Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Kanjuruhan, Salah Siapa?

Monday, October 24, 2022 | Monday, October 24, 2022 WIB Last Updated 2022-10-24T05:08:50Z


Oleh, Yulia Ummu Haritsah
Ibu Rumah tangga & Pembelajar Literasi

Tragedi yang telah terjadi di Kanjuruhan Malang, sungguh sangat memilukan, korban berjatuhan, ratusan jiwa melayang, hancurnya pasilitas umum, sungguh tragedi yang sangat memilukan dan memalukan.

Melihat faktanya, kejadian ini terjadi karena mulai turunnya suporter fanatisme Arema ketengah lapang ketika usai pertandingan sepak bola, selanjutnya adanya aksi represif dari aparat keamanan terhadap para suporter yang turun ke lapangan, dan lagi tidak adanya komando repoter untuk menenangkan masa, dengan kondisi yang semakin tidak kondusif,  selanjutnya aparat keamanan melakukan penembakan gas air mata,  membuat para suporter terkena keracunan gas air mata, sehingga menimbulkan suasana yang panik di tengah-tengah para suporter, mereka  berusaha meninggalkan stadion dan mencari pintu keluar, ternyata untuk keluar, gerbang dalam keadaan terkunci, sehingga tertumpuklah orang-orang yang yang ingin  keluar stadion, menyebabkan kepanikan terjadi di situasi keracunan asap gas air mata

Dengan tertahannya keluar di depan gerbang menimbulkan menumpuknya manusia yang panik atas kondisi yang ada sehingga kejadian maaf pun tak bisa di tidak bisa dielakan kembal

Di satu sisi lain ada gerbang keluar yang terbuka, namun karena kepanikan, banyak yang terjatuh terinjak dan kekacauan pun tak bisa dielakan.

Tragedi ini sungguh memilukan, di saat negeri ini seharusnya merayakan kesaktiannya, ya di tanggal 1 Oktober ini yang seharusnya tanggal kesaktian, ternyata yang dirasakan adalah tanggal kekelaman, di mana ratusan jiwa manusia melayang, dengan sia sia.

Kita jadi bertanya tanya, Kenapa ini semua bisa terjadi ?  Ada apa dengan olahraga di negeri ini?

Bila kita mendengar dari yang telah diwawancarai baik di televisi maupun sosmed, mereka hampir semuanya mengatakan kenapa harus dengan menembakkan gas air mata? dan pertanyaan ini pun jadi pertanyaan kita semua apakah kejadian kerusuhan itu tidak di minimalisir sebelumnya, Ketika hanya sebagian suporter yang turun ke lapangan melakukan aksinya?

Kalau ditanya, siapa yang harus bertanggung jawab dalam tragedi ini, semuanya tak ada yang gentlemen untuk mengakuinya, malah mereka saling  berlepas tangan, padahal itu semua nampak sekali kesalahan dari berbagai  pihak, seperti tim penyelenggara yang tidak mempersiapkan dengan meminimalisir segala kemungkinan yang akan terjadi.

Begitupin dengan aparat keamanan yang terlalu overprotektif terhadap para suporter, begitupun para suporter, tidak berlapang dada, nerimo kenyataan, bahwa saat itu Arema mengalami kekalahan. Seharusnya Ya sudah, Arema di laga kali ini, buktikan kekuatannya dilaga berikutnya.

Sungguh ini sesuatu panatisme yang kebablasan dari suporter, yang namanya pemainan pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Kemenangan ataupun kekalahan sesuatu yang biasa dalam permainan.

Kalau dilihat dari pandangan yang islami olahraga perbuatan yang mubah, hanya untuk membuat kondisi badan menjadi vit, bugar dan sehat, menjadi suporter pun jangan terlalu berlebihan, membuat fanatisme yang kebablasan, sehingga jauh dari nalar kita, takada kemenangan laga di atas nyawa, satu nyawa saja melayang dengan sia sia, terlalu mahal untuk sebuah laga.

Pokuslah terhadap tujuan Allah menciptakan manusia, jangan terlalu silau dengan kehidupan yang hanya Senda gurau saja, kehidupan ini hanya Senda gurau belaka, seperti yang tertulis dalam Alquran, surat Muhammad ayat 36.

اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ

"Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu."

Maka dari itu kita seharusnya tau apa tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu untuk beribadah kepadanya, taat terhadap aturannya, mengisi kehidupan dengan yang lebih bermanfaat, tidak menyibukkan diri dengan kesia-siaan, seharusnya kita disibukan untuk yang lebih bermanfaat, seperti belajar, meperdalam ilmu pengetahuan, menambah tsaqofah, mengikuti kajian, untuk bekal kehidupan kita baik kehidupan  dunia maupun akhirat.

Wallahu'alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update