Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme-Sekuler Induk Segala Problematika Umat

Friday, November 24, 2023 | November 24, 2023 WIB Last Updated 2023-11-24T02:23:45Z



Oleh Ummu Fatimah

Ibu Pemerhati Umat


Kasus kekerasan yang dilakukan masyarakat hari ini makin meningkat dan makin sadis. Berujung tindakan kriminal dan hilang nya sebuah nyawa. Kasus kekerasan ini bak gunung es. Seperti dilansir media online (Kompas, 12/11/2023), Martinus Kefl warga Desa Benu Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengalami luka parah setelah di Bacok menggunakan sebilah parang oleh Isteri nya sendiri saat sedang tidur. Seorang perempuan berstatus IRT dan memiliki keterbelakangan mental diperkosa oleh tetangganya sendiri di Desa Anturan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Tak kalah mengenaskan  Polisi menangakap pelaku pembunuhan terhadap karyawan MRT yang jasadnya ditemukan di Kali Banjir Kanal Timur (BKT) Cakung Jakarta Timur. Diduga pelaku memghabisi korban karena pelaku terlilit hutang sebesar 3 M karena gaya hidup. (Tribunews.com 13/11/2023).


Sungguh tindakan di luar nalar. Kondisi masyarakat hari ini sungguh benar-benar rusak. Apa sebenarnya akar persoalannya? Dan apa yang menjadi penyebab tindakan kekerasan yang melampaui batas tersebut?


Kehidupan Kapitalisme-Sekularisme Menyempitkan Hidup


Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini telah membawa kerusakan yang sangat parah. Kebijakan ekonomi yang hanya mentingkan pemilik modal menjadikan rakyat sebagai tumbal dari kekuasaan.


Kenaikan kebutuhan bahan pokok, kenaikan BBM, kenaikan tarif dasar listrik dan air bersih, serta berbagai pungutan pajak kian mencekik rakyat. Sementara pemutusan hubungan kerja semakin banyak, lapangan kerja sulit. Sementara kekayaan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang bermodal kuat. Sehingga kemiskinan terstruktur tak bisa dihindarkan. Maka pada level individu, kita banyak menemui orang-orang dengan level stres tinggi. Mudah meledak emosinya dan berujung pada melukai atau menghabisi.


Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan menghantarkan pada kebahagiaan yang semu. Masyarakat mengejar kebahagiaan yang bersifat materialistis Kebahagiaan semu ini menyebabkan depresi pada masyarakat dan bertindak bebas tanpa aturan.


Sekularisme membawa kehidupan yang bebas nilai. Sekularisme menyebabkan hati gersang dan mudah emosi hingga membentuk perilaku yang sombong dan arogan, bahkan mudah bertindak sadis dan tega menghilangkan nyawa manusia.


Allah Swt. berfirman:

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha : 124)


Orang yang menentang petunjuk Al-Qur’an akan selalu dibayangi oleh kehilangan kesenangan yang telah dicapainya, sehingga ia melakukan tindakan yang menimbulkan kerusakan dan kerugian dalam masyarakat. Kemudian di akhirat nanti ia akan dikumpulkan Allah bersama manusia lain dalam keadaan buta mata hatinya. Sebagaimana dia di dunia selalu menolak petunjuk-petunjuk Allah SWT.


Islam sebagai sebuah sistem, memiliki aturan yang lengkap dan paripurna. Dan Allah menurunkan risalah berupa Al-Qur’an untuk menuntun manusia. Allah SWT. berfirman:

“Sungguh Al-Qur’an ini memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada kaum mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al-Isra’: 9)


Ketika aturan Islam yang  diterapkan. Distribusi kekayaan akan merata. Negara akan menjamin kesejahteraan bagi rakyat. Tak akan ada penguasa yang zalim, karena syariat Islam begitu melarangnya. Kesempitan hidup berganti kelapangan.


Ketakwaan individu rakyat akan menjadi perhatian negara. Maka tidak akan ditemui individu dengan tingkat steres yang tinggi. Selain itu penjagaan negara dengan syariat Islam terhadap pergaulan akan menjaga umat dari pemenuhan naluri seksual yang haram. Alhasil, manusia akan kembali pada fitrahnya.


Untuk mengakhiri kehidupan rusak ala kapitalisme yang tidak manusiawi dibutuhkan  peran dari berbagai lapisan. Baik individu, masyarakat, dan terpenting negara (penguasa). Masyarakat yang bertakwa akan aktif beramar makruf nahi mungkar dan peduli dengan lingkungan sekitar. Begitupun negara yang bertakwa akan mengatur kehidupan bernegara sesuai dengan syariat Islam. Kesemua itu akan terwujud ketika islam di terapkan secara kaffah di muka bumi sehingga segala probelematika umat akan terselesaikan hingga tuntas.


Wallahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update