Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Si Manis yang Berbuah Pahit

Wednesday, February 15, 2023 | Wednesday, February 15, 2023 WIB Last Updated 2023-02-15T09:45:37Z

Oleh Yulia Ummu Haritsah
Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Muslimah

Kasus diabetes mellitus pada anak akhir-akhir ini melonjak, sebelumnya marak pula kasus gagal ginjal pada anak-anak. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi, membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir terhadap kondisi anak-anak. Seperti yang dilansir oleh Liputan6.com, Jakarta - Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Muhammad Faizi, SpA (K) mengatakan, prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023 dibandingkan dengan tahun 2010.

Meningkatnya kasus sampai 70 kali lipat ini, terjadi karena banyaknya anak mengonsumsi makanan atau minuman manis dan yang cepat saji, yang semua itu menggunakan pemanis buatan. Seperti yang kita ketahui jajanan yang ada sangatlah bervariasi, dari mulai jajanan sekolahan sampai jajanan warung yang membuat anak-anak tergiur, terus ingin mengonsumsinya. Sungguh sangat mengkhawatirkan.

Namun sayang, keinginan jajan pada anak-anak tidak dibarengi dengan jaminan sehatnya makanan yang di konsumsi, apalagi anak-anak belum bisa memahami tingkat keamanan dari jajanan tersebut, apakah jajanan itu sehat untuk konsumsi atau tidak? Anak-anak hanya memikirkan mana yang dia senangi itu yang dibeli tidak ada maklumat untuk memilah-milah mana jajanan yang halalan toyyiban. Maka tidak heran terjadi kasus diabetes mellitus pada anak meningkat, dan itu perlu ditangani segera dengan serius oleh pihak produsen, keluarga dan dari pemerintah.

Seharusnya para produsen menomorsatukan dari segi kesehatan dalam memproduksi makanannya, bukan hanya mementingkan keuntungan semata, karena segala sesuatu yang membuat mudarat pasti akan membawa kerusakan. Begitu pun dengan pemerintah, harus tegas dalam mengawasi makanan yang beredar, sehingga masyarakat tidak khawatir dalam mengonsumsinya.  Terlebih lagi, setiap individunya harus mengetahui mana makanan yang halalan toyyiban, yang akan menyehatkan tubuh, tidak semua yang di inginkan itu yang di konsumsi. Untuk apa menikmati makanan jika membawa sengsara.

Disinilah dibutuhkan edukasi kepada anak-anak kita, untuk bisa memilih makanan agar terhindar dari mengonsumsi yang tidak sehat, karena tubuh ini adalah amanah, yang harus kita jaga dari segala kerusakan. 

Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update