Pemilu masih kurang lebih 6 bulan lagi. Namun, para elite & tokoh politik mulai melancarkan manuver, merebut dukungan masyarakat. Di balik itu semua, telah tersusun skenario untuk mendapatkan simpati dari rakyat.
Tetapi kali ini sinyal ketidak percayaan publik terhadap partai politik menjadi yang paling rendah di antara lembaga lainnya. Burhanuddin menyampaikan hanya 6,6 persen masyarakat yang sangat percaya terhadap partai politik, sedangkan yang cukup percaya 58,7 persen dan kurang percaya 29,5 persen. "Meskipun dibanding sebelumnya ada peningkatan, tetapi masih rendah," imbuh dia. Kendati begitu, Burhanuddin menjelaskan bahwa perolehan kepercayaan publik terhadap DPR dan partai politik saat ini mengalami peningkatan. Selain itu, angka saat ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan pada September 2017 di mana partai politik pernah memiliki tingkat kepercayaan publik hanya mencapai 39,2 persen. Kompas.com, (02/07/2023)
Jika menengok perpolitikan hari ini, tampak yang langgeng hanyalah kepentingan. Ada politikus yang mudah sekali pindah haluan, mulai dari warna kuning, hijau, biru, merah, hingga putih dicoba semua. Tergantung partai apa yang sedang memimpin saat itu. Tak ketinggalan kasus korupsi yang senantiasa muncul di layar televisi atau media sosial. Politikus-politikus berpangkat didapati melakukan kecurangan. Mulai dari korupsi, kolusi, hingga nepotisme.
Sudah menjadi rahasia umum, menjadi politikus masa kini butuh uang selangit. Ratusan juta bahkan miliaran rupiah dihabiskan demi meraih dukungan dan menjadi pemenang. Ketika duduk di kursi dewan atau menjadi pimpinan, segala macam kesempatan dimanfaatkan untuk mengembalikan modal. Upaya saling menjatuhkan pun tidak jarang terjadi, jegal- menjegal lawan dianggap hal wajar.
Rakyat malas memikirkan situasi politik, seolah-olah dipaksa mengikuti tingkah pola mereka. Al hasil, berbohong seolah menjadi rutinitas dalam dunia politik, kelihatannya sedang mengurusi rakyat, dibelakang panggung para elite sibuk mengurus diri sendiri, partai & koleganya. DPR dan parpol dengan manfaatkan media & para buzzer yang dibayar, skenario politik yang dibuat mampu mempengaruhi hati & pikiran rakyat.
Inilah panggung politik khas dari kapitalisme Sekuler, panggung yang hanya memberikan kesempatan kepada para pemodal.
Rakyat harus menyadari bahwa kondisi DPR & parpol karut marut, agar rakyat tidak mudah terpengaruh & termakan rekayasa kebenaran yang dilakukan oleh para elite.
Sudah saatnya kita mengakhiri seluruh ketidak percayaan kinerja DPR & parpol dalam sistem kapitalisme sekuler.
Sesungguhnya ada jalan keluar yang Rasulullah Saw tunjukkan yakni kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah, ke dua hal ini adalah pedoman manusia, termasuk dalam mengurus aspek pemerintahan
Saatnya Islam tampil, dengan sistem politiknya, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tanpa kepalsuan, tanpa kebohongan dan manipulasi. Sebab politik, sejatinya tak pernah terpisah dengan agama. Wallaahu a’lam.

No comments:
Post a Comment