Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keberkahan Bulan Rajab Bagi Umat

Wednesday, January 24, 2024 | Wednesday, January 24, 2024 WIB


Oleh : Neng Sri
 (Ibu Rumah Tangga)


Pada bulan Rajab banyak kebaikan yang Allah SWT limpahkan kepada hamba-hambanya yang mengerjakan amal shalih. Ini karena Rajab adalah salah satu bulan yang Allah SWT muliakan. Kebaikan tersebut tentu harus diupayakan. Ia tidak datang begitu saja. Semua bergantung pada lemahnya keimanan dan amalan yang kita curahkan.


Para ulama menjelaskan bahwa Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang Allah SWT muliakan. Ini berdasarkan firman-nya (TQS. At-Taubah{9}:36). Kemuliaan bulan Rajab banyak diterangkan oleh para ulama. Ibu Faris menjelaskan: secara bahasa Rajaba berarti mengagungkan, menakutkan, menghormati. Rajaba juga bermakna mengokohkan atau menguatkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. (Ibnu Faris, Mu'jam, maqaayis al-Lughah, hlm.445).


Ada dua hal penting untuk dikerjakan oleh setiap muslim khususnya pada bulan Rajab ini. Pertama, setiap hamba yang beriman dan merindukan ridha Allah selayaknya bersegera memperbanyak amal shalih baik yang wajib maupun yang Sunnah, tanpa menunda-nunda lagi. Allah SWT berfirman: "Bersegeralah kalian meraih ampunan dari tuhan kalian dan surga yang. seluasnya  langit dan bumi yang disediakan bagi kaum bertaqwa" (TQS ali-Imran{3}:133).


Amal shalih tentu mempunyai kriteria khusus. Tidak setiap amal yang dipandang baik dikatakan sebagai amal shalih. Suatu perbuatan dikatakan amal shalih jika sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT atau mengikuti syariahnya. Keliru jika seorang muslim menyangka amal shalih sekedar amal kebaikan menurut pandangan dirinya, atau opini umum, atau buatan hukum manusia yang berlaku. Nabi Muhammad Saw bersabda: "Siapa saja yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dalam agama kami, maka ia tertolak" (H.R Muslim). Contohnya : seorang muslim telah berbuat baik kepada keluarganya karena telah menafkahi mereka. Padahal ia menafkahi mereka dari jalan usaha yang haram seperti muamalah Ribawi, menerima suap, korupsi, dan dsb. Diantara amal shalih yang besar keutamaannya adalah menjadi pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang menerapkan syariah Islam secara kaffah dan hidup dalam naungan hukum-hukum Allah SWT. Nabi Muhammad bersabda: (H.R ath-Thabrani).


Yang kedua: seorang hamba yang takut dengan dosa dan siksa Allah SWT seharusnya bersegera meninggalkan berbagai kezaliman. Ini karena pada bulan Rajab balasan atas perbuatan zalim juga dilipatgandakan. Karena itu pada bulan Rajab ini kaum muslim harus bersemangat untuk meninggalkan kezaliman dan kemaksiatan. Di antara sifat zalim yang harus segera dihilangkan adalah menolak penerapan hukum-hukum Allah. Allah SWT berfirman: "Siapa saja  yang tidak memutuskan hukum berdasarkan wahyu yang telah Allah turunkan, mereka itulah kaum yang zalim" (TQS al-Maidah {5} : 45).


Kita bergembira menyaksikan kaum muslim pada setiap bulan Rajab berlomba-lomba mengerjakan amal kebaikan. Hanya saja, banyak amal kebaikan itu baru berupa amal-amal pribadi, belum berupa amal yang berdampak pada kepentingan umat. Nasib yang tak kalah memilukan juga dialami oleh kaum muslim uyghur di Cina, India, Suriah.mereka teraniaya oleh para penguasa di negeri mereka tinggal.


Karena itu umat membutuhkan amal besar dan nyata untuk menolak berbagai kezaliman ini.kezaliman ini tidak bisa hilang kecuali dengan adanya pemimpin yang tampil sebagai junnah (perisai) bagi umat.


Wa allahu'alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update