Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PEREMPUAN CERDAS BERPOLITIK

Wednesday, December 14, 2022 | Wednesday, December 14, 2022 WIB Last Updated 2022-12-14T10:46:21Z

Oleh : Susi Puji Astuti
Praktisi Pendidikan Dan Pemerhati Sosial

Tahun politik segera tiba dan geliat penyambutannyapun di mulai termasuk oleh kalangan kaum perempuan. Pekan lalu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim menggelar kegiatan Seminar Perempuan Peduli Politik, Kamis (24/11/2022). Dengan tema “Cerdas Berpolitik Perempuan Maju”.

Acara ini tentu memiliki niatan yang mulia dimana kaum perempuan dapat memiliki kehidupan yang maju yang dapat dicapai melalui meningkatkan peran mereka dalam urusan politik mengingat banyaknya permasalahan yang menghampiri perempuan saat ini dan mengakibatkan banyaknya perempuan mengalami kehidupan yang tidak enak, tidak layak dan tidak setara dengan laki-laki.

Permasalahan perempuan tersebut dicoba diselesaikan dengan perspektif gender dimana masalah perempuan hanya dapat terselesaikan jika perempuan sendirilah yang mencarikan solusinya karena hanya perempuan yang paling tahu masalah perempuan. Dan sekelompok perempuan memilih masuk parlemen di system demokrasi sebagai sarananya. 
 
Dengan memanfaatkan alam demokrasi yang memberi peluang bagi kaum perempuan untuk berkontribusi secara politik, utamanya dalam mengambil keputusan-keputusan strategis di parlemen, mereka berharap dengan  terjun langsung maka banyak permasalahan perempuan yang akan dapat dituntaskan. Namun apakah benar demikian ?.

Pada hakekatnya, berbagai masalah yang menghampiri perempuan seperti kemiskinan, rendahnya kualitas Kesehatan ataupun rendahnya tingkat Pendidikan, adalah juga masalah yang dihadapi oleh para laki-laki, sehingga hal-hal tersebut sesungguhnya adalah masalah manusia yang hidup pada zaman ini, dimana kehidupan dijalankan menggunakan system kapitalis. 

System kapitalis tidak memberikan ruang kepada perempuan maupun laki-laki yang tidak memiliki akses kapital/modal , system ini hanya bersahabat dengan orang-orang yang memiliki akses modal yang besar baik perempuan maupun laki-laki, sehingga mereka dapat mengakses kesejahteraan, Pendidikan dan Kesehatan dengan sebaik mungkin. 

Maka keberadaan perempuan di parlemen dengan memanfaatkan alam demokrasi tidak menjamin keluarnya para perempuan dari permasalahannya. Perempuan justru terjebak dalam perspektif gender dan menjadikan paradigma gender menjadi semakin menguat. Hal tersebut mengakibatkan semakin jauhnya perempuan dari keterlepasannya akan berbagai masalah yang dihadapinya karena  demokrasi adalah bagian dari system kapitalis itu sendiri.

lantas bagaimana seharusnya cara tepat bagi perempuan untuk berpolitik?. Perempuan sejatinya memiliki peran yang sangat penting sebagai ibu dan pengatur rumah tangga/keluarga ( ummu wa rabbatul bait ).

Sebagai ibu, perempuan akan menjadi pendidik generasi, baik-buruknya generasi sangat dipengaruhi oleh cara ibu mendidik anak-anaknya.  Maka jika perempuan abai terhadap perannya ini akan muncul generasi-generasi yang tidak berkualitas, sementara sebagai pengatur rumah tangga, perempuan berperan dalam mewujudkan keluarga yang terpelihara, jika peran ini hilang maka akan terjadi berbagai kerusakan dan kehancuran keluarga. 

sehingga jika kedua peran tersebut dapat direalisasikan oleh perempuan maka akan terwujud generasi penerus yang berkualitas dan keluarga/rumah tangga yang Bahagia. kedua hal tersebut merupakan kontribusi nyata perempuan dalam menciptakan masyarakat, bangsa dan negara yang siap untuk mewujudkan kemajuan dalam kehidupan. Inilah peran politik yang nyata dari perempuan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update