adalah 4 dampak atau akibat yang bisa disebabkan oleh iman yang menurun atau lemah.

1. Malas Beribadah

Rasa percaya dan yakin kita akan Allah, mulai dari keberadaan, sifat, hingga kekuasaan-Nya, akan membuat kita sebagai manusia menjadi hamba yang patuh dan tunduk sepenuhnya. Oleh sebab itu, kita akan selalu bersemangat dalam menjalani segala ibadah yang diperintahkan oleh Allah.

Namun sebaliknya, jika iman kita kepada Allah lemah, maka kita jadi ragu atau tidak peduli dengan kekuasaan Allah. Akibatnya, kita jadi lalai atas perintah yang diberikan oleh Allah. Hal ini akan membuat kita menjadi malas dalam beribadah.

 

2. Meragukan Kekuasaan Allah

Jika iman kita kuat, maka kita akan meyakini keberadaan Allah beserta kekuasaan yang dimiliki oleh-Nya. Namun jika kita lemah iman, maka kita bisa meragukan kekuasaan yang dimiliki oleh Allah. Rasa ragu ini bisa membuat kita menjadi hamba yang tidak patuh.

 

3. Tidak Tenang dalam Hidup

Selain bisa membuat kita tidak patuh terhadap perintah Allah, rasa ragu kepada Allah akibat lemahnya iman juga bisa membuat hidup kita menjadi tidak tenang. Hal ini karena kita tidak lagi memiliki sandaran atau pedoman hidup yang bisa menghindarkan kita dari rasa khawatir.

Jika kita yakin akan kekuasaan Tuhan, maka ketika kita mendapat masalah, kita yakin bahwa Allah bisa membuat kita mampu mengatasi masalah tersebut. Namun jika kita ragu, kita tidak tahu lagi harus bersandar kepada siapa.

 

4. Merasa Sombong atas Hal yang Dicapai

Jika iman kita kuat, maka kita percaya bahwa setiap pengetahuan, kemampuan, hingga kekuatan kita adalah pemberian dari Allah. Akibatnya, kita jadi tidak sombong atas segala pencapaian kita. Namun jika iman kita lemah, kita bisa menjadi takabur atau sombong dengan menganggap semua pencapaian kita adalah hasil kerja keras kita sendiri.

 

Sistem kapitalis yang mereka agung-agungkan kini berdampak kepada kesadaran yang minim akan sekitar, ia sibuk dengan keuntungan yang sebanyak-banyaknya tanpa ingin tau halal dan haram. Akibatnya kejomplangan yang terjadi, yaitu yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. Adapun sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, di mana seharusnya agama ini menjadi hal yang paling mendasar dalam dada, kini terhempas begitu saja karena dijauhkan. Bahkan karena sistem ini sudah mendarah daging banyak yang tidak tau dengan agamanya sendiri. Sistem kapitalis sekuler menyebabkan manusia bisa berprilaku seenaknya, tanpa melihat apakah hal tersebut dilarang oleh agama atau tidak. Hal ini menyebabkan meningkatnya tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena tidak ada peran negara yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Berbeda dengan sistem Islam. Di mana negara akan hadir untuk memastikan bahwa setiap individu rakyatnya terpenuhi setiap kebutuhan primernya. Negara juga akan membuat lingkungan yang meningkatkan dan menjaga suasana keimanan. Menjalankan salah satu fungsi masyarakat untuk amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu negara pun akan membuat sistem sanksi yang dapat membuat jera dan mencegah tindak kriminal yang sama terulang kembali. hal ini akan membuat kasus kriminalitas bisa diminimalisir.

 

Islam membangun kehidupan yang aman, tentram dengan kekuatan tiga pilar yaitu, ketakwaan individu, masyarakat yang peduli, dan negara yang menerapkan aturan Islam termasuk sanksi tegas bagi pelaku kejahatan.

 

Sudah jelas hanya sistem Islam yang mampu menjadikan negara sebagai ra'in yang menjamin kebutuhan rakyatnya dengan cara memenuhi kebutuhan pokok rakyat oleh negara. Juga adanya jaminan keamanan yang dirasakan oleh rakyat. Wallahualam bissawab

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update