Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RUSIA MELARANG LGBT, BAGAIMANA INDONESIA?

Saturday, December 03, 2022 | Saturday, December 03, 2022 WIB Last Updated 2022-12-03T05:48:41Z

OLEH  :  UMMU ALVIN

Sesungguhnya perilaku LGBT bukan sekedar penyimpangan perilaku yang menular secara organik dari satu orang ke orang yang lain. Ini adalah agenda global yang terstruktur, sistemis, disokong dana yang luar biasa besar oleh aneka institusi internasional, melalui aneka program yang begitu masif  dan rapi, yang menyasar remaja dan generasi lintas kalangan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah resmi melarang propaganda LGBT di Rusia.Promosi hubungan lesbian, gay, biseksual, and transgender (LGBT) dilarang secara permanen di Rusia sesuai undang-undang (UU) yang diperkenalkan ke Duma Negara pada Senin 18 September 2022. Hal ini pun ditegaskan Presiden Rusia dalam pidatonya Jumat 30 September 2022.

RUU ini mendapat kritikan dari sejumlah pejabat AS, tapi Moskow memandang kritik pejabat Amerika Serikat (AS) terhadap RUU Rusia yang melarang propaganda LGBT sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri Rusia. Hal itu diungkapkan Kedutaan Besar Rusia di Washington dalam sebuah pernyataan.

"Kami memperhatikan pernyataan sejumlah pejabat AS yang mengkritik RUU yang diadopsi oleh Duma Negara Federasi Rusia yang melarang penyebaran propaganda hubungan seksual non-tradisional, pedofilia atau informasi yang menyebabkan keinginan untuk mengubah jenis kelamin," bunyi pernyataan Kedubes Rusia di AS, seperti dikutip dari TASS.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa AS telah memberikan dukungan kepada kaum LGBT.  Amerika sejak tahun 2015 telah melegalkan perkawinan sejenis. Mereka akan mendapatkan hak yang sama dengan pasangan hiterogen, seperti mendapat surat kelahiran dan kematian.

Sebagaimana diketahui bahwa Amerika adalah negara yang menerapkan sistem Kapitalis liberal. Pergaulan bebas telah marak di negara tersebut bahkan tanpa ada batasan tertentu. Apalagi Amerika merupakan negara yang dijadikan ikon kebebasan. Di negara tersebut kebebasan sangat diagungkan. Hingga keberadaanya dilindungi dalam bentuk Undang - Undang. Kebebasan ini pada akhirnya akan memberikan inspirasi dan motivasi bagi negara lain.

Perilaku menyimpang ini masih bebas berkeliaran di tengah-tengah masyarakat Indonesia saat ini, ditambah lagi mereka mendirikan komunitas-komunitas yang memperoleh dukungan dari badan dunia yaitu PBB dengan dana yang sangat tinggi untuk mendanai kampanye LGBT ini di masing-masing negara di dunia. Dan upaya yang dilakukan sangat rapi dan tersistem.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim juga menjadi target sasaran, Bagaimana tidak, berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh eksistensinya didepan hukum. Sejatinya, LGBT merupakan buah dari peradaban rusak barat yang telah membuat manusia menyimpang dari fitrahnya. Peradaban rusak Barat menganut paham Demokrasi-liberal yang berasaskan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga memandang suatu perbuatan, tolak ukurnya bukanlah halal dan haram melainkan nafsu semata.

Untuk itu, peran terbesar dalam memerangi virus LGBT ini ada pada pundak negara dan penguasa. Jika negara non muslim seperti Rusia saja berani dengan tegas mengeluarkan aturan yang melarang total LGBT, mengapa kita, negara yang notabene mengimani Allah SWT dan mayoritas muslim, masih saja membiarkan LGBT dan belum mengeluarkan regulasi yang melarang LGBT dengan tegas? Terlebih jika resikonya mengancam ketahanan generasi dan keluarga.

Islam memandang hubungan antara perempuan dan laki-laki hanya lah dalam ikatan yang sah lagi suci. Begitulah cara Islam memuliakan manusia dalam rangka melestarikan jenis manusia dengan segala martabatnya. Allah SWT berfirman yang artinya;

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri,dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaan) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (TQS. Al-Nisa' : 1).

Didalam firman Allah SWT di atas, sangat jelas manusia itu berpasang-pasangan dengan lawan jenisnya dan hanya dua jenis kelamin tidak ada yang ketiga. Jika ada yang menganggap bahwa jenis kelamin manusia lebih dari dua bahkan 18 jenis, itu sungguh penyimpangan sangat jauh dari fitrah manusia. Apalagi ada negara yang dengan sistem Kapitalisme mencoba melegalkan pernikahan sesama jenis,itu sungguh penyimpangan yang tersistem.

Dengan atau tanpa peran negara hari ini, sebagai umat yang melakukan amar makruf nahi munkar, kita akan berkomitmen terus berdakwah tanpa lelah merangkul umat dan melindungi umat dari bermacam fitnah. Namun sungguh, siapa saja yang kini duduk di kursi penguasa, yang memiliki kekuasaan untuk membuat regulasi dan memimpin umat, kelak akan mendapat pertanyaan yang lebih besar di hadapan Allah: apa peran kita dalam melindungi umat dari virus LGBT?

Siapapun kita, apapun peran dan posisi kita, sungguh tak ada alasan bagi seorang mukmin untuk diam! Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq RA, ia berkata

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَتَقْرَؤُوْنَ هَذِهِ الآيَةَ :ياأيها الذين آمَنُوْا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ  وَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: “إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوْا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ (رَوَاهُ أبو داود والترمذي وَغَيْرُهُمَا)

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (Al-Maidah:105), karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah SAW  bersabda, ‘Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang dzalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua’ “

(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya, sanadnya shahih)

Wallahu a'lam bish shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update