Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BBM Naik, Bansos Memberikan Solusi?

Wednesday, September 21, 2022 | Wednesday, September 21, 2022 WIB Last Updated 2022-09-21T05:29:56Z

Oleh: Cia Ummu Shalihah
 (Pemerhati Sosial)

Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 3 September 2022. Presiden RI Joko Widodo mengatakan, keputusan ini terpaksa dilakukan lantaran melonjaknya harga minyak dunia yang mengakibatkan pembengkakan anggaran subsidi BBM. 

Ada tiga jenis BBM yang harganya dinaikkan oleh pemerintah yakni Pertalite, solar, dan Pertamax. Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. 

Sebagian subsidi BBM bakal dialihkan menjadi tiga jenis bantuan sosial (bansos), yaitu bantuan langsung tunai (BLT),  bantuan subsidi upah (BSU), dan Bantuan Angkutan umum. 

Pemerintah menilai, pengalihan sebagian anggaran menjadi bansos itu agar subsidi yang dikucurkan bisa tepat sasaran. 

Cukupkah Dengan Bantuan Sosial? 

Dengan kenaikan harga BBM menambah himpitan ekonomi yang semakin meningkat. Iming-iming bantuan sosial yang dijanjikan oleh pemerintah sangat tidak memberikan solusi ditambah penyalurannya tidak tepat sasaran. 

Buruknya distribusi bantuan sosial di masyarakat hari ini adalah buah dari dzalimnya sistem hari ini, yaitu sekularisme kapitalisme. Rakyat khususnya yang tidak mampu harusnya diurusi oleh negara secara baik, akan tetapi faktanya menelan pil pahit ketika hak mereka yang harus dipenuhi oleh negara diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu. 

Bantuan sosial bukanlah solusi yang tepat dan tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dikala semua kebutuhan pokok dan lainnya meroket akibat naiknya harga BBM. Sebaliknya bisa dipastikan kehidupan mereka semakin terpuruk. 

Kebijakan kenaikan harga BBM demi kepentingan para kapitalis agar liberalisasi energi (BBM) dari hulu sampai hilir dapat berjalan sempurna.

Menaikkan harga BBM subsidi yang membenani rakyat terutama rakyat miskin, ini mencerminkan sikap pemerintah yang tidak memiliki empati serta abai kepada rakyatnya. 

Di tengah harga BBM yang naik, korupsi pun tak kalah naik. Lalu, apa yang membuat rakyat tak curiga atas sebuah pengaturan yang penuh kontroversi. Baik di dalam teori dan praktik, pengaturan kapitalis memang tak sejalan dengan fitrah manusia. Tak pernah bisa merata dan hanya berpusat pada pihak tertentu. Maka jika mengharapkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dalam sistem kapitalis, inilah yang dinamakan mimpi di siang bolong. Tentu kita tidak akan menemukan kebaikan masal dalam sistem kapitalis ini, yang ada hanya kesengsaraan. 

Islam Solusi Yang Tepat Dalam Masalah BBM 

Pangkal permasalahan kenaikan BBM di negeri ini adalah kapitalisme. Bagi paham ideologi ini, subsidi adalah beban negara dan rakyat seharusnya tidak perlu disubsidi. Harus mampu mandiri tanpa menuntut kepada negara. 

Adanya subsidi sebenarnya juga karena salah urus pengelolaan BBM. Seharusnya, negaralah yang mengendalikan pengelolaan sumber daya alam untuk diberikan kepada rakyat. Bukan diserahkan kepada asing, lalu pemerintah membelinya lagi untuk dijual ke rakyat. Harga yang disepakati sebagian tanggung negara dari pajak yang diberikan rakyat, sisanya dari harga penjualan kepada masyarakat. Artinya, pemerintah atau negara juga punya kesempatan untuk mengeruk keuntungan dalam permainan jual-beli BBM. 

Dalam Islam, tugas negara adalah memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan sebaik-baiknya.  Negara wajib memenuhi kebutuhan dasar setiap -individu per individu- masyarakat, baik berupa pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan secara murah, bahkan gratis kepada seluruh rakyat, tanpa adanya pembedaan.  Inilah prinsip dasar negara dalam Islam, yaitu sebagai pengurus urusan rakyat (riayah su-unil ummah). 

BBM sejatinya adalah hajat rakyat yang harus didapatkan dengan mudah dan murah. Bahkan jika memungkinkan gratis.
Islam memberikan arahan yang benar cara mengelola sumber daya alam rakyat. Rasulullah SAW mengatakan bahwa hasil bumi adalah milik rakyat dan haram untuk diprivatisasi apalagi dijual ke swasta asing. Negara akan sepenuhnya mengelola dan mengembalikan hasilnya kepada rakyat dengan semurah-murahnya. 

Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdulah bin Said, dari Abdullah bin Khirasy bin Khawsyab asy-Syaibani, dari al-‘Awam bin Khawsyab, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas ras. bahwa Rasulullah saw. bersabda: 

اَلْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلإِ وَالنَّارِ وَثَمنَهُ حَرَامٌ 

Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api (BBM); dan harganya adalah haram.
  
Hadis di atas telah menetapkan BBM sebagai kepemilikan umum yang haram untuk di ambil keuntungan dari penyediaannya. Dalam hal ini penyedian BBM dalam Islam berstatus kewajiban negara. Maka dalam Islam istilah subsidi (pemberian negara) tidak berlaku terhadap BBM. Karena penyediaannya adalah kewajiban negara, maka harga yang diberikan hanya untuk menutupi biaya produk. Dalam kata lain dapat BBM harga murah dapat dinikmati oleh semua kalangan warga negara, tanpa memandang besaran penghasilan. 

Wallahu'alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update