Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Non Biner Bukti Sistem Liberal Semakin Rusak

Thursday, September 01, 2022 | Thursday, September 01, 2022 WIB Last Updated 2022-09-01T07:43:53Z

Oleh :
Rheiva Putri R. Sanusi
Mahasiswi

Dikutip dari laman msn.com, pada video viral tersebut terlihat seorang maba (mahasiswa baru) Fakultas Hukum Unhas (Universitas Hasanuddin) Makassar dikeluarkan dosen dari ruangan saat proses pengenalan kampus.  Mulanya, seorang mahasiswa baru yang mengenakan almamater serta kaca mata dipanggil agar maju ke depan. Kemudian, mahasiswa yang diketahui bernama NA tersebut ditanya oleh dosen mengenai status jenis kelaminnya. Secara mengejutkan NA menjawab bahwa statusnya adalah non-biner (non binary).

Non-biner merupakan gender yang mendefinisikan dirinya bukan sebagai perempuan maupun laki-laki. Hal tersebut tak jarang membingungkan banyak orang. Hal ini dapat terjadi sebab kebebasan yang diusung oleh sistem liberal. Dimana kebebasan menjadi tolak ukur dalam segala perbuatan.

Hal ini bukanlah merupakan hal yang baik jika didiamkan, sebab dapat menjadi benih perilaku yang tidak baik dikemudian hari. Non biner ini mampu mengeksiskan para kaum LGBT, sebab pengakuan tanpa gender yang jelas pun menjadikan orientasi seksual mereka tidak jelas.  

Tidak jelasnya hukum yang ada saat ini membuat hal seperti ini semakin menjadi, akan bermunculan berbagai perilaku dan pernyataan menyimpang lainnya jika tidak ada tindak lanjut atau hukuman yang pasti. Peran penegak hukum sangatlah diperlukan disini untuk menghindari berbagai kemungkinan penyimpangan lainnya.

Di kehidupan kita hari ini membuat gender paruh atau memutuskan untuk menjadi non biner adalah bagian dari hak asasi manusia. Dan ini adalah produk baik kapitalisme menurut kaum liberal tiap manusia bebas aja menentukan jalan hidupnya. Manusia terjebak dengan paham liberalisme atau paham yang mendewakan kebebasan tanpa adanya aturan. Ini cara membuat hidup jadi serampangan apapun atur dilakukan untuk sekalipun harus berseberangan dengan syariah dan ini sudah menjadi agenda barat untuk membuat muslim makin tidak tahu arah. Mereka menjadi tidak paham dengan jadi dirinya, akibatnya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tak tau arah dan akan berbuat semaunya.

Ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, dimana segaa perbuatan harus sesuai dengan ajaran Islam yang telah Allah sampaikan dalam Al-Qur'an. Hal demikian ini agar manusia berkehidupan sesuai dengan fitrahnya, tidak berbuat semaunya. Penerapan sistem ini akan membawa kemashlatan bagi seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pergaulan ini.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update