Pegiat Literasi dan Pembelajar Islam Kaffah
Sikap individualisme semakin marak dan menjadi tren di kalangan masyarakat. Kini masyarakat semakin jauh satu sama lain. Bahkan antar tetangga pinggir rumah saja tidak mengenal.
Jasad seorang ibu berinisial GAH (68) serta anak laki-laki berinisial DAW (38) ditemukan telah membusuk di kediaman mereka, Perumahan Bukit Cinere, Depok. Kompas. Kamis (7/9/2023)
Penemuan jasad GAH dan DAW bermula saat warga hendak mengajak acara jalan santai yang digelar perangkat RT setempat. Tetangga korban, Ratna Ningsih Trinyoto (71), mengaku merupakan panitia acara jalan santai tersebut.
Kepolisian menduga GAH dan DAW sudah meninggal selama satu bulan. Hingga kini, kepolisian belum mengetahui apa penyebab kematian ibu-anak tersebut.
Peristiwa penemuan jasad ini, terjadi akibat kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar dan buruknya hubungan bertetangga. Pada dasarnya manusia diciptakan Allah dengan kelemahan, saling membutuhkan kepada yang lain untuk berinteraksi sosial, berbagi kebaikan, saling memelihara dan menjaga. Namun kenyataannya individualisme begitu menguat dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi karakteristrik kehidupan dalam peradaban sekuler kapitalis. Yang membuat manusia menjadi individualis tanpa mempedulikan satu sama lain dan sistem sekuler kapitalis ini juga menggerus hakikat manusia sebagai makhluk sosial.
Hubungan yang dibangun dalam sistem ini hanyalah kepentingan jika ada manfaat yang bersifat materi. Bahkan standar kebahagiaan yang diterapkan di tengah masyarakat adalah standar materi, berupa harta, kekuasaan dan jabatan. Alhasil jika kebutuhan individu tersebut sudah terpenuhi, maka mereka tidak akan lagi membutuhkan orang lain dan menjadikan mereka acuh terhadap keadaan sekitarnya. Materi dijadikan sebagai standar kebahagiaan ini juga berakibat pada kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Dalam sistem sekuler kapitalis, negara menjamin kebebasan individu, tidak boleh melarang rakyatnya untuk berbuat sesuatu karena akan dianggap melanggar hak asasi individu, karena ini negara gagal membangun masyarakat ideal.
Ini adalah gambaran negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalis, tidak mengherankan penemuan jasad telah membusuk sering terjadi dalam sistem ini.
Sistem kehidupan yang berkiblat pada barat ini menjadikan liberalis sekuler dan individualis menjadikan negara mandul dalam menghasilkan masyarakat ideal.
Berbeda dengan masyarakat yang terbentuk dalam kehidupan Islam, kehidupan yang diatur oleh Islam kaffah. Islam menjadikan kepedulian terhadap tetangga sebagai Akhlak mulia, bahkan suatu keharusan.
Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tetangganya."
Aturan Islam mengembalikan manusia pada tata aturan yang berasal dari Dzat yang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yaitu Allah Swt.
Hal ini akan terwujud dengan negara yang menerapkan sistem Islam. Negara Islam sebagai pelaksana juga penegak hukum syariat. Islam memiliki pandangan yang khusus dan sahih tentang bagaimana seharusnya keluarga, masyarakat dan negara terbentuk. Islam memandang bahwa masyarakat adalah sekumpulan orang yang memiliki perasaan, pemikiran, aturan yang sama dan di dalamnya terjadi interaksi sosial berdasar aturan Islam kaffah. Keluarga, masyarakat dan negara harus dibangun dalam landasan akidah Islam, bukan manfaat yang bersifat materi. Keluarga, masyarakat dan negara pun harus merealisasikan misi penciptaan manusia di dunia ini adalah sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-NYA.
Standar kebahagiaan manusia yang hakiki adalah menggapai rida Allah sehingga akan membentuk masyarakat Islam yang gemar amar ma'ruf nahyi munkar, jadi tidak ada masyarakat yang tidak peduli karena semua berlomba-lomba dalam beramal salih dan membangun kemaslahatan di tengah kehidupan. Masyarakat yang seperti ini hanya akan terbentuk dalam sistem Islam kaffah. Wallahu'alam Bissawab

No comments:
Post a Comment