Aktivis Muslimah
Menjadi aktivis dakwah, sepertinya ungkapan ini kurang menarik di bandingkan kontes menjadi bintang ala sekuler yang kian menjamur. Walaupun menjadi aktivis dakwah tidak mesti pake audisi, atau ekstradisi yang bikin sensasi. Tetep aja orang-orang yang ikut terjun ke dunia dakwah masih bisa di hitung jari, terlebih dikalangan remaja.
Padahal untuk jadi pengemban dakwah, nggak kudu bisa nyanyi, menari atau akting. Cukup bermodalkan keimanan, ilmu, dan kemauan. Sayangnya, justru tiga faktor itu yang lumayan langka ditemuin pada mayoritas remaja yang kian terhipnotis gaya hidup hedonis.
Kalau ditanya, kenapa seseorang tidak mau atau belum mau ikut barisan dakwah?? Pasti mereka segera mengeluarkan segudang alasannya, salah satunya belum siap ngadepin resiko dakwah, emang apa sih resiko dakwah?
Resiko dakwah mah udah hal yang wajar terjadi. Bayangin aja, yang kita dakwah kan ajaran Islam. Sementara obyek dakwah kita baik yang di rumah, lingkungan sekitar, sekolah, kampus,atau tempat kerja semuanya udah terlanjur diselimuti aturan sekuler yang jelas bertentangan dengan Islam. Ya sudah pasti dakwah kita tidak semulus jalan tol. Makanya kita jangan bermimpi kalau dakwah itu bebas rintangan, justru kita kudu siapkan nyali untuk hadapi resiko dalam dakwah demi meraih ridho Allah Swt.
Resiko dalam dakwah adalah jalan menuju surga yang selama ini kita rindukan. Seberat apapun jalan itu, kita hanya perlu bersabar dan tetap Istiqomah.
Abu Dawud telah meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad Hasan,:
" Setelah engkau akan datang masa kesabaran. Sabar pada masa itu seperti menggenggam bara api".
So, inilah yang akan kita hadapi dengan rasa kesabaran hidup dalam dunia sekuler. Sesak rasanya, seperti ikan yang hidup dalam lumpur. Namun, inilah makna dari perjuangan. Berjuang untuk tetap bertahan dan jangan berdiam diri.
Jangan memburu menjadi bintang sekuler, yang sewaktu-waktu bisa meredup kalau tidak diperlukan lagi. Jadilah bintang yang selalu menerangi seluruh alam semesta dengan aturan Islam, jadilah bintang yang bersinar terang ketika seseorang memerlukan penerangan hati dengan pemahaman Islam.
Pengemban dakwah itu disayang Allah lho...
" Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru manusia menuju Allah? (QS Fushilat: 33).
Menurut imam al- Hasan, ayat diatas berlaku umum buat siapa saja yang menyeru manusia ke jalan Allah. Menurut imam Hasan mereka adalah kekasih Allah, dan pilihan Allah. Mereka adalah penduduk bumi yang paling dicintai Allah karena dakwah yang di serukannya.
Nggak heran dong kalau para sahabat Rasulullah begitu gigih bin pantang menyerah dalam berdakwah. Sebagian besar waktu, tenaga, pikiran, harta benda, keluarga bahkan nyawa pun rela mereka korbankan untuk dapetin pahala yang besar dalam dakwah. Dan kita juga bisa seperti para sahabat, walaupun nggak hidup di zaman Rasulullah, tapi warisan beliau yang berupa Al Qur'an dan Sunnah tetap eksis sampai sekarang dan terjaga kemurniannya. Tinggal kemauan kita saja untuk serius mempelajari, memahami, meyakini, dan mengamalkan warisan itu.
