“Manusia harus sadar bahwa sedang terzalimi adanya kepemerintahan yang tidak bertanggung jawab atas tugasnya sebagai pemimpin,” tegasnya dalam kajian Muslimah Bulanan, Menjaga Ketahanan Keluarga Saat BBM Naik, Ahad, (25/9/2022) di Masjid Muhajirin, Pancoran Mas, Depok.
Menurutnya kezaliman pemerintah itu salah satunya dengan kenaikan BBM. “Rakyat semakin menderita kenaikan BBM hingga saat ini terus meningkat. Padahal di banyak negara minyak dunia sedang anjlok. Padahal dana subsidi untuk sumbangan dari pemerintah sebesar 149,4 triliun dari total subsidi energi keseluruhan ada 208 juta triliun. Entah kenapa itu terjadi di negara Indonesia saat ini?” tanyanya.
“Berdasarkan data dengan kenaikan BBM 32% solar, 31 % pertalite, 16% Pertamax tidak bersubsidi, padahal semua bahan bakar itu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan semuanya dikelola oleh korporasi swasta yang tidak sesuai dalam kehidupan.” bebernya.
Menurutnya, memang rakyat kecil mendapatkan sumbangan hanya sekitar 20 ribu juta orang, sedangkan rakyat miskin semakin banyak dan meluas. Jadi tak ada solusi yang jelas hanya tambal sulam.
“Pemimpin seharusnya melayani rakyat dengan baik. Supaya rakyat itu nyaman dalam menghadapi hidup. Karena yakin bahwa Allah SWT akan memberikan keberkahan, jika mau menerapkan hukum Islam dengan baik,” terangnya.
“Oleh karenanya, sebagai pengemban dakwah perlu menunjukkan kepada umat untuk menentang kezaliman pengusaha dengan mengkritik dan memberikan solusi terbaik yang benar yang tentunya dengan sistem Islam,” pungkasnya.[]Watik
