Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Eksploitasi Anak Makin Marak, Sistem Islam Harus Segera Tegak

Friday, April 12, 2024 | Friday, April 12, 2024 WIB

 


Oleh Siti Rusmiati, S. Pd.

Pendidik Generasi

 

Anak merupakan perhiasan dunia. Titipan Allah Swt. kepada kedua orang tua (keluarga), masyarakat dan negara. Merekalah yang kelak akan memimpin dunia. Anak bisa menjadi investasi pahala bahkan bisa saja menjadi investasi dosa bagi ke dua orang tuanya, tergantung bagaimana cara orang tua memberikan hak-hak pada anaknya. Dari seorang anak pula sebuah bangsa akan terlihat jati dirinya, menentukan seberapa tinggi kualitas suatu negara.

 

Seorang anak harus dilindungi, dijaga dan dirawat dengan baik oleh orang tua, masyarakat dan negara sesuai dengan fitrahnya. Namun, sampai saat ini fakta di lapangan membuktikan semakin banyak anak-anak yang menjadi korban eksploitasi. Seperti berita yang dimuat berikut ini.

 

Media online Liputan6.com, Jakarta Terungkap, motif pengasuh berinisial IPS (27) menganiaya JAP, balita 3 tahun, anak dari selebgram Hifdzan Silmi Nur Emyaghnia atau biasa disapa Aghnia Punjabi. Wanita asal Jawa Timur tersebut begitu bengis menganiaya balita tak berdosa itu hingga babak belur.

 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang, Komisaris Polisi (Kompol) Danang Yudanto mengungkapkan bahwa pelaku merasa kesal terhadap korban karena menolak obat untuk menyembuhkan luka cakar. Penolakan balita itu lantas memancing rasa kesal pelaku, dan kemudian terjadilah penganiayaan keji. Selain rasa kesal akibat korban tidak mau diberi obat, kata Danang, ada beberapa faktor lain yang menjadi pendorong peristiwa penganiayaan.

 

"Tersangka mengaku saat itu ada salah satu anggota keluarga yang sakit. Namun, itu tidak bisa dijadikan alasan pembenaran untuk melakukan kekerasan terhadap anak," kata Kompol Danang dalam keterangan pers di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2024), dilansir Antara.

 

Mengapa semua ini terjadi? Kemana peran orang tua yang seharusnya melindungi?

Perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat dan negara. Namun hal demikian tidak terwujud dalam kehidupan saat ini. Pasalnya semakin hari kasus eksploitasi pada anak semakin meningkat. Hal tersebut membuktikan bahwasanya anak tidak mendapatkan jaminan keamanan baik dari negara, masyarakat bahkan dari keluarganya sendiri yaitu kedua orang tua yang merupakan keluarga terdekat bagi seorang anak.

 

Salah satu faktor pemicu eksploitasi pada anak, dikarenakan lemahnya jaminan perlindungan  anak dan mandulnya regulasi di negeri ini. Selain itu ada pula faktor lain yang memicu ekploitasi pada anak terjadi yaitu karena tingkat stres yang tinggi akibat dari beban hidup yang semakin berat, membuat seseorang tidak dapat mengontrol emosinya. Serta minimnya pengawasan orang tua terhadap anak karena disibukkan dengan pekerjaan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat menjadi faktor utama terjadinya eksploitasi pada anak.

 

Faktor-faktor tersebut muncul dikarenakan kehidupan saat ini berada dalam naungan sistem kapitalisme sekurelisme. Sebuah sistem yang berasal dari manusia yang berlandaskan materi semata. Dengan demikian baik keluarga (orang tua), masyarakat dan negara tidak memahami kewajiban masing-masing dalam memberikan perlindungan anak. Sehingga merusak pertumbuhan anak sebagai generasi penerus bangsa.

 

Lain halnya dengan Islam. Islam mewajibkan setiap orang memahami pentingnya perlindungan anak dan memberikan peran dalam mewujudkannya baik di tingkat keluarga, masyarakat atau negara. Konsep pertama untuk mewujudkan perlindungan anak yaitu dari sisi keluarga. Islam mewajibkan seorang ibu berperan sesuai dengan fungsinya menjadi seorang ibu pengatur rumah tangga (al-umm warabbatul bayt) dan menjadi tempat pendidikan pertama (madrasah al-ula) bagi anak-anaknya. Seorang ibu berkewajiban mengasuh, mendidik, menjaga dan merawat anak-anaknya.

 

Sedangkan seorang ayah berfungsi sebagai pemimpin (qawwam) yang wajib mencari nafkah, memberikan perlindungan dan memastikan keamanan kepada seluruh anggota keluarganya serta menjaga mereka agar senantiasa taat kepada Allah. Dengan demikian terjalin sinergi antara ayah dan ibu dalam sebuah keluarga yang menjamin keamanan bagi anak-anaknya.

 

Konsep selanjutnya perlindungan anak diwujudkan oleh masyarakat. Masyarakat merupakan lingkungan tumbuh kembang seorang anak. Karena itu Islam mewajibkan masyarakat menjadi pengontrol perilaku anak dari kejahatan dan kemaksiatan melalui sistem sosial Islam. Dengan demikian tidak akan ada tindak kejahatan yang menyalahi aturan, karena  masyarakat memahami kewajibannya masing-masing yaitu melakukan perbuatan yang Ma'ruf dan menghindari perbuatan yang munkar berdasarkan keimanan.

 

Konsep terakhir dalam mewujudkan perlindungan anak yaitu peranan negara yang mutlak dibutuhkan karena negara memiliki perangkat instrumennya. Islam mewajibkan Negara hadir sebagai pelayan (raa'in) dan perisai (junnah) bagi rakyatnya termasuk anak-anak. Secara tidak langsung negara menjamin kesejahteraan anak yaitu melalui jaminan lapangan pekerjaan bagi ayah setiap anak. Kemudian negara akan menjamin secara langsung kebutuhan dasar publik yang dibutuhkan setiap anak yaitu berupa pendidikan, kesehatan dan keamanan secara gratis dan berkualitas.

 

Dalam Islam memberikan perlindungan pada anak merupakan perintah Allah. Karenanya perlindungan anak dalam Islam didasari dengan aqidah Islam. Seperti firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (Q.S. An-nis: 9)

 

Begitulah konsep Islam mengatur segala sesuatu dengan sangat sempurna tidak terkecuali dalam hal perlindungan anak. Namun ketiga konsep tersebut tidak akan akan terwujud, manakala Islam tidak diterapkan secara praktis oleh institusi negara. Sehingga hanya akan menjadi konsep belaka. Maka dari itu, agar kehidupan umat manusia di dunia aman dan terlindungi, sudah saatnya sistem Islam ditegakkan di seluruh penjuru bumi dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update