Remaja Sadis Potret Buram Generasi

 


Oleh. Ummu Anggun


Sungguh miris melihat kebrutalan remaja saat ini. Usia mereka yang  masih belasan tahun, yang seharusnya menikmati lika-liku dunia pendidikan. Namun di usia yang tergolong masih anak-anak, mereka menampakkan perbuatan yang sangat sadis dan terkadang di luar nalar, mulai dari kasus pembegalan, pemerkosaan, bullying, perampokan hingga pembunuhan, seperti yang baru-baru ini terjadi. Ada apa gerangan dunia remaja saat ini? Mengapa anak remaja begitu brutal melakukan berbagai tindak kejahatan tanpa rasa takut? 


Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, mengungkap kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial J (16 tahun) terhadap satu keluarga berjumlah lima orang. Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu karena persoalan asmara dan dendam pelaku terhadap korban. Antara pelaku dengan korban saling bertetangga.(republika, 8/2/2024)


Peristiwa sadis ini berawal saat pelaku berpesta minuman keras bersama teman-temannya pada hari Senin (5/2/2024). Kemudian sekitar pukul 23.30 WITA, pelaku diantar pulang oleh temannya.


Setelah diantar, J membawa senjata tajam berupa parang dan menuju ke rumah korban untuk melakukan pembunuhan. Sampai di rumah korban, pelaku langsung mematikan aliran listrik di rumah korban.


Selanjutnya pelaku langsung masuk ke dalam rumah. Lalu pada saat ayah korban berinisial W (34 tahun) pulang ke rumah pelaku langsung menyerangnya menggunakan parang. Kemudian pelaku juga menyerang istri korban berinisial SW (33 tahun) dan ketiga anaknya berinisial RJS (14 tahun), VDS (10 tahun), dan ZAA (2,5 tahun). Ketiganya terbangun karena mendengar keributan dan langsung diserang pelaku.


Kasus ini merupakan salah satu potret buram dunia pendidikan yang gagal mewujudkan siswa didik yang berkepribadian terpuji dan berakhlak mulia. Harapan kita pada dunia pendidikan yang seharusnya melahirkan generasi -generasi cerdas, beriman dan bertakwa pupus sudah dalam sistem saat ini. 


Sistem sekuler kapitalisme saat ini justru melahirkan generasi muda bermental rapuh dan berkepribadian rusak sehingga tega melakukan perbuatan sadis dan keji. Mereka seperti tidak memiliki rasa takut bahkan tidak terbayang akan azab di akhirat kelak.


Buruknya sistem saat ini juga menunjukkan mandulnya penerapan hukum di negeri ini yang tidak mampu memberikan efek jera bagi pelaku tindak kejahatan. Kejahatan demi kejahatan selalu berulang setiap hari, harga sebuah nyawa terasa begitu murah di negeri ini. Padahal dalam sebuah hadis  dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ


Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).


Di sisi lain, berita tadi juga menunjukkan efek buruk minuman keras, yang membahayakan manusia, sebagaimana Allah Swt. berfirman 



يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung" (QS Al Maidah :90)


Islam sebagai Solusi


Islam memiliki sistem kehidupan terbaik, yang berasaskan akidah Islam.  Di antaranya adalah sistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi islami berkualitas dan berkepribadian Islam dengan penancapan akidah sejak usia dini. Sistem ini menjadikan individu yang beriman dan bertakwa, takut berbuat maksiat karena kelak seluruh perbuatan akan di tanya dan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. 


 Islam juga memiliki sistem sanksi yang membuat jera bagi setiap pelaku kejahatan, sanksi tegas dalam Islam tentunya akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Sanksi ta'zir yakni bisa dengan hukuman cambuk atau seberat-beratnya hukuman mati. Dalam Islam sanksi itu bersifat jawabir yakni sebagai penebus dosa dan juga  zawajir yakni pencegahan agar orang lain tidak turut melakukan hal yang sama, atau memiliki efek jera bagi pelaku dan masyarakat lainnya.


Sistem Islam memiliki berbagai mekanisme yang mampu mencegah tindak kejahatan, salah satunya dengan pengharaman Khamar yang merupakan induk kejahatan dan biang dari segala malapetaka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Setiap benda yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr itu haram."(HR Hakim) 


Sungguh sebuah keniscayaan untuk bisa memberantas berbagai kejahatan dalam sistem saat ini adalah dengan penerapan Islam. Kasus di atas hanya satu di antara jutaan kasus dan berbagai persoalan yang lahir dari sistem rusak saat ini yang terjadi di masyarakat. Sudah semestinya umat mencampakkan sistem yang rusak (kapitalis) dan kembali kepada sistem yang mampu memberi jaminan penyelesaian setiap permasalahan secara tuntas dan adil, yakni sistem yang berasal dari Allah Swt. 


Hanya ada satu dan tidak ada yang lain yaitu sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. 


Wallahu a'lam bishawab

Post a Comment

Previous Post Next Post