Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PHK Kian Meningkat, Islam Solusi yang Tepat

Monday, December 12, 2022 | Monday, December 12, 2022 WIB Last Updated 2022-12-12T10:26:04Z



Oleh Salsabilla Al-Khoir
(Aktivis Muslimah Kalsel)

Bak buah simalakama, pandemi  belum berakhir, krisis juga belum  pulih. Nim ternyata badai PHK massal kian  meningkat. Hal ini menjadi alarm bagi negeri ini untuk menyelesaikan problem masyarakat  dengan tuntas.

Sebagaimana dilansir oleh Bisnistempo.co.id, menjelang akhir  tahun 2022,  badai pemutusan hubungan kerja atau PHK massal ini pun sempat menarik perhatian publik. Sederet startup dalam negeri ikut mengalami masa sulit dalam operasionalnya. Misalnya Shopee hingga LinkAja ikut terseret badai PHK karyawan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah kembali ke level historisnya ke era pra-pandemi yakni sekitar 5%. Namun, pertumbuhan yang positif ini tidak mampu menciptakan banyak tenaga kerja. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kian marak terjadi di tengah perbaikan ekonomi. Awal bulan ini harusnya menjadi kabar positif bagi masyarakat Indonesia.   (CNBCIndonesia, 18/11/2022).

Realitas PHK tak bisa dimungkiri sebab banyak perusahan yang kewalahan dalam mengumpulkan dana dan mempertahankan karyawannya. Adapun strategi bisnis perusahaan stratup adalah bakar uang yakni mereka akan berlomba-lomba menggunakan modalnya secara habis-habisan sehingga konsumen kecanduan dan terus menerus ingin menggunakan layanan perusahaan startup dalam jangka panjang.

Modal ini berasal dari investor dengan mekanisme investasi.
Sehingga kala sasaran pasar meningkat, maka pula akan meningkatkan harga saham di perusahaan. Tentu hal ini jadi daya tarik bagi para investor untuk  menanamkan modalnya sebanyak-banyaknya. Apalagi jika diketahui bahwa konsep investasi dalam sistem ekonomi kapitalisme ialah salah satunya berupa saham yang harga asetnya jauh melebihi nilai intrinsiknya.

Adapun ketika terjadi sentimen ekonomi seperti krisis keuangan, invasi Rusia-Ukraina, pandemi, membuat para investor berhati-hati bahkan menarik asetnya. Maka dengan melonjaknya harga aset, maka akan menciptakan gelembung yang terus  membesar dan sewaktu-waktu tiba-tiba pecah ketika para investor menarik dananya. Imbasnya terjadilah PHK massal karena perusahaan kekurangan bahkan tidak memiliki dana untuk menampung karyawan perusahaannya.

Demikianlah realita kondisi investasi dalam sistem ekonomi kapitalisme. Bahwa ekonomi ini dibangun dari sektor non-riil. Sistem investasinya berbasis perjudian (spekulasi) yang diwujudkan dalam bentuk jual beli saham, sekularitas dan obligasi di sistem pasar modal. Sehingga bisa dengan cepat pertumbuhan ekonominya akan tetapi pertumbuhan tersebut tidak nyata (semu). Pada awalnya perusahaan start up banyak yang berkembang, namun perlahan mati karena kekurangan modal. Karena publik masih mengandalkan sistem ekonomi kapitalisme yang hanya mengejar keuntungan materi tanpa didukung sistem dan pendanaan yang kuat maka PHK massal akan terus terjadi.

Islam Solusi Tepat

Islam sebagai agama sekaligus ideologi yang melahirkan aturan untuk kehidupan. Islam sebagai ideologi mampu menyelesaikan permasalahan ini. Islam memiliki sistem kehidupan praktis diterapkan dalam bentuk negara bernama khilafah islamiyah. Sistem ini memberi maslahat pada umat manusia termasuk sistem ekonominya. Sistem ekonomi Islam bertumpu pada sektor riil, bukan nonriil.

Adapun negara khilafah islamiyah akan memastikan kepemilikan sesuai dengan syariah Islam. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda: " Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang, rumput, air, dan api. (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Khilafah islamiyah pun melarang dan mengharamkan sektor ekonomi nonriil berkembang karena sektor ini merusak perekonomian dan membuat perekonomian rakyat bahaya karena semu. Seluruh bisnisnya yang berkembang dalam Khilafah harus bertumpu pada sektor riil bukan nonriil.

Pengembangan bisnis ini harus memenuhi kaidah pembagian kepemilikan ekonomi Islam yakni kepemilikan individu, umum, dan negara. Individu tidak boleh menguasai harta kepemilikan negara seperti usyur, kharaj, jizyah, ghanimah dan lainnya.
Negara tidak boleh melarang individu mengembangkan hartanya. Individu boleh berbisnis dibidang pertanian, peternakan dan bidang ekonomi.

Adapun sistem mata uang akan stabil karena di back-up dengan emas, sehingga mata uang relatif stabil. Semua ini menjadikan sistem ekonomi Islam tahan krisis dan tidak pernah mengalami bubble ekonomi. Bahwa ekonomi Islam menuntut khilafah wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi warganya.

Pengembangan sektor riil yang dikendalikan oleh daulah khilafah islamiyah akan sangat mampu menyelesaikan permasalahan pengangguran hingga tidak ada satu pun laki-laki dalam negara khilafah islamiyah yang tidak memperoleh pekerjaan. Maka, gelombang PHK massal bisa teratasi dalam negara khilafah islamiyah. Semua ini hanya bisa diterapkan jika menggunakan sistem ekonomi Islam dalam naungan negara khilafah islamiyah.

Wallahu a'lam bisshawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update