Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SDA Dikelola Asing, Mampukan Menyejahterakan Rakyat?

Monday, December 11, 2023 | Monday, December 11, 2023 WIB Last Updated 2023-12-11T12:17:06Z

Oleh : Ranti Hartati (Muslimah Peduli Umat)


Di lansir dari media CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (17/11/2023) yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah tahun 2041 mendatang. Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan bahwa setelah Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS), salah satu hal yang dibahas adalah perihal perpanjangan kontrak pertambangan Freeport Indonesia di Papua yang akan berakhir tahun 2041. Arifin mengatakan IUPK PTFI bisa diperpanjang hingga tahun 2061 mendatang lantaran cadangan sumber daya mineral yang terhitung masih ada dan bisa terus dimanfaatkan.


Dilihat dari fakta di atas bahwa memperpanjang kontrak IUPK pada PTFI sama saja dengan memperpanjang penjajahan. Bayangkan, sejak 1976 PTFI sudah menambang di Indonesia, tetapi Indonesia tidak mendapatkan apa-apa, kecuali hanya sedikit. Rakyat sekitar pun makin menderita akibat lingkungan tempat ia tinggal kian rusak belum lagi bencana. Alasan tidak memiliki kemampuan sumber daya untuk mengelola SDA sendiri, sejatinya hanyalah alasan klise yang lahir dari pemikiran neoliberal. Jika alasannya kurang teknologi dan SDM, sudah 78 tahun Indonesia Merdeka, masa iya belum juga melahirkan SDM dan teknologi yang mumpuni? Atau jika alasannya modal, mengapa kekayaan alam yang begitu besar malah dijual ke asing sehingga kekayaan negara dibiarkan pergi? Bukankah ini membuktikan bahwa sejatinya, yang menjadikan negeri ini terjajah adalah sistem penerapan ekonomi neoliberal itu sendiri?


Perpanjangan kontrak PT Freeport sejatinya hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Papua, sebab sumber daya alam yang ada pada hakikatnya adalah milik rakyat. Perpanjangan kontrak izin menambang oleh perusahaan asing hanya akan memperpanjang penjajahan dan berujung pada penderitaan umat. Sedangkan penyebab SDA bisa dikuasai asing adalah penerapan sistem ekonomi neoliberal. Seharusnya setelah sekian lama dikelola oleh asing kini waktunya negara untuk bangkit dan mau mengelola secara mandiri tambang tersebut dengan menggunakan teknologi hasil dari anak bangsa sendiri.


Seperti yang Islam tetapkan dalam pengelolaan sumber daya alam itu adalah milik umum sehingga harus dikelola langsung oleh pemerintah itu sendiri dengan mengembangkan teknologi, mengali potensi anak negeri sehingga bisa terampil, dan memfasilitasi anak negeri sehingga mampu mengelola tambang tersebut dan hasilnya akan dipergunakan untuk menyejahterakan rakyat secara menyeluruh. Bahkan sistem ekonomi Islam dalam negara  Islam akan menjadikan sistem moneter berbasis emas yang akan menghantarkan negara sebagai pengelola emas sehingga bisa menjadi negara adidaya.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update