Kasus bunuh diri setiap tahunnya selalu meningkat, ini berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. Angka itu sudah melampaui kasus bunuh diri sepanjang tahun 2022 yang jumlahnya 900 kasus.(Republika, 15/12/2023)
Bahkan diperkirakan sekitar 1.500 orang Indonesia melakukan tindakan bunuh diri perhari. WHO mencatat bahwa persentase bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6%– 1,8% dari 100.000 jiwa, diperkirakan jumlah pasien PBD akan meningkat setiap tahunnya.
Diantara penyebab bunuh diri adalah karena pinjol, terlilit hutang, banyak tuntutan keluarga, lingkungan yang tidak sehat baik dirumah, sekolah ataupun lingkungan perkuliahan, bahwa ada pula karena tontonan dimedia elektronik. Sehingga buruh diri bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, anak kecil pun saat ini juga melakukan tindakan bunuh diri.
Makin banyaknya kasus seperti ini menunjukkan ada kesalahan dalam tata kehidupan, baik dalam keluarga, Masyarakat maupun negara.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengkategorikan isu bunuh diri sebagai masalah kesehatan prioritas di dunia. Sehingga WHO menetapkan 10 September adalah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day. Peringatan ini menitikberatkan perhatian pada permasalahan bunuh diri yang kerap terjadi di seluruh dunia.
Lalu apa saja yang perlu diketahui berkaitan dengan peringatan ini?
Dalam upayanya hari ini adalah untuk meneliti, mengumpulkan data tentang perilaku bunuh diri, menentukan berbagai penyebab, mengapa tanda-tandanya tidak diketahui, mengembangkan praktik dan kebijakan yang baik untuk pencegahan bunuh diri. Biasanya Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati dengan berbagai kegiatan, seperti konferensi, seminar, dan forum diskusi guna merumuskan kebijakan baru untuk pencegahan bunuh diri.
Namun pada nyatanya, kasus bunuh diri semakin meningkat disetiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan oleh negara dalam rangka mencegah terjadinya bunuh diri masih belum maksimal. Sehingga dalam konteks ini, kita membutuhkan sistem yang lebih menjamin untuk menyelesaikan masalah ini.
Solusi yang paling tepat adalah hanya dengan Islam, karena Islam memperhatikan tumbuh kembang masyarakat baik dewasa maupun anak dibawah umur dan menjaga kekuatan mental melalui pendidikan yang berkualitas.
Islam juga memiliki sistem Pendidikan yang berbasis akidah Islam yang mampu melahirkan generasi hebat dalam berkarya, kuat iman, dan kuat mental.
Maka, manusia hari ini sangat membutuhkan sistem Islam untuk keselamatan hidupnya agar mampu menjalani sesuai fitrah. Sehingga kejadian ini tidak lagi terjadi dalam kehidupan kita. Dalam sistem Islam keimanan seseorang akan terjaga dan dikontrol oleh masyarakat.
Dalam sistem Islam, pemimpin akan mengurus rakyatnya dengan sebaik-baiknya sebagaimana perintah syariat. Islam memandang manusia secara utuh dan menyeluruh serta menjadikan akidah Islam sebagai landasan kehidupan. Akidah Islam akan diajarkan secara menyeluruh kepada generasinya. Akidah ini akan menuntun mereka memahami tujuan hidup yang sebenarnya sehingga tidak mudah untuk melakukan bunuh diri.
Wallahu'alam
