Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Islam Atasi Fenomena Mengemis Online

Tuesday, February 07, 2023 | Tuesday, February 07, 2023 WIB Last Updated 2023-02-07T01:04:01Z




Oleh: Endah Ratnasari
Aktivis Dakwah di Depok



Media sosial menjadi ajang setiap pemilik akun melakukan berbagai aktivitas apa pun agar khalayak mengetahuinya. Media sosial juga memiliki dua mata seperti pisau, jika digunakan dalam kebaikan akan mengalir pahala untuk sang pemilik akun, begitu juga jika digunakan dalam keburukan, satu postingan keburukan akan mengalirkan dosa jariah pula untuk pemilik akun.

Salah satu postingan keburukan yang sedang viral di media sosial saat ini yakni mengemis online. Mengemis online terbilang baru dan kreatif karena menggunakan flatform tiktok sebagai medianya. Mereka beramai-ramai membuat konten dengan cara mulai dari mengamen, menjadi badut hingga mengecat tubuhnya menjadi warna tertentu hingga mengemper di pinggir kota. Bahkan bisa pula memanfaatkan orang yang lemah seperti orang tua untuk mandi lumpur atau mandi di tengah hari dan ini dilakukan live dengan berharap saweran dari para penontonnya. Setiap like atau pemberian stiker yang diberikan  netizen akan menghasilkan uang. Seperti stiker bunga Rp100.000, stiker Macan Rp1.000.000 dan masih banyak lagi.

Oleh karenanya, pemerintah pusat melalui Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku bakal menyurati pemda guna menindak orang-orang yang melakukan fenomena ‘ngemis online’ di platform media sosial Tiktok. Ia menegaskan fenomena mengemis, baik online maupun offline memang tidak diperbolehkan.

Miris bukan, mendengar fakta-fakta terbaru di lapangan yang membuat kita semakin membelalakkan mata karena kemiskinan yang terjadi di negeri ini semakin mencekik rakyat hingga mereka rela mengemis hanya demi cuan. 

Solusi dari pemerintah untuk kasus pengemis offline hanya menangkap dan memulangkan mereka ke daerah masing-masing. Untuk solusi pengemis online sendiri pemerintah baru saja ingin memberikan surat kepada pemerintah daerah untuk menindak lanjutinya agar kejadian ini tidak menjamur sehingga harus segera dihentikan. Akankah hal tersebut bisa menyelesaikan masalah?

Ternyata solusi tersebut tidak menyelesaikan masalah selama sistem yang diterapkannya sistem kapitalis yang hanya mementingkan orang yang berduit sementara rakyat sengsara. Sulit sekali untuk mencari pekerjaan demi sesuap nasi. Oleh karenanya mengemis online atau lebih tepatnya meminta-minta sebagai ide kreatif rakyat agar bisa mendapatkan uang.

Padahal, dalam Islam para ulama sepakat perbuatan meminta-minta adalah haram Orang yang meminta-minta sebenarnya meninggalkan kewajiban berikhtiar yang diperintahkan Allah. Dalam suatu hadits diungkapkan bahwa orang yang suka meminta-minta, di akhirat nanti daging di wajahnya akan rontok, sehingga tinggal kulit dan tulang. “Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata: Nabi SAW bersabda: ‘Sebagian orang selalu meminta-minta hingga ketika sampai di hari kiamat, tidak ada sedikit pun daging di wajahnya’.” [HR al-Bukhari dan Muslim].

Oleh karenanya tidak boleh mencari uang dengan cara meninta-minta, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Artinya kita diajarkan untuk senantiasa banyak memberi bersedekah berinfak pada orang-orang yang membutuhkan. Bukan menjadi orang yang senang mengadahkan tangan untuk meminta orang lain dan menjadikannya pekerjaan rutinitas. 

Dalam hadits lain dikatakan “Barang siapa meminta-minta kepada orang lain dengan tujuan untuk memperbanyak kekayaannya, sesungguhnya ia telah meminta bara api; terserah kepadanya, apakah ia akan mengumpulkan sedikit atau memperbanyaknya” (HR Muslim no. 1041).

Mengemis dengan cara langsung atau dengan menggunakan media sosial merupakan perbuatan yang sangat dibenci Rasul SAW. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk berikhtiar menggunakan seluruh kemampuan yang ada pada diri untuk dimaksimalkan. Masalah rejeki Allah SWT yang berkendak dan telah ditetapkan dan tidak perlu putus asa mengenai rejeki dari Allah SWT.

Oleh karenanya, agar kasus ini dapat diatasi dengan benar harus mengubah sistem yang diterapkan saat ini dengan sistem Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits. Yakni sistem Islam (khilafah) yang dipimpin oleh seorang khalifah. Pasalnya, khilafah Islam dapat menyejaterakan tiap individu rakyat. Mulai dari sandang, pangan, papan, pendidikan serta kesehatan. Sehingga kemiskinan dapat dibrantas hingga pengemis pun akan hilang. []

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update