Oleh Siti Rusmiati, S. Pd.
Pendidik
Generasi
Anak
merupakan perhiasan dunia. Titipan Allah Swt. kepada kedua orang tua
(keluarga), masyarakat dan negara. Merekalah yang kelak akan memimpin dunia. Anak
bisa menjadi investasi pahala bahkan bisa saja menjadi investasi dosa bagi ke dua
orang tuanya, tergantung bagaimana cara orang tua memberikan hak-hak pada
anaknya. Dari seorang anak pula sebuah bangsa akan terlihat jati dirinya,
menentukan seberapa tinggi kualitas suatu negara.
Seorang
anak harus dilindungi, dijaga dan dirawat dengan baik oleh orang tua,
masyarakat dan negara sesuai dengan fitrahnya. Namun, sampai saat ini fakta di
lapangan membuktikan semakin banyak anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.
Seperti berita yang dimuat berikut ini.
Media online Liputan6.com,
Jakarta Terungkap, motif pengasuh berinisial IPS (27) menganiaya JAP, balita 3
tahun, anak dari selebgram Hifdzan Silmi Nur Emyaghnia atau biasa disapa Aghnia
Punjabi. Wanita asal Jawa Timur tersebut begitu bengis menganiaya balita tak berdosa
itu hingga babak belur.
Kepala
Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang,
Komisaris Polisi (Kompol) Danang Yudanto mengungkapkan bahwa pelaku merasa
kesal terhadap korban karena menolak obat untuk menyembuhkan luka cakar.
Penolakan balita itu lantas memancing rasa kesal pelaku, dan kemudian
terjadilah penganiayaan keji. Selain rasa kesal akibat korban tidak mau diberi
obat, kata Danang, ada beberapa faktor lain yang menjadi pendorong peristiwa
penganiayaan.
"Tersangka
mengaku saat itu ada salah satu anggota keluarga yang sakit. Namun, itu tidak
bisa dijadikan alasan pembenaran untuk melakukan kekerasan terhadap anak,"
kata Kompol Danang dalam keterangan pers di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu
(30/3/2024), dilansir Antara.
Mengapa
semua ini terjadi? Kemana peran orang tua yang seharusnya melindungi?
Perlindungan
anak menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat dan negara.
Namun hal demikian tidak terwujud dalam kehidupan saat ini. Pasalnya semakin
hari kasus eksploitasi pada anak semakin meningkat. Hal tersebut membuktikan
bahwasanya anak tidak mendapatkan jaminan keamanan baik dari negara, masyarakat
bahkan dari keluarganya sendiri yaitu kedua orang tua yang merupakan keluarga
terdekat bagi seorang anak.
Salah
satu faktor pemicu eksploitasi pada anak, dikarenakan lemahnya jaminan
perlindungan anak dan mandulnya regulasi
di negeri ini. Selain itu ada pula faktor lain yang memicu ekploitasi pada anak
terjadi yaitu karena tingkat stres yang tinggi akibat dari beban hidup yang
semakin berat, membuat seseorang tidak dapat mengontrol emosinya. Serta
minimnya pengawasan orang tua terhadap anak karena disibukkan dengan pekerjaan
dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat menjadi faktor
utama terjadinya eksploitasi pada anak.
Faktor-faktor
tersebut muncul dikarenakan kehidupan saat ini berada dalam naungan sistem
kapitalisme sekurelisme. Sebuah sistem yang berasal dari manusia yang
berlandaskan materi semata. Dengan demikian baik keluarga (orang tua),
masyarakat dan negara tidak memahami kewajiban masing-masing dalam memberikan
perlindungan anak. Sehingga merusak pertumbuhan anak sebagai generasi penerus
bangsa.
Lain
halnya dengan Islam. Islam mewajibkan setiap orang memahami pentingnya
perlindungan anak dan memberikan peran dalam mewujudkannya baik di tingkat keluarga,
masyarakat atau negara. Konsep pertama untuk mewujudkan perlindungan anak yaitu
dari sisi keluarga. Islam mewajibkan seorang ibu berperan sesuai dengan
fungsinya menjadi seorang ibu pengatur rumah tangga (al-umm warabbatul bayt) dan menjadi tempat pendidikan pertama (madrasah al-ula) bagi anak-anaknya. Seorang
ibu berkewajiban mengasuh, mendidik, menjaga dan merawat anak-anaknya.
Sedangkan
seorang ayah berfungsi sebagai pemimpin (qawwam) yang wajib mencari nafkah,
memberikan perlindungan dan memastikan keamanan kepada seluruh anggota keluarganya
serta menjaga mereka agar senantiasa taat kepada Allah. Dengan demikian
terjalin sinergi antara ayah dan ibu dalam sebuah keluarga yang menjamin
keamanan bagi anak-anaknya.
Konsep
selanjutnya perlindungan anak diwujudkan oleh masyarakat. Masyarakat merupakan
lingkungan tumbuh kembang seorang anak. Karena itu Islam mewajibkan masyarakat
menjadi pengontrol perilaku anak dari kejahatan dan kemaksiatan melalui sistem
sosial Islam. Dengan demikian tidak akan ada tindak kejahatan yang menyalahi
aturan, karena masyarakat memahami
kewajibannya masing-masing yaitu melakukan perbuatan yang Ma'ruf dan
menghindari perbuatan yang munkar berdasarkan keimanan.
Konsep
terakhir dalam mewujudkan perlindungan anak yaitu peranan negara yang mutlak
dibutuhkan karena negara memiliki perangkat instrumennya. Islam mewajibkan
Negara hadir sebagai pelayan (raa'in) dan perisai (junnah) bagi rakyatnya
termasuk anak-anak. Secara tidak langsung negara menjamin kesejahteraan anak
yaitu melalui jaminan lapangan pekerjaan bagi ayah setiap anak. Kemudian negara
akan menjamin secara langsung kebutuhan dasar publik yang dibutuhkan setiap
anak yaitu berupa pendidikan, kesehatan dan keamanan secara gratis dan
berkualitas.
Dalam
Islam memberikan perlindungan pada anak merupakan perintah Allah. Karenanya
perlindungan anak dalam Islam didasari dengan aqidah Islam. Seperti firman
Allah dalam Al-Qur'an yang artinya:
"Dan
hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan
yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya.
Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka
berbicara dengan tutur kata yang benar." (Q.S. An-nis: 9)
Begitulah
konsep Islam mengatur segala sesuatu dengan sangat sempurna tidak terkecuali
dalam hal perlindungan anak. Namun ketiga konsep tersebut tidak akan akan
terwujud, manakala Islam tidak diterapkan secara praktis oleh institusi negara.
Sehingga hanya akan menjadi konsep belaka. Maka dari itu, agar kehidupan umat
manusia di dunia aman dan terlindungi, sudah saatnya sistem Islam ditegakkan di
seluruh penjuru bumi dalam naungan Khilafah Islamiyyah.
Wallahualam
bissawab

No comments:
Post a Comment