Aktivis Dakwah
Kian maraknya kasus penemuan mayat yang terjadi di lingkungan khususnya perumahan elite menandakan bahwa lingkungan sekitar tidak perduli dengan apa yang terjadi didaerah sekitarnya. Kasus - kasus seperti ini tidaklah terjadi di satu daerah saja melainkan di banyak daerah . Hal ini sudah tidak aneh lagi terjadi banyaknya kasus pembunuhan ataupun kasus bunuh diri tetapi lingkungan sekitar justru mengetahui setelah beberapa hari atau bulan bahkan sampai bertahun tahun baru di ketahui apalagi kalau kasus yang terjadi di daerah perumahan elite yang notabene mereka menutup diri dari lingkungan sekitar bahkan tidak jarang dari mereka yang tidak saling mengenal antara yang satu dengan yang lain. Mereka sibuk dengan urusan masing - masing untuk saling bertegur sapa pun mereka tidak memiliki waktu.
Seperti kasus yang terjadi di daerah Perumahan Bukit Cinere Indah Depok, mereka menemukan jasad dua orang yang awalnya mereka berniat ingin mengajak untuk ikut acara jalan santai yang di adakan RT setempat, tetapi mereka curiga karena pagar rumah mereka dalam keadaan di gembok, kemudian petugas keamanan mempunyai inisiatif dengan menaiki pagar agar bisa masuk kedalam. Petugas keamanan masuk garasi yang kebetulan tidak terkunci dari situlah bau busuk tercium begitu menyengat dari arah kamar mandi, kemudian mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut penuturan RW dan warga setempat bahwa korban menutup diri terhadap lingkungan sekitar semenjak suaminya meninggal tahun 2011 ( tempo 8 -9 -2023 ).
Sungguh sangat miris ada korban meninggal di sekitar lingkungan mereka tetapi hingga korban dalam keadaan membusuk tidak ada yang mengetahui padahal mereka tidak melihat korban hingga satu bulan lamanya. Inilah hidup di zaman kapitalis, mereka sibuk dengan urusan pribadi masing - masing individualisme memang menjadi sifat mereka. Mereka abai terhadap lingkungan sekitar bagi mereka kebahagiaan adalah urusan masing-masing tidak ada urusannya dengan orang lain, susah senang, sehat maupun sakit menjadi tanggung jawab diri mereka sendiri.
Kasus di atas membuktikan bahwa kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar sudah mulai terkikis yang kemudian rasa itu terganti dengan rasa individualisme di mana mereka tidak mau ikut campur dengan masalah orang lain, ingin meraih kebahagiaan mereka sendiri tanpa harus memperdulikan orang lain. Dalam pandangan mereka kebebasan dan kemerdekaan mereka lebih penting dari kepentingan apapun, tidak perlu repot mengurusi orang lain.
Bagaimana dengan Islam?
Islam bukan hanya sebagai agama saja melainkan sebagai aturan hidup juga di mana masyarakat itu mempunyai pemikiran, perasaan dan aturan yang sama. Mereka mempunyai sikap saling menghornati, menghargai, membantu dan tolong menolong terhadap sesama manusia. Islam mengharuskan manusia itu untuk saling nasehat menasehati dalam hal kebaikan dan juga mencegah orang untuk melakukan keburukan atau kerusakan. Setiap muslim itu adalah saudara maka apabila ada yang sakit maka yang lain akan merasakan sakit yang sama.
Tolong menolong dalam. Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Di dalam terjemahan Al Qur'an Surat Al Maidah ayat 2 yang artinya "Dan tolong menolonglah kamu dalam hal kebaikan, Dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya siksa Allah sangat berat.
Islam tidak akan pernah membiarkan saudara, tetangga atau siapapun menghadapi masalah sendirian, mereka akan saling tolong menolong, saling membantu, saling mendoakan dan saling menghibur apabila ada yang merasakan kesedihan. Nabi bersabda "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya (HR.BUKHARI). Dengan di terapkanya Islam secara sempurna yang berdasarkan pada akidah Islam semua itu akan dapat diwujudkan Islam lah satu-satu nya yang dapat membawa kepada rahmatanlilaalamiin.
Wallahualambissawab

No comments:
Post a Comment