Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Musim Hujan Tiba, Banjir Pun Datang

Saturday, October 15, 2022 | Saturday, October 15, 2022 WIB

Oleh Yanti Nurhayati, S.IP
(Muslimah Peduli Umat)

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara 6° LU-11° LS dan 95° BT-141° BT , sehingga termasuk dalam wilayah beriklim tropis.
Negara yang beriklim tropis akan mengalami pergantian musim sebanyak dua kali, begitu juga dengan wilayah Indonesia.

Sedangkan musim adalah suatu peristiwa yang terjadi di bumi yang berkaitan dengan keadaan iklim dan akan berubah dalam jangka waktu tertentu dalam setahun.

Wilayah Indonesia diketahui memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Musim hujan biasanya dimulai bulan Oktober dan berakhir di bulan Maret. Sementara musim kemarau terjadi di bulan April dan berakhir pada bulan September. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, begitu pula sebaliknya, dinamakan musim pancaroba.

Curah hujan di bulan Oktober sudah mulai tinggi, pemandangan banjir pun mulai terlihat dimana-mana, namun ini bukan lagi menjadi pemandangan aneh, karena setiap musim penghujan banjir selalu hadir.

Belum lama hujan datang, sudah mulai peristiwa yang membawa berbagai petaka.
Tercatat Sebanyak tiga orang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19, Jakarta Selatan meninggal usai tembok sekolah mereka rubuh diterjang banjir. Banjir terjadi karena luapan air saluran penghubung Pinang Kalijati yang berada di belakang sekolah. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (6/10) pukul 14.50 WIB.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, sebanyak 270 warga di Jakarta Selatan terpaksa diungsikan ke tempat aman. Ini karena 41 rukun tetangga (RT) terendam banjir.
Ini baru contoh satu peristiwa, karena masih banyak lagi daerah-daerah yang diterjang banjir.
Kembali datang banjir, maka kembali pertanyaan yang diulang. Apakah banjir ini disebabkan faktor alam atau akibat sistem manusia?
Ada beberapa sebab timbulnya banjir :
1. Penebangan Hutan tanpa kembali ditanami
2. Membuang sampah sembarangan
3. Efek rumah kaca
4. Sistem Tata Kelola Ruang
5. Pembangunan yang tak memperhatikan analis dampak lingkungan
6. Resapan air tidak bekerja maksimal
Masih banyak faktor penyebab lainnya dan faktor-faktor ini walaupun sudah diketahui pada umumnya, tapi tragisnya, antisipasi dan mitigasi pemerintah lamban dan cenderung abai, seolah menjadi peristiwa yang biasa saja dan nanti pun akan berlalu.

Semua itu terjadi karena sistem kapitalisme yang telah mempengaruhi pemikiran, baik masyarakat maupun pemerintah. Sistem kapitalisme yang meranggas jauh ke seluruh sendi-sendi kehidupan telah menumbuh suburkan prilaku konsumtif. 
Kebijakan yang dibuat pemerintah lebih pada mempertimbangkan ada tidaknya pemasukan bagi kas negara bukan karena kondisi lingkungan.
Berbeda hal nya dengan Islam. Islam sebagai agama yang sempurna serta sebagai ideologi yang di dalamnya memuat seperangkat aturan. Islam mampu memberikan solusi setiap problematika kehidupan, termasuk bagaimana mengatasi masalah banjir dan bencana lain.

Dalam surat Ar Rum ayat 41 Allah berfirman :
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".

Sistem Islam memperhatikan kepentingan umat secara detail. Solusi Islam dalam upaya mengatasi banjir di antaranya dengan membangun sungai buatan dan  kanal untuk mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air, membangun bendungan-bendungan untuk menampung tumpahan air hujan, air sungai, dan yang lainnya, membangun sumur-sumur resapan di daerah tertentu. Memetakan daerah mana yang termasuk rawan banjir dan melarang penduduk mendirikan bangunan di daerah tersebut.

Selain itu, pembentukan badan khusus pun diperlukan untuk penanganan bencana alam, persiapan wilayah-wilayah tertentu untuk cagar alam. Sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan kewajiban memelihara lingkungan, persyaratan tentang izin pendirian bangunan dan pembukaan pemukiman baru. Penyediaan daerah serapan air hujan, penggunaan tanah, dan sebagainya.

Tak hanya itu, sistem Islam pun memberikan solusi dalam menangani korban banjir, seperti penyediaan tenda, makanan, obat-obatan dan pakaian, serta adanya keterlibatan masyarakat sekita yang berada di dekat wilayah yang terkena bencana banjir.

Itulah berbagai solusi yang ditawarkan Islam dalam mengatasi permasalahan banjir. Hanya Islam yang memberi aturan secara sempurna dalam mengatasi berbagai problematika, termasuk banjir. Oleh karena itu, sudah saatnya sistem Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan agar keberkahan menaungi negeri ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update