Acara Nusantara Bersatu yang digelar Relawan Jokowi menyisakan sampah berserakan yang mengotori Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11).
Penampakan lautan sampah di GBK tersebut menjadi sorotan publik dan berujung viral 7
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 500 personel pasukan oranye untuk membersihkan dan mengangkut sampah dan berhasil mengumpulkan total 31 ton beragam jenis sampah usai acara tersebut.
Semua terlibat dalam membereskan sampah ini, baik dari kasudin, kasatpel, hingga petugas jasa layanan perorangan semua terlibat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, dikutip Antara.
Silaturahmi nasional dengan tema "Nusantara Bersatu" digelar oleh gabungan Relawan Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Rombongan warga dari berbagai latar belakang dan daerah memadati area GBK, mulai dari kelompok ibu-ibu, anak muda hingga para santri.
Dalam acara tersebut Presiden Jokowi memaparkan sejumlah pencapaiannya selama memerintah, terutama di bidang infrastruktur.
Jokowi pada kesempatan itu juga menjabarkan sejumlah catatan yang dia anggap penting untuk dicermati oleh relawan terkait sosok dan kriteria calon presiden 2024.
Tenri saja, penyelenggaraan deklarasi politik ini merupakan langkah nirempati. Betapa tidak, rakyat Indonesia tengah berduka karena bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terhitung hingga Ahad (27-11-2022), 321 orang dinyatakan meninggal dunia, 11 orang dinyatakan masih hilang. Sementara itu, 73.874 orang mengungsi, sedangkan korban luka berat mencapai 108 orang. (Kompas, 27-11-2022).
Hingga saat ini, situasi di Cianjur belum kondusif. Banyak rumah warga dan infrastruktur yang rusak. Ratusan gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama pada 21-11-2022 lalu. Dalam situasi yang masih berduka ini, doa dan dukungan sudah selayaknya tertuju pada mereka.
Namun, mirisnya, di tengah duka korban gempa Cianjur, ada sekelompok orang yang malah mengadakan deklarasi politik, acara yang jauh dari kesan berduka, atau setidaknya berempati terhadap korban. Dalam acara tersebut, mereka sibuk mengelu-elukan jagoannya, seolah bersukacita di atas penderitaan masyarakat. Padahal, seorang muslim seharusnya berempati terhadap penderitaan muslim lainnya sebab umat Islam ibarat satu tubuh.
Rasulullah saw. bersabda,
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)
Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)
Rakyat yang harus berusaha untuk menata kehidupannya kembali membangun dan memperbaiki kembali tanpa ada bantuan secara tuntas dari pemerintah hanyalah prakarta dan sambutan didepan media saja, selanjutnya rakyatlah yang harus pintar agar dapat keluar dari derita ini, pemerintah tengah sibuk dengan urusan yang lain demi mendapatkan simpati rakyat dikeluarkan dana yang besar untuk acara ini, tempat dibuat kotor dan berantakan seakan tak memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sampah berserakan dimana-mana bahkan adakah secercah harapan dari terselenggara acara ini dari pemerintah untuk rakyat. Tidak, justru rakyat kembalilah yang dibuat susah lagi.
Ini adalah salah satu ciri dari pemimpin kapitalis yang dipikirkan ketamakan untuk memperoleh dan mendapatkan jabatan tak peduli rakyat sedang susah atau sekalipun harus mati diatas kemiskinan selama keinginan dan tujuannya dapat tercapai semua tidak jadi masalah.
Karena sistem kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga banyak melahirkan pemimpin yang tak amanah padahal seharusnya bencana Cianjur ini dijadikan bahan introspeksi dan muhasabah, serta berpikir mungkinkah ini satu teguran dari sang maha pencipta atas kelalaian kita yang tidak mampu menjaga alam ini dengan baik ataukah sudah terlalu banyak kemaksiatan dinegari ini sehingga Allah kirimkan bencana. Tapi ini mahal justru sebaliknya semakin lupa diri dan daratan.
Kerusakan sistem kapitalis telah nampak jelas di depan mata karena dalam sistem ini pemimpin hanya memikirkan kekuasaan dan jabatan, bukan penderita rakyatnya mereka berada diatas hanya demi kepentingannya sendiri yaitu memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dari rakyat dan rakyat disuruh hidup mandiri dengan segala kebijakan yang dibuat dengan tujuan hanya untuk menyengsarakan rakyat.
Yang seharusnya pemimpin memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyatnya baik yang terkena bencana alam maupun karena kesulitan ekonomi, dan seorang pemimpin harus mampu memberikan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat, jangan sampai ada rakyatnya yang menderita karena bencana alam maupun sistem dan kebijakan yang salah.
Allah SWT telah mengingatkan bahwa berbagai kerusakan dan problem di dunia terjadi karena penyimpangan terhadap syariah-Nya. Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (TQS ar-Rum [30]: 41).
Artinya, semua kerusakan yang terjadi di dunia ini adalah karena ragam kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Kemaksiatan manusia ditunjukkan oleh sikap mereka yang berpaling dari syariah Allah SWT. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), maka sungguh bagi dia penghidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 124).
Kehidupan yang sempit itu tercermin dalam banyak problem kehidupan, sebagaimana terjadi saat ini. Sebabnya jelas, karena manusia berpaling dari al-Quran (syariah-Nya).
Solusi dalam Islam pemimpin akan memberikan bantuannya sampai tuntas hingga tidak tersisa lagi masalah baik itu karena bencana alam atau masalah kesulitan lainnya yang dihadapi rakyat, fokus dalam penanganan korban bencana alam dan pemimpin menjadi yang terdepan dalam membantu rakyatnya yang tertimpa musibah.
Dan bila dipandang perlu melakukan acara besar untuk kepentingan lain dan bila ditidak perlu sebaiknya tidak usah kalau hanya menghamburkan uang rakyat saja. Karena pemimpin dalam Islam sangat mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.
Maka dari itu sudah seharusnyalah kita sebagai umat Islam untuk kembali kepada syari'at Islam dan menegakkan hukum Islam secara kafah agar dapat menyelesaikan segala masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, karena hanya Islamlah solusi atau jalan keluar yang benar dari setiap masalah yang dihadapi oleh manusia.
Mau sehebat apapun kalau bukan syari'at Islam yang digunakan dalam kehidupan manusia tetap saja tidak akan pernah menemukan ketenangan dalam hidup karena sebaik-baik hukum adalah Al-Qur'an sebagai pedoman untuk seluruh umat Muslim.
Wallahu'alam bish-Shawab.

No comments:
Post a Comment