Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan Hari Ibu, Benarkah Perempuan Maju?

Thursday, December 29, 2022 | Thursday, December 29, 2022 WIB Last Updated 2022-12-29T03:21:36Z


Oleh: Dian Wisdiyanti (Ibu Rumah Tangga)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar pameran bertema The Truth Inside You: Alunan Kisah Tentang Perempuan. Tema yang diangkat dalam pameran menampilkan kondisi dan peran perempuan dalam keseharian. Ada dua tema besar yang diangkat yaitu 'This is Me' dan 'I can Be'. Kedua tema itu membawa pesan penting tentang jati diri, citra, dan peranan perempuan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

Selain tema utama, ditetapkan sub-sub tema untuk mendukung tema utama tersebut, yang semuanya mengarah pada pemberdayaan ekonomi.

Hal ini menyiratkan bahwa perempuan dianggap sebagai tulang punggung (back bone) dari perekonomian Indonesia. Pakar ekonomi UGM menyebut data bahwa perempuan mengelola 60 persen dari UMKM yang ada di negeri ini. UMKM ini berkontribusi besar bagi Product Domestic Bruto (PDB) mencapai 60,5 persen dan menjadi sektor utama penyerapan tenaga kerja (voaindonesia.com, 17/12/2022).

Jika demikian, benarkah peringatan Hari Ibu ke 94 ini bisa dipandang sebagai ajang untuk kembali memperjuangkan hak-hak perempuan dalam hal ini kaum ibu?

Dalam beberapa dekade terakhir, perempuan selalu diminta agar dapat berjuang bagi keluarga, masyarakat, bahkan negara. Perempuan dituntut berdikari secara ekonomi dan tidak bergantung kepada nafkah suami. Inilah yang disebut dengan pemberdayaan perempuan oleh Barat. Bahkan, gerakan feminis yang asal munculnya dari barat berjuang untuk melepaskan perempuan dari kehidupan rumah tangga dan mandiri dari laki-laki. Mereka mendorong perempuan berkarir untuk mengejar ekonomi dan meninggalkan tugasnya di rumah.

Ini adalah pengaruh dari kapitalisme yang menjadikan tolok ukur keberhasilan dari sudut pandang materi. Pihak yang produktif adalah yang berkuasa. Yang tidak dapat menghasilkan materi dianggap rendah. Oleh karenanya, ibu rumah tangga dipandang sebagai pekerjaan rendah dan sebelah mata. Istilah pemberdayaan perempuan dilontarkan untuk mendorong perempuan agar keluar rumah dan mengejar materi, meninggalkan amanah utamanya sebagai istri dan pendidik generasi.

Saat ini, perempuan dituntut terjun ke dunia kerja dan bisnis. Mereka didorong untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi agar dapat meningkatkan pertumbuhan sistem kapitalisme, dengan paradigmanya yang menganggap hidup adalah untuk memperoleh materi sebanyak-banyaknya, tentu tidak akan melepaskan peluang ekonomi apa pun. Termasuk, peluang ekonomi yang akan diperoleh ketika perempuan terjun dalam ekonomi.

Sejatinya, keterlibatan perempuan dalam dunia kerja tak lain merupakan eksploitasi terhadap perempuan. Perempuan dipaksa keluar rumah untuk dijadikan objek penghasil kekayaan. Fitrahnya dicabut, merampas waktu perempuan untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya. Tak sedikit yang akhirnya stres karena harus memikul beban ganda sebagai pekerja sekaligus ibu.

Dalam Islam, perempuan telah diberi peran utama dan mulia, yaitu sebagai ibu dan pengelola rumah tangga. Pemberdayaan perempuan yang sebenarnya tentu harus disesuaikan dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk dapat menjalankan perannya sebagai pendidik generasi cemerlang, tentu butuh sebuah sistem yang mendukungnya. Khilafah terbukti mampu menjadi mercusuar dunia selama kurang lebih 13 abad. Di dalamnya, ibu begitu dimuliakan.

Hanya Islam-lah yang dapat memuliakan perempuan sesuai fitrahnya. Perempuan tidak akan dibebani tugas ganda sebagai ibu sekaligus pekerja seperti hari ini. Untuk itu, perlu adanya upaya kita bersama agar peradaban agung tersebut kembali, dengan mengkaji Islam secara kaffah dan mendakwahkannya ke tengah-tengah masyarakat.

Sejarahwan Inggris, Julia Pardoe menuliskan tentang status ibu pada masa Khilafah Utsmani, pada 1836. Dia mengatakan, ibu selalu dihormati dan dihargai. Ibu adalah tempat berkonsultasi dan mengungkapkan isi hati, dimuliakan hingga akhir hayatnya, diingat dengan penuh kasih sayang, dan penyesalan setelah pemakamannya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update