(Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Balut-Sulteng)
Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi di hadapan para ketua delegasi asing saat pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 di Nusa Dua, Kabupaten Bandung, Bali, menegaskan bahwa kebijakan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 tidak boleh melemahkan nilai-nilai demokrasi. Menurut beliau, pandemi menjadi kesempatan bagi peserta forum dan negara-negara lain di dunia untuk memikirkan kembali bagaimana penerapan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Pandemi tidak boleh melunturkan nilai demokrasi dan di saat yang sama demokrasi tidak boleh menjadi penghalang kita untuk mengalahkan pandemi. Justru kita yakin bahwa demokrasi merupakan alat yang paling tepat bagi setiap negara untuk melawan pandemi," kata Retno. (antaranews.com, 10/12/2022)
Sampai saat ini, demokrasi masih menjadi sistem kehidupan yang dipilih bagi negara-negara di dunia. Tak terkecuali di negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia. Bahkan keberadaan demokrasi, dikatakan dan dianggap mampu menjadi solusi permasalahan yang terjadi.
Namun pada kenyataannya, hal tersebut tidak demikian. Buktinya sampai saat ini, segala sistem yang lahir dari demokrasi tak memperlihatkan kebaikan dan kesejahteraan bagi negara dan masyarakat yang bernaung di dalamnya. Mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, tak menampakkan keberhasilan. Justru kegagalan tiap tahunnya.
Masyarakat hidup susah, kesehatan mahal, ekonomi sulit. Ditambah pendidikan yang susah didapat bagi orang-orang yang tak beruang. Ini akibat mahalnya pendidikan dalam sistem sekarang. Begitupun dengan kesehatan yang susah dijangkau. Sehingga muncul istilah orang miskin dilarang sakit. Sebab, begitu mahalnya biaya kesehatan yang dipatok dalam sistem demokrasi sekuler. Lantas, benarkah demokrasi adalah solusi terbaik?
Tak perlu orang cerdas untuk melihat kegagalan demokrasi dalam mengatur kehidupan kita saat ini. Cukup menjadi orang yang sadar dalam melihat realita yang ada, tidak dibutakan oleh kepentingan.
Ideologi Islam Sebaik-baik Solusi
Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, maka sudah selayaknya meyakini bahwa Islam adalah sebaik-baik ideologi dan sistem kehidupan baginya. Sebagaimana Islam diturunkan bukan hanya sekadar agama, melainkan ideologi.
Sebab, Islam berasal dari Allah Swt. pencipta alam semesta dan manusia. Maka, aturan-Nyalah yang terbaik bagi manusia. Sementara, demokrasi hanyalah hasil pemikiran manusia yang serba terbatas, alat dari kafir Barat dalam menjajah kaum muslimin agar jauh dari aturan agamanya.
Jika sampai saat ini kita masih hidup dalam belenggu demokrasi, maka sudah selayaknya kita menyadari bahwa hal ini adalah sebuah kesalahan besar. Tak, maukah kita hidup dalam naungan sistem Islam? Maukah kita terus-menerus terbelenggu dalam sistem kufur demokrasi?
Saatnya menerapkan Islam sebagai sebaik-baik solusi problematika kehidupan. Tanpa ada keraguan di dalamnya. Menerapkan syariat Islam secara kafah.
"Dan di antara kami ada yang menghendaki Islam dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran (selain Islam). Siapa yang memilih Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus." (TQS. Al-Jin ayat 14)
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment